Ini Alasan Kenapa Bumerang Bisa Kembali Setelah Dilempar

Guys, kalian pasti pernah dong dengar nama senjata yang sangat terkenal di Australia yang dipakai oleh suku Aborigin? Ya, Bumerang atau Boomerang. Alat ini sering dipakai mereka untuk berburu hewan. Tapi, apakah kalian tahu kenapa senjata ini jika dilemparkan bisa kembali lagi kepada siapa yang melemparnya?

Mungkin sebagian dari anda masih banyak yang belum tahu jawabannya, kan? Untuk itu, bagi anda yang belum tahu alasan kenapa senjata ini bisa kembali lagi jika dilempar, kami akan membahas untuk kalian semua agar anda tidak binggung lagi menjawab pertanyaan seperti ini jika ada yang bertanya kepada anda.

Daripada berlama-lama, langsung aja anda simak artikel kami kali ini yang membahas tentang Bumerang. Check this out

Asal Nama Bumerang

Asal muasal Bumerang ini berasal dari istilah “Bou-mar-rang” yang dicetuskan pertama kali pada tahun 1822 yang diadopsi dari bahasa Dharuk oleh orang Turuwul atau suku Aborigin yang tinggal di selatan Sydney.

Penduduk ini sendiri berasal dari sungai George dekat Port Jackson, New South Wales Australia. Namun, ada nama lain untuk senjata ini misalnya di Pulau North Stradbroke suku Geonpul menyebutnya sebagai “Barragun” dan di Pulau Fraser atau masyarakat Butchulla mereka menyebutnya dengan nama “Barcan”.

Meski nama yang diberikan berbeda-beda, namun fungsi dari senjata ini tetaplah sama. Gerakan yang dihasilkan oleh bumerang ini sendiri merupakan hasil dari kombinasi translasi dan putaran rotasi yang mirip baling-baling helikopter.

Bumerang pada umumnya mempunyai bentuk dan ukuran yang berbeda-beda, ada yang berbentuk melengkung dan yang lain mempunyai kait atau kapak pipih pada salah satu ujungnya.

Sebagian besar bumerang tersebut hanya digunakan untuk berburu dan berperang karena dirancang hanya sekali lempar dalam sekali perjalanan.

Jenis-Jenis Bumerang

Tahu gak kalian, kalau bumerang itu adalah hasil dari salah satu percobaan prinsip-prinsip ilmiah dan merupakan olahraga yang bisa dinikmati oleh semua orang.

Adapun jenis bumerang yang bila dilempar dan bisa balik lagi adalah jenis bumerang memiliki bentuk khas seperti kait dan memiliki panjang sekitar 30-75 sentimeter dan berbentuk seperti kurva.

Sayap bumerang sedikit memutar untuk menghasilkan Aeorodinamis agar bisa terbang balik. Bentuk aerofoilnya mendatar pada permukaan bawahnya, sedangkan pada bagian atasnya melengkung, sehingga membantu dalam efek terbangnya.

Ada dua macam bumerang yang biasa digunakan oleh orang yang dikenal dengan nama Returning Boomerang (bisa kembali) dan Non Returning Boomerang (tidak bisa kembali).

Returning Boomerang : Kalau bumerang jenis ini bahannya dibuat dengan cara yang khusus yaitu dari potongan kayu ringan, plastik atau bahan lainnya.

Kalau dilihat dari bahan yang digunakan, bumerang jenis ini masih termasuk jenis bumerang yang tradisional karena menggabungkan dua bahan sayap dalam satu unit yang berbentuk menyerupai pisang.

Akan tetapi, untuk sekarang ini kita sudah bisa menemukan banyak macam bumerang jenis ini yang dijual dipasaran dengan desain-desain yang beragam seperti yang memiliki tiga sayap atau lebih.

Sebagian dari jenis ini ada yang memiliki ukuran satu sampai 2 kaki atau sekitar 30 sampai 60 cm, tetapi ada juga jenis yang lebih besar dari ini bahkan lebih kecil lagi.

Lalu, bagaimana hasilnya jika dilempar? Nah, returning boomerang kalau dilempar akan terbang melalui udara dengan lintasan melingkar. Bumerang yang bisa kembali ini lebih ringan dan memiliki bentuk melengkung khusus.

Bumerang jenis ini akan terbang dalam pola melingkar dan berbalik kembali pada pelempar meski pada kenyataannya bumerang jenis ini tidak cocok untuk berburu. Orang biasanya menggunakan bumerang jenis ini hanya untuk event olahraga dan sebagai mainan saja.

Non Returning Boomerang : Bumerang yang tidak bisa kembali ini biasanya tidak cocok untuk mainan, kenapa? Karena masyarakat kuno menggunakan bumerang jenis ini untuk membunuh mangsa atau musuhnya.

Bumerang jenis ini jauh lebih lurus daripada bumerang yang bisa kembali. Bumerang ini akan terbang melalui udara dengan cara yang goyah. Bumerang ini memliki beban yang lebih berat dari bumerang yang bisa kembali dan lebih lama berputarnya di udara.

Ukuran yang dimiliki pun biasanya lebih panjang sekitar 3 kaki atau 1 meter bahkan lebih. Ada juga yang disebut dengan boomerang batle, yang pada dasarnya merupakan non-returning boomerang.

Jika anda melempar potongan kayu yang lurus dengan ukuran yang sama seperti bumerang, maka potongan kayu itu hanya akan bergerak dalam satu arah, memutar diakhir sampai akhirnya gravitasi menariknya ke tanah.

Bagaimana Bumerang Terbang?

Mungkin anda semua bertanya-tanya kenapa kayu yang dibuat melengkung ini bisa terbang di udara, yakan? Nah, hal pertama yang harus anda ketahui adalah bahan kayu yang akan dibuat tidak bisa sembarangan jika ingin mendapatkan hasil terbang yang sempurna yaitu menggunakan kayu jenis “Birch Plywood”.

Sejatinya, bumerang memiliki setidaknya dua bagian komponen, sedangkan potongan kayu yang lurus hanya satu unit. Hal inilah yang membuat spin atau putaran di titik pusat bumerang yang berfungsi menstabilkan gerakan ketika berjalan di udara.

Senjata non-returning boomerang lebih baik dilemparkan dari sebatang kayu lurus karena efek menstabilkannya tersebut. Mereka mampu melakukan perjalanan yang jauh dan anda dapat mencapai tujuan dengan akurasi yang tinggi.

Sedangkan returning boomerang memiliki komponen khusus yang membuatnya berperilaku sedikit berbeda dari non-returning boomerang biasa.

Sebuah bumerang yang berbentuk seperti pisang dengan dua sayap yang bergabung bersama dalam satu unit. Ini adalah kunci dari alur penerbangan yang aneh tersebut.

Sayap dibuat dengan kemiringan sedikit dan mereka memiliki desain airfoil yang bentuknya bulat di satu sisi dan datar di sisi lain, mirip sayap pesawat terbang.

Airfoil adalah bentuk dari suatu sayap pesawat yang dapat menghasilkan gaya angkat (lift) atau efek aerodinamika ketika melewati suatu aliran udara.

Coba anda lihat cara kerja pesawat, maka anda akan mengetahui bahwa desain airfoil inilah yang memberikan tumpangan pada sayap. Proses kerjanya seperti ini, partikel udara yang bergerak lebih cepat diatas sayap daripada di bagian bawah sayap hal inilah yang menyebabkan terjadinya perbedaan tekanan udara.

Sayap ini juga yang membantu untuk mengangkat bumerang ketika bergerak di udarak dikarenakan adanya tekanan yang lebih besar di bawah daripada di atasnya.

 

Kalian lihat gambar di atas, dua sayap ini diatur sedemikan rupa yang membuat leading edges menghadap ke arah yang sama seperti halnya baling-baling pada pesawat.

Intinya guys, bumerang adalah sebuah baling-baling yang tidak melekat pada apapun. Baling-baling yang biasa berada didepan pesawat atau bagian atas helikopter, menciptakan kekuatan untuk bergerak maju dan terbang dengan cara memutarkan baling baling dengan bantuan sayap kecil di udara.

Gaya ini bekerja pada titik pusat baling-baling. Untuk memindahkan kendaraan seperti pesawat atau helikopter, anda hanya perlu memasangkan baling baling di sumbu tersebut.

Bumerang klasik memiliki sumbu baling-baling yang semu sehingga jelas tidak terikat pada apa-apa, akan tetapi baling-baling itu sendiri digerakkan oleh gaya maju dari wings lift.

Itu sangat masuk akal untuk mengasumsikan bahwa bumerang hanya akan terbang ke satu arah dengan cara berputar, seperti pesawat dengan baling-baling yang berputar akan bergerak dalam satu arah.

Jika anda memegangnya secara horizontal ketika hendak melemparnya seperti yang biasa dilakukan dengan Frisbee, maka anda akan akan beranggapan bahwa gerak ke depannya mengarah ke atas karena titik sumbu tersebut.

Frisbee adalah sebuah permainan yang menggunakan perlengkapan atau alat yang pipih seperti piring. Di Indonesia barangkali lebih dikenal dengan nama permainan “piring terbang”. Pada hakikatnya, permainan frisbee masuk dalam kelompok permainan lempar-tangkap.

Bumerang yang telah dilempar dengan cara horizontal tadi akan terbang ke langit seperti helikopter yang sedang lepas landas sampai akhirnya berhenti berputar dan gravitasi menariknya kembali ke bawaah lagi.

Berbeda jika anda memegangnya dengan cara vertikal kemudian anda melemparnya maka yang akan terjadi pada bumerang tersebut hanya berputar ke kanan atau ke kiri dan cara seperti inilah yang tepat untuk melempar bumerang.

Mengapa Bumerang Berbalik dan Datang Kembali Kepada Anda

Tidak seperti pesawat terbang atau helikopter, yang mana saat baling-baling berputar kendaraan benar-benar masih dalam keadaan diam. jika anda melempar bumerang, selain gerakan berputar dari baling-baling, ia juga mendapatkan gerak angkat dari udara.

Anda dapat melihat sayap di bagian atas spin pada satu waktu akan berakhir bergerak dalam arah yang sama dengan gerakan maju dari lemparan, sementara sayap di bagian bawah spin bergerak di arah dalam arah yang berlawanan dari lemparan.

Ini berarti bahwa sementara sayap bagian atas berputar pada kecepatan yang sama seperti sayap bagian bawah, itu benar-benar bergerak di udara pada tingkat kecepatan yang lebih tinggi.

Ketika bagian sayap bergerak di udara lebih cepat, maka akan lebih banyak udara yang lewat di bawah sayap. Hal ini berarti beban akan lebih terangkat karena sayap harus mengerahkan kekuatan yang lebih untuk menekan massa. Jadi, seolah-olah ada seseorang yang terus-menerus mendorong baling-baling bumerang berputar.

Ketika anda mendorong pada satu titik dari objek yang berputar misalnya roda, baling-baling pesawat atau bumerang tidak akan bereaksi dengan cara yang diharapkan.

Untuk melihat ini, gerakan roda sepeda bersama di samping anda dan dorong itu di bagian atasnya. roda akan berbelok ke kiri atau kanan seolah-olah ada gaya yang bekerja pada bagian depan roda.

Hal ini karena benda berputar, titik yang anda dorong tidak stasioner (tetap). Anda menerapkan gaya ke titik di bagian atas roda, tapi saat itu segera berpindah-pindah ke bagian depan kemudi saat masih merasakan kekuatan yang anda terapkan. Akan ada semacam reaksi yang tertunda dan gaya benar-benar memiliki efek kuat pada objek sekitar 90 derajat dari tempat pertama kali diterapkan.

Dalam skenario ini, roda akan cepat meluruskan kembali setelah di goyang sedikit karena titik kekuatan berputar di sekitar roda, itu akan berakhir dengan menerapkan gaya pada ujung-ujung roda yang menyeimbangkan gaya efek keluar.

Tetapi jika terus-menerus mendorong di atas roda maka akan menyimpan kekuatan stabil yang dikerjakan pada bagian depan roda. Gaya ini akan lebih kuat daripada kekuatan-kekuatan penyeimbang, sehingga roda akan terus berputar dalam lingkaran.

Jika anda pernah membelokan sepeda tanpa menggunakan setang, maka anda sudah mengetahui efek yang terjadi ini. Dengan anda menggeser berat badan anda pada salah satu bagian sepeda sehingga menyebabkan bagian atas roda bergerak ke samping.

Setiap pengendara sepeda yang sering melakukan seperti ini pasti tahu bahwa gaya tersebut bisa menyebabkan belok ke kanan atau ke kiri, benar bukan?

Ini merupakan hal yang sama yang terjadi pada bumerang. Kekuatan merata yang disebabkan oleh perbedaan kecepatan antara kedua sayap dengan gaya konstan di bagian atas bumerang berputar, yang benar-benar terasa di leading side.

Sama seperti roda sepeda yang sedang bersandar tadi, bumerang terus beralih ke kiri atau ke kanan, sehingga perjalanannya membentuk lintasan lingkaran dan akan kembali ke titik awal.

Cara Tepat Melempar Bumerang

Seperti yang kita ketahui, ada beberapa gaya yang bekerja pada bumerang yang berputar di udara. Kita tahu bahwa bumerang dipengaruhi oleh:

  • Gaya gravitasi
  • Gaya yang disebabkan oleh gerakan baling-baling
  • Kekuatan lemparan Anda
  • Gaya yang disebabkan oleh kecepatan yang tidak merata oleh sayap
  • Kekuatan angin

Agar bumerang benar-benar melakukan gerak dengan lintasan melingkar dan kembali ke titik awal, semua kekuatan ini harus dilakukan dengan cara yang benar.

Untuk mencapai hal itu, anda perlu merancang dengan baik dan benar lemparan bumerang ini. Setiap penggemar bumerang akan memberitahu anda bahwa satu-satunya cara agar konsisten dalam lemparan yang baik adalah dengan berlatih teknik secara baik.

Pada bagian ini, kami akan memberikan dasar-dasarnya memegang bumerang sehingga anda dapat menyempurnakan lemparan bumerang tersebut, antara lain sebagai berikut:

1. Tahan bumerang dengan cara melempar bumerang menggunakan titik yang disebut V atau biasa dikenal dengan istilah siku cara seperti ini akan mengarah ke arah anda dan dengan sisi datar menghadap keluar. Tahan bumerang pada ujung sayap bawah dengan Pinch Grip atau Pegangan Jepit. Buatlah kepalan dan jepit Boomerang di antara ibu jari dan jari telunjuk.

Ingatlah untuk memegang Boomerang dengan sisi melengkung (biasanya sisi cat) menghadap anda dan sisi datar (biasanya sisi tidak dicat) menjauh dari anda. Anda bisa memegang Boomerang dengan menggunakan sayap kanan (leading wing) atau sayap kiri (belakang).

Boomerang jenis ini biasanya dirancang untuk orang yang bertangan kidal. Jika anda melemparnya dengan tangan kiri, pegang bumerang dengan cara dimiringkan ke kiri, dengan sisi melengkung menghadap ke kanan.

Sebaliknya, jika anda melemparnya dengan tangan kanan pegang bumerang tersebut dengan cara dimiringkan ke kanan namun dengan sisi melengkung menghadap ke kiri.

Kedua lemparang dengan cara yang berbeda ini akan menghasilkan daya terbang yang berbeda pula. Melempar bumerang dengan tangan kidal maka perjalanan yang dihasilkan searah jarum jam berbeda dengan dengan melempar bumerang dengan tangan kanan proses lintasan saat di udara akan berlawanan arah jarum jam.

2. Untuk menjaga bumerang dari angin, anda harus mengarahkan sekitar 45 sampai 50 derajat ke satu sisi dari arah angin (berdiri menghadap angin dan memutar sekitar 45 derajat searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam). Sesuaikan posisi bumerang tergantung pada seberapa banyak angin yang ada.

3. Bila anda telah menetapkan pegangan anda pada bumerang dan telah menyesuaikanya dengan arah angin, bawa boomerang kembali di belakang anda dan lemparkan ke depan seperti anda melempar bola bisbol.

Hal ini sangat penting untuk lemparan yang menggunakan pergelangan tangan anda saat anda melepaskan bumerang sehingga memiliki putaran yang baik untuk itu spin atau putaran adalah hal yang paling penting dalam setiap lemparan boomerang. Itulah yang membuat perjalanan boomerang bisa melengkung.

4. Boomerang selalu dilemparkan dengan posisi vertikal atau berdiri (overhand), tidak pernah horizontal atau tidur (sidearm). Kebanyakan Boomerang harus dilempar dengan sedikit sudut kemiringan dari posisi vertikal sebasar 10 sampai 30 derajat.

Sudut ini disebut sebagai “layover”. Bayangkan lengan anda dan Boomerang seperti jam tangan pada jam anda, Boomerang pada posisi jam 1 untuk pelempar tangan kanan. Jumlah kemiringan yang dibutuhkan bervariasi pada beberapa tipe Boomerang.

Jika Boomerang dilemparkan pada posisi vertikal terlalu cepat, mungkin dapat menabrak tanah. Sebuah Boomerang dilempar dengan kemiringan terlalu banyak (sidearm) akan naik tinggi ke udara dan menghujam dengan keras ke tanah.

5. Kebanyakan Boomerang harus dilempar dengan sedikit sudut ke atas. Biasanya, sebagian besar Boomerang akan dilempar dengan sudut 10-20 derajat di atas horison (cakrawala).

Ingatlah arah angin, kemudian pilihlah obyek yang jauh untuk sasaran. Obyek tersebut bisa saja puncak gunung, bagian atas pohon atau tiang bendera dan gunakan ini sebagai titik sasaran.

Sambil belajar untuk melempar, kembalilah ke posisi awal lemparan setiap kali anda melempar sehingga anda akan mengetahui titik ini sebagai acuan. Anda kemudian akan memiliki titik acuan untuk melempar lebih tinggi, lebih rendah, lebih ke kiri atau ke kanan.

Itulah tadi penjelasan artikel kami kali ini mengenai Bumerang atau Boomerang. Jadi, jika suatu saat ada pertanyaan mengenai kenapa senjata ini bia kembali ke pelemparnya, anda sudah tau kan mau jawab apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *