Sering Alami Hal Aneh Saat Tidur? Begini Cara Mengatasinya

Tidur merupakan salah satu aktivitas yang sering dilakukan oleh banyak orang di seluruh dunia. Dan bahkan menjadi kebutuhan pokok manusia. Hampir setiap malam manusia tidur untuk melepas lelah setelah seharian bergulat dengan berbagai aktivitas.

Berbagai riset juga membuktikan kalau tidur adalah sesuatu yang penting bagi tubuh manusia, sebagai fase untuk regenerasi dari berbagai macam sel yang ada dalam tubuh kita.

Namun, ternyata diantara ketenangan kita saat tidur di malam hari, kadang terjadi sebuah fenomena unik yang terkadang kita alami tanpa kita sadari.

Ada kalanya juga hal ini membuat beberapa orang menjadi terganggu dan tidak nyaman saat tidur. Dan mungkin saja anda adalah salah satunya. Apa-apa sajakah fenomena yang dimaksud tersebut? Bagaimana cara mengatasinya? Tida perlu tergesa-gesa, anda bisa menemukan jawaban pertanyaan di atas setelah membaca informasi yang disajikan di bawah ini.

Pengertian, Fungsi dan Tujuan Tidur

Tidur merupakan suatu keadaan tidak sadar di mana persepsi dan reaksi individu terhadap lingkungan menurun atau hilang, dan dapat dibangunkan kembali dengan indera atau rangsangan yang cukup.

Tujuan seseorang tidur tidak jelas diketahui, namun diyakini tidur diperlukan untuk menjaga keseimbangan mental emosional, fisiologi, dan kesehatan.

Seseorang dapat dikategorikan sedang tidur apabila terdapat tanda-tanda sebagai berikut:

1. Aktivitas fisik minimal.
2. Tingkat kesadaran yang bervariasi.
3. Terjadi perubaban-perubaban proses fisiologis tubuh.
4. Penurunan respons terhadap rangsangan dari luar.

Fungsi dan Tujuan Tidur

Fungsi dan tujuan tidur secara jelas tidak diketahui, akan tetapi diyakini bahwa tidur dapat digunakan untuk menjaga keseimbangan mental, emosional, kesehatan, mengurangi stress pada paru, kardiovaskular, endokrin dan lain-lain.

Energi disimpan selama tidur, sehingga dapat diarahkan kembali pada fungsi seluler yang penting. Secara umum, terdapat dua efek fisiologis dari tidur.

Pertama, efek pada system saraf yang diperikirakan dapat memulihkan kepekaan normal dan keseimbangan di antara berbagai susunan saraf dan kedua, efek pada struktur tubuh dengan memulihkan kesegaran dan fungsi dalam organ tubuh karena selama tidur terjadi penurunan.

Hal Aneh Yang Sering Terjadi Saat Tidur dan Cara Mengatasinya

Selain bunga tidur atau mimpi yang biasa terjadi saat kita tidur, ada hal lain yang terjadi. Apa itu? Berikut beberapa hal yang seringkali terjadi, antara lain sebagai berikut:

1. Hypnagogic Jerk

Fenomena unik yang pertama disebut dengan hypnagogic jerk, sebuah fenomena dimana seseorang akan merasa seolah-olah sedang terjatuh dari ketinggian.

Hal ini biasanya akan membuat seseorang terbangun dengan tiba-tiba disertai perasaan syok dan kaget. Kondisi ini dipicu oleh beberapa faktor yaitu terlalu lelah, kurang tidur serta faktor stress.

Menurut Dokter dari Martha Jefferson Hospital di Virginia, Christopher Winter, M.D., fenomena hypnogagic jerk bisa membuat seseorang yang sedang tidur merasa seperti jatuh dari tebing, langit ataupun merasa seperti sedang tersandung.

Hal ini terjadi karena saat mulai tidur, kondisi tubuh dan pikiran sedang dalam keadaan tak yang sama. Karena faktor kelelahan serta rutinitas yang tinggi kadang pikiran kita sudan memasuki fase tidur terlebih dulu padahal tubuh kita masih dalam kondisi yang aktif. Hal ini menyebabkan otak sudah terlanjur masuk dalam fase tidur yang agresif, tapi tubuh tak dapat mengejar siklus tersebut.

  • Cara Mengatasinya

Perlu anda ingat, bahwa Hypnagogic jerk juga dapat terjadi pada seseorang yang sehat. Jadi, anda tidak perlu terlalu khawatir jika anda pernah mengalami ini.

Sebisa mungkin, kurangi hal-hal yang bisa meningkatkan risiko mengalami hypnagogic jerk ini. Misalnya kurangi konsumsi kafein, atasi stres atau kegelisahaan anda dan usahakan untuk tidak melakukan pekerjaan berat pada malam hari.

Namun, jika kondisi ini semakin menganggu jam tidur anda sehingga membuat anda menjadi sangat lelah, cobalah untuk mengonsultasikannya ke dokter. Dokter biasanya akan memberikan beberapa jenis obat yang dapat mengurangi gejala hypnagogiic jerk tersebut. Adapun obat-obatan yang mungkin diberikan adalah valproic acid (Depakene), levetiracetam (Keppra), primidone (mysoline) dan clonazepam (Klonopin).

Operasi bisa membantu kondisi ini memengaruhi bagian telinga dan wajah, serta yang disebabkan oleh masalah pada saraf tulang belakang, tumor, atau luka pada otak. Terapi suntik botox dapat meredakan kontraksi otot pada gejala hypnagogiic jerk yang hanya memengaruhi satu area tubuh.

2. Sleep Paralysis

Sleep Paralysis atau kelumpuhan saat tidur merupakan sebuah fenomena tidur unik, dimana kita akan merasa lumpuh selama beberapa detik hingga beberapa menit setelah terbangun.

Hal yang tegolong mengerikan ini juga biasa disebut dengan “Tindihan” di beberapa daerah di Indonesia. Pada kepercayaan turun-temurun yang ada di Nusantara jika seseorang mengalami Tindihan atau sleep paralysis, maka itu akibat karena sedang ada mahluk halus yang sedang duduk di atas kita dan menyebabkan kita merasa sesak nafas, tak dapat bergerak maupun berbicara.

Namun sebenarnya fenomena unik yang merupakan kebalikan dari hipnagogic, ini terjadi akibat otak kita sudah terbangun saat tubuh masih dalam fase tidur yang nyenyak.

Dan penyebab rasa sesak di dada yang terjadi saat sleep paralysis adalah karena otot-otot yang mengontrol pernafasan seseorang masih dalam lumpuh padahal otak yang sudah terbangun.

  • Cara Mengatasinya

Diketahui bahwa sindrom tidur ini memang seringkali menggangu saat kita sedang tidur. Anggota tubuh yang tak bisa bergerak sama sekali terkadang membuat kita menjadi ketakutan. Nah, dibawah ini akan kami berikan car4a mengatasinya supaya anda tidak merasa panik ketika anda mengalaminya.

Tips pertama, cari anggota tubuh yang bisa digerakkan seperti jari kaki, jari tangan atau lidah dan gerakkan terus-menerus untuk memaksa tubuh agar sepenuhnya bangun dari tidur.

Tips kedua, berfokuslah pada gerakan mata anda. Sleep paralysis umumnya tidak mengganggu kemampuan anda untuk membuka mata dan melihat sekeliling. Beberapa orang mencoba menggerakan mata mereka ke depan dan belakang untuk bebas dari ketindihan dan berhasil.

Tips ketiga, cobalah untuk bernapas panjang dan dalam agar bisa lepas dari sleep paralysis ini.

Tips keempat, tetap tenang dan bayangkan diri anda bisa bergerak bebas. Beberapa orang bahkan dengan sengaja memancing sleep paralysis agar bisa merasakan sensasi bergerak bebas dalam mimpi.

3. SexSomnia

Menurut sebuah riset dari Universutas Health Network, Toronto, Kanada, yang dilakukan terhadap 800 pasien yang mengalami gangguan tidur. Ditemukan fakta bahwa sekitar 8% responden melakukan kegiatan seks saat tengah tertidur.

Fenomena unik ini biasanya disebut dengan SexSomnia atau sebuah fenomena yang mengakibatkan seseorang melakukan aktivitas hubungan seksual dengan pasangannya meskipun sedang dalam keadaan tak sadarkan diri.

Sebuah kajadian lain bahkan menyebutkan jika ada seorang wanita yang mengalami SexSomnia bercinta dengan  seorang pria yang tak ia kenal saat tengan tertidur.

Kemungkinan besar Sexsomnia terjadi karena faktor tak singkronya waktu bangun dari otak dan tubuh. Kita mulai terbagun dari tidur hingga bisa bergerak dan berbicara sedangkan otak kita masih belum sepenuhnya sadar dan kemungkinan besar sedang memimpikan aktivitas sexsual atau memikirkan tentang sex sebelum tidur.

Hal ini mengakibatkan dorongan sex tersebut bagkit saat otak belum sepenuhnya sadar dari tidur hingga tak bisa membedakan realitas dan mimpi. Dan untuk tambahan informasi selagi seseorang tertidur baik pria maupun wanita, akan akan mengalami rangsangan secara sexual.

  • Cara Mengatasinya

Kabar baiknya adalah sexsomnia ini dapat diatasi. Sebaiknya memang diketahui dahulu penyebab terjadinya sexsomnia. Jika penyebabnya berupa stres atau cemas, silakan anda berkonsultasi dengan ahlinya atau terapis kesehatan mental. Menjaga pola tidur yang cukup juga penting untuk dilakukan.

Jika pasangan anda yang mengalami sexsomnia, maka ada baiknya anda juga berbicara pada dokter mengenai kondisi pasangan anda. Selain tidak mendapat tidur yang cukup dan kelelahan saat terbangun, gangguan ini dapat menjadi masalah dalam hubungan anda. Pengobatan yang dilakukan bisa mengandalkan obat Benzodiazepine.

4. Somnabulisme

Berbeda dengan kebanyakan fenomena unik tidur lainya, Somnabulisme atau tidur sambil berjalan dapat menjadi masalah dan berbahaya. Hal ini disebabkan karena di saat kita tidur sambil berjalan, kita bisa berjalan ke tempat yang berbahaya dalam beberapa kasus lain kita bahkan bisa berada dibalik kemudi kendaraan dan menyetir.

Saat mengalami Somnabulisme, seseorang akan terbagun dari tidurnya dan dapat menggerakan tubuhnya, tapi dalam keadaan yang sama otak masih dalam keadaan tertidur dan mungkin sedang memimpika sesuatu.

Karena itulah, seseorang yang mengalami Somnabulisme atau sleepwalking seringkali tak mengingat tentang kejadian yang mereka lakukan saat sedang dalam fase Somnabulisme.

Akhir-akhir ini, bahkan ditemukan beberapa perilaku berjalan sambil tidur yang lebih aneh, mulai dari memasak, pergi ke pesta hingga mengendarai kendaraan, hal ini banyak di hubungkan dengan beberapa resep obat tidur yang beredar.

Sebagai tambahan informasi, cara kerja dari obat tidur adalah dengan membius otak. Jadi kadang seseorang yang mengkonsumsi obat tidur, saat terbangun dari tidurnya masih dalam kondisi tak sepenuhnya sadar.

  • Cara Mengatasinya

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur berjalan ini, di antaranya dengan mengurangi stres, melakukan aktivitas yang bisa merelaksasi pikiran sebelum tidur misalnya mandi air hangat atau membaca buku, tidak mengonsumsi minuman beralkohol dan minuman berkafein sebelum tidur, membuang air kecil terlebih dahulu atau membuat kamar tidur kita menjadi senyaman mungkin.

Selain itu, disiplinkan waktu tidur kita karena kurang tidur juga dapat memicu terjadinya gangguan tidur berjalan. Bila di rumah kita terdapat anggota keluarga yang kebetulan suka mengalami gangguan tidur berjalan di waktu yang sama tiap malam, anda bisa atasi dengan cara mengganggu siklus tidur mereka.

Bangunkan mereka 15-30 menit sebelum waktu kemunculan periode tidur berjalan yang mereka biasa alami, sehingga mungkin dapat menghentikan sleepwalking dengan cara mengubah siklus tidur mereka.

5. Sindrom Kepala Meledak

Sesuai dengan namanya yang menyeramkan, sindrom kepala meledak merupakan sebuah fenomena unik yang terjadi ketika seseorang yang sedang tertidur tiba-tiba terbangun secara tiba-tiba akibat merasa telah mendengar suara keras layaknya ledakan yang di sertai kilatan cahaya layaknya kepala mereka sedang meledak.

Padahal saat itu tak terjadi apa-apa, hal ini hampir mirip dengan fenomena hipnagogic yang membuat seseorang merasa terjatuh dari tempat yang tinggi.

Menurut Dokter Christopher Winter, M.D fenomena unik ini terjadi karena seseorang telah memasuki fase tidur nyenyak, tetapi tubuh masih belum mencapai fase kelumpuhan secara sepenuhnya dan sebagian inderanya masih aktif.

  • Cara Mengatasinya

Untuk mengatasinya, para ahli menyarankan anda untuk melakukan beberapa aktivitas, misalnya: yoga, meditasi, atau hal sesederhana lainnya seperti salah satunya adalah dengan mandi air hangat sebelum tidur. Selain itu, hal tersebut bisa juga diobati dengan mengkonsumsi obat tertentu, seperti Clomipramine yang merupakan salah satu obat antidepresan, yang dapat membantu menyembuhkan sindrom ini.

Nah, itulah tadi arikel kami tentang tidur beserta gejala yang sering dialami ketika sedang tidur. Semoga artikel tadi bermanfaat bagi pembaca semuanya. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *