Punya Alergi Terhadap Makanan Tertentu? Berikut Tips Cara Mengatasinya

Makan merupakan salah satu kegiatan yang menyenangkan, apalagi jika kita tidak memiliki alergi atau pantangan terhadap makanan-makanan tertentu. Dan akan semakin menyenangkan lagi kalau kita punya tubuh yang tetap ideal meskipun banyak makan. Itu adalah impian banyak wanita di dunia.

Kali ini pembahasan kita ada kaitannya dengan makanan dan alergi. Apakah anda punya pengalaman unik dengan kedua hal ini? Apakah anda juga termasuk salah satu orang yang punya pantangan makanan tertentu? Kalau memang begitu, berarti anda masuk ke dalam kategori orang yang kurang beruntung (dalam hal pengkonsumsian makanan).

Alergi pada makanan itu adalah sesuatu yang menyiksa dan juga menyusahkan, karena hal ini akan menghalangi anda untuk menikmati banyak makanan, terutama yang mengandung olahan jenis makanan yang bisa memicu kumatnya alergi anda. Hal ini pula yang biasanya membuat seseorang kerepotan untuk memilih menu makanan saat berada di luar.

Mereka yang mengalami alergi ini pasti mengerti seperti apa tersiksanya mereka ketika harus makan di luar rumah bersama teman-teman. Misalnya : teman-teman anda ingin makan di restoran seafood, tapi anda sendiri alergi dengan makanan dan segala olahan dari seafood. Mau bagaimana kalau sudah begini?

Mau tidak mau, anda dan teman-teman anda harus mencari tempat makan yang lain, yang tidak hanya memiliki sajian seafood, tapi juga jenis makanan yang lainnya. Repot kan?

Cara Mengatasi Masalah Alergi Makanan

Ketika anda memiliki masalah pada pengkonsumsian makanan seperti alergi misalnya, langkah pertama yang paling tepat dan harus anda lakukan adalah segera berkonsultasi langsung dengan dokter untuk mengetahui diagnosis dan pengobatan yang tepat untuk mengatasi masalah tersebut.

Namun apabila gejala alergi yang dialami masih dalam tahap yang ringan-ringan dan anda belum punya kesempatan atau waktu untuk berkunjung ke dokter, maka anda bisa menggunakan obat alergi makanan yang tersedia di apotek ataupun menggunakan bahan-bahan alami.

Ingat ya, anda boleh menggunakan obat alergi alami atau yang dijual bebas di apotek ketika keluhannya masih ringan. Tapi jika alergi anda termasuk alergi akut, seperti misalnya sampai menyebabkan gangguan pernapasan, maka anda hanya dianjurkan untuk mengikuti resep yang dianjurkan oleh dokter.

Jangan salah, gejala alergi makanan bisa juga menjelma menjadi kondisi yang lebih serius, semua bergantung pada reaksi seseorang terhadap alergen itu sendiri.

Alergen sendiri merupakan senyawa yang dapat menginduksi Imunoglobulin E (IgE) melalui paparan yang berupa inhalasi (dihirup), ingesti (proses menelan), kontak, ataupun injeksi. Oleh sebab itu, ketika anda merasa khawatir atau mengalami keluhan yang berat segera berobatlah ke dokter.

Mengapa Seseorang Bisa Memiliki Alergi Terhadap Makanan?

Berdasarkan data yang ada, jutaan orang di Amerika Serikat diketahui memiliki reaksi alergi terhadap makanan. Seperti yang sudah kami jelaskan tadi bahwa alergi terkadang dapat menyebabkan gejala ringan, namun bisa juga menimbulkan berbagai reaksi lainnya yang bisa jauh lebih parah.

Alergi makanan mempengaruhi sekitar 4 persen orang dewasa dan 5 persen anak-anak yang ada di Amerika Serikat. Alergi makanan ini terjadi ketika sistem kekebalan tubuh memicu respons abnormal terhadap makanan. Beberapa gejala dari reaksi alergi terhadap makanan tertentu ini biasanya menyebabkan bersin-bersin, hidung tersumbat dan anafilaksis.

Anafilaksis adalah jenis reaksi alergi, dimana sistem kekebalan tubuh merespon zat-zat berbahaya lain dari lingkungan. Tidak seperti reaksi alergi lain, anafilaksis bersifat dapat membahayakan nyawa. Sanking bahayanya, Anafilaksis menyebabkan sekitar 30.000 orang masuk ruang gawat darurat, 2.000 rawat inap dan 150 kematian setiap tahun di Amerika Serikat.

Saat ini masih belum ditemukan obat untuk mengobati alergi pada makanan ini. Salah satu cara yang terbaik untuk mencegah alergi adalah dengan menghindari makanan yang dapat memicunya untuk kambuh.

Selain itu, tindakan lain yang juga dapat dilakukan untuk mengurangi resiko atau konsekuensi kesehatan yang serius akibat alergi tersebut adalah dengan cepat mengenali serta mengelola reaksi alergi terhadap makanan jika terjadi.

Berikut ini adalah tips yang disarankan untuk anda lakukan jika memang anda ingin hidup sehat tanpa alergi makanan.

Membaca Label Makanan

Membaca label makanan merupakan cara pertama yang harus anda lakukan ketika hendak mengkonsumsi makanan tertentu. Hal ini akan sangat membantu untuk menghindarkan anda dari makanan-makanan pemicu kumatnya alergi anda.

Akan tetapi, sebuah penelitian telah mengindikasikan bahwa label makanan yang membingungkan justru bisa membuat konsumen lebih berisiko tinggi untuk menghadapi reaksi alergi. Kok bisa begitu?

Sebuah studi mengungkapkan bahwa konsumen dengan kekhawatiran terhadap alergi makanan yang dideritanya sering salah paham terhadap label makanan, yang tertulis tentang paparan alergen makanan yang biasanya dituliskan dengan kalimat seperti ini : “manufactured on shared equipment of . . .” atau “may contain of . . .”.

Kalimat diatas berisi himbauan atau pemberitahuan bahwa makanan tersebut kemungkinan diolah ataupun memiliki olahan bahan makanan yang bisa membuat alergi anda kambuh. Tanda baca titik-titik di atas biasanya akan ditulis nama jenis bahan makanannya.

Misalnya seperti ini : “manufactured on shared equipment of NUT” atau “may contain of NUT”. Dalam bahasa indonesia, tulisan tersebut berarti makanan yang diberli label ini mengandung kacang. Anda yang punya alergi terhadap kacang tidak dianjurkan untuk mengkonsumsi makanan tersebut.

Namun, faktanya ada sekitar 11 persen konsumen yang masih saja membeli produk yang sudah ada label bertuliskan “mungkin mengandung …” dan sebanyak 40 persen yang lainnya membeli makanan dengan pernyataan “diproduksi dengan sebuah fasilitas yang juga memproses …” label tersebut.

Food Allergen Labelling and Consumer Protection Act tahun 2004 (FALCPA) adalah undang-undang yang mewajibkan semua label makanan di Amerika Serikat mencantumkan nama bahan yang dapat menyebabkan reaksi alergi di label produk mereka.

Kira-kira ada sekitar 160 makanan yang diketahui dapat menyebabkan reaksi alergi pada kebanyak orang. Akan tetapi, tindakan atau peraturan tersebut berlaku untuk delapan jenis makanan alergen yang paling umum dan mencakup 90 persen dari semua reaksi makanan.

Berikut ini adalah kedelapan makanan yang dimaksud paling sering membuat seseorang terkena alergi:

  • Susu
  • Telur
  • Ikan
  • Kerang
  • Kacang pohon (seoerti : mete, almond atau hazelnut)
  • Kacang kacangan (seperti : kacang tanah atau polong)
  • Gandum
  • Kedelai

FALCPA juga memberlakukan aturan bahwa salah satu dari delapan makanan ini, atau bahan yang mengandung protein yang berasal darinya, ditunjuk sebagai “alergen makanan utama”.

Alergen makanan diidentifikasi pada label makanan dengan salah satu dari tiga cara berikut:

  • Nama bahan. Sebagai contoh, nama alergen “susu” dapat dimasukkan dalam nama bahan “buttermilk”.
  • Mengikuti nama ramuannya. Alergen makanan mungkin muncul setelah ramuannya, seperti “whey (susu),” “lesitin (kedelai)” dan “tepung (gandum).”
  • Kemudian daftar bahan. Pernyataan yang bertuliskan kata “berisi” biasanya tertera di samping daftar bahan, seperti “berisi susu, kedelai, dan gandum.”

Persyaratan pelabelan FALCPA hanya berlaku untuk makanan yang “mengandung” alergen dan tidak adanya kemungkinan adanya alergen makanan utama yang diakibatkan karena kontak silang selama proses pembuatan.

Untuk itu, anda harus selalu berhati-hati saat ingin membeli produk tanpa label khusus, seperti kue misalnya, karena siapa tahu di dalamnya terdapat bahan yang dapat membuat anda menjadi alergi.

Hindari Kontak dan Reaktivitas Silang

Seseorang dengan alergi makanan harus sadar akan kemungkinan kontak non-alergen dengan makanan alergenik dan reaktivitas silang di antara makanan terkait.

Ini merupakan bentuk pencegahan ataupun untuk menghindari kemungkinan alergi anda kumat saat mengkonsumsi jenis makanan tertentu. Untuk mengetahui kontak dan reaktivitas silang yang dimaksud, di bawah ini kami telah menyiapkan penjelasannya.

  • Kontak silang

Kontak silang akan terjadi, bila alergen secara tidak sengaja ditransfer dari makanan yang mengandung alergen ke makanan yang tidak mengandung alergen.

Kontak silang bisa terjadi jika alergen dioleskan secara langsung atau tidak langsung ke makanan lain. Salah satu contoh kontak silang langsung adalah tindakan mengeluarkan keju dari dalam burger untuk membuatnya menjadi hamburger tanpa keju. Meskipun anda sudah mengeluarkan keju dari roti, tetap saja roti tersebut sudah sempat bersentuhan dengan keju tadi.

Sedangkan contoh kontak silang tidak langsung akan adalah menggunakan alat yang sama untuk memasak hamburger yang juga digunakan untuk membalik sebuah cheeseburger.

Anda bisa menghindari kontak silang atau cross contact yang disebutkan di atas tadi dengan tips berikut ini:

  1. Membersihkan dapur anda. Keluarkan semua produk yang tidak bisa anda makan dari kulkas, freezer dan pantry anda.
  2. Bersihkan semua peralatan memasak. Baik itu spatula, panci, kuali, kompor dan oven, semuanya harus anda bersihkan dengan sabun dan air.
  3. Mengatur area dan mempersiapan makanan terpisah. Jika anda berbagi makanan dengan teman sekamar atau anggota keluarga yang mengonsumsi makanan yang tidak anda sukai, maka anda bisa menyajikannya secara terpisah.
  4. Masak makanan yang aman terhadap alergi dulu. Jika anda sedang ingin memasak berbagai jenis makanan yang lain, maka usahakan untuk terlebih dahulu memasak makanan yang tidak akan men
  5. Tutupi makanan dengan aman. Untuk mencegahnya tercampur dengan makanan yang tidak mengandung alergi, anda harus menutupnya dengan baik.

Selain tips di atas, anda juga perlu memperhatikan kebersihan tangan anda sendiri. Bersihkanlah tangan dengan sabun dan air secukupnya jika anda telah mengenai makanan yang mengandung alergen.

Penggunaan sabun, air dan lap akan menghilangkan alergen terhadap makanan, tapi jika hanya menggunakan air atau gel pembersih saja, itu tidak akan berhasil menghilangkan alergi.

Bukan itu saja, bersihkan meja dan tempat masak anda setelah selesai memasak dan setiap kali selesai makan. Jangan sekali-kali berbagi makanan untuk memastikan bahwa kontak silang tidak akan terjadi.

Saat anda mencoba untuk makan di luar bersama teman, pasangan atau keluarga anda, cobalah untuk memastikan dan mendiskusikan kontak silang serta cara memasak makanan yang bebas alergen terhadap pelayan restoran tersebut.

  • Reaktivitas Silang

Reaktivitas silang terjadi ketika protein dalam satu makanan serupa dengan protein yang terdapat pada makanan yang lain. Sistem kekebalan tubuh biasanya dapat mengidentifikasi protein yang sama ini dan menyebabkan reaksi alergi.

Beberapa orang yang alergi terhadap kerang atau ikan bersirip mungkin perlu menghindari olahan makanan dari seluruh jenis makanan laut lainnya, karena reaktivitas silang untuk kasus ini terbilang cukup tinggi.

Tingkat reaktivitas silang bervariasi satu sama lain di antara alergen makanan yang paling umum. Seperti tingkat antara susu sapi dan susu kambing adalah 90 persen, sementara reaktivitas silang antara kacang tanah dan kacang polong hanya berkisar 5 persen.

Jika anda ingin memakan makanan dari jenis makanan yang sama dengan makanan yang dapat membuat anda alergi, anda mungkin bisa mempertimbangkan untuk mencoba tes kulit atau tantangan makanan secara langsung melalui mulut untuk mengevaluasi apakah makanan tersebut dapat menyebabkan reaksi atau tidak.

Kenali Gejala Alergi Anda

Jika anda hidup dengan alergi makanan, penting bagi anda untuk belajar mengenali tanda dan gejala yang timbul akibat reaksi alergi tersebut, terutama untuk anafilaksis. Dengan melihat gejala awal yang ditimbulakan dari reaksi alergi ini anda bisa menyelamatkan hidup anda.

Reaksi alergi terhadap makanan dapat mempengaruhi tubuh dengan beberapa cara berikut:

  • Kulit – terasa gatal, kemerah-merahan, gatal-gatal, benjolan merah, pembengkakan di bawah kulit, ruam
  • Mata – gatal, air mata, kemerahan, bengkak di sekitar mata
  • Hidung – pernafasan bagian atas, bersin, hidung tersumbat, suara serak, batuk kering, gatal
  • Pernafasan bawah – sesak dada, mengi, sesak napas, batuk
  • Pembengkakan lidah – langit-langit mulut atau bibir
  • Gastrointestinal – mual, refluks, muntah, diare, sakit perut, BAB keluar darah
  • Kardiovaskular – detak jantung terasa cepat atau lambat, pusing, pingsan, tekanan darah rendah, kehilangan kesadaran

Selain gejala yang ada di atas, gejala anafilaksis merupakan tantangan yang lebih membutuhkan perhatian khusus untuk anda kenali. Jika anda mengalami salah satu dari tiga kondisi yang tercantum di bawah ini dalam beberapa menit sampai beberapa jam setelah terpapar makanan, kemungkinan anda akan dihadapkan dengan riwayat anafilaksis, yang antara lain:

  • Gejala apapun yang melibatkan kulit anda, lapisan jaringan mukosa di hidung, mulut, saluran pencernaan, gangguan pernapasan, penurunan tekanan darah, kebingungan, atau hilangnya kesadaran.
  • Terdapat dua atau lebih dari gejala seperti Hives, gatal, pembengkakan lidah atau bibir, sulit bernapas, tekanan darah, kram perut, atau muntah.
  • Penurunan tekanan darah yang menyebabkan kelemahan atau pingsan.

Anafilaksis juga dapat terjadi sebagai reaksi tunggal setelah terpapar makanan alergen, yang bisa membaik dengan atau tanpa pengobatan. Biasanya akan terjadi dua reaksi setelah 8 dan 72 jam atau reaksi jangka panjang yang mungkin berlanjut berjam-jam atau bahkan berhari-hari.

Injeksi intramuskular epinefrin atau obat yang biasanya digunakan dalam keadaan darurat untuk mengobati reaksi alergi yang sangat serius, harus digunakan untuk mengobati reaksi anafilaksis sesegera mungkin setelah terjadi alergi.

Siapkan Rencana Sebagai Tindakan Darurat

 

Jika anda memiliki masalah alergi terhadap makanan tertentu yang dapat mengancam jiwa, sebaiknya setiap orang yang berhubungan dengan anda tahu apa yang harus dilakukan selama reaksi alergi tersebut terjadi atau berlangsung. Rencana tindakan darurat ini harus dilakukan jika anda memang memiliki reaksi alergi yang parah.

Anda dapat membuat rencana tindakan darurat dengan cara menuliskannya di sebuah kertas dan ini harus diketahui dan ditandatangani oleh dokter. Dengan kata lain, hal tersebut harus didasarkan pada anjuran dokter, karena mereka tahu apa yang anda butuhkan saat alergi anda kambuh.

Tahu Cara Menggunakan Auto Injektor

Anafilaksis umumnya dapat diobati dengan epinefrin (juga dikenal sebagai adrenalin). Epinephrine bekerja paling baik jika disuntikkan dalam beberapa menit setelah reaksi alergi terjadi. Ini akan dengan cepat mengobati pembengkakan tenggorokan, gangguan pernapasan dan tekanan darah rendah yang diakibatkan reaksi alergi tersebut.

Penting bagi anda, keluarga, atau rekan anda untuk belajar menggunakan Epinephrine Auto Injector ini, sehingga pada saat reaksi alergi terjadi pertolongan bisa dengan cepat diberikan dan anda terima. Penundaan penggunaan epinefrin sering kali berakibat fatal bahkan sampai menyebabkan kematian dalam waktu 30-60 menit.

Bawalah epinefrin ini jika anda sedang berpergian atau dimanapun anda berada setiap saat. Pastikan juga lokasi yang hendak anda datangai mudah diakses dan bisa cepat ditemukan oleh orang lain.

Setiap kali anda akan melakukan isi ulang injector anda, setiap anggota keluarga harus selalu meninjau instruksinya. Karena setiap instruksi yang tertera kadang berubah-ubah dan mungkin berbeda antara satu injektor otomatis dan yang lainnya.

Jika anda atau pihak keluarga sulit untuk mengetahui tata cara kerja alat ini, anda bisa melihat tutorialnya melalui video atau juga bisa dengan melihat gambar bagaimana menggunakan injector otomatis tersebut.

Gunakanlah epinefrin anda segera mungkin bila anda langsung mengalami reaksi alergi, seperti:

  • Sulit bernafas
  • Kesulitan menelan
  • Tenggorokan terasa tegang
  • Batuk berulang
  • Denyut nadi lemah
  • Gatal-gatal, ruam, atau pembengkakan pada kulit
  • Muntah, diare, atau sakit perut

Setelah anda sudah memberikan obat epinephrine, segera langsung untuk menghubungi rumah sakit dan biarkan petugas operator mengetahui bahwa epinefrin telah anda gunakan sebelumnya. Hal ini dilakukan agar mereka tahu kadar obat yang harus anda terima, sehingga tidak terjadi over dosis. Pastikan pula anda selalu memakai pita medis atau memiliki kartu dompet anafilaksis yang mencatat alergi, nama dan jumlah kontak darurat anda.

Kesimpulan

Alergi makanan adalah reaksi alergi yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh kita keliru dalam merespon protein yang berasal dari makanan dan menganggapnya sebagai suatu ancaman untuk tubuh. Salah satu reaksi alergi yang muncul bisa berupa rasa gatal dan ruam pada kulit.

Berdasarkan zat pemicu dan jangka waktu munculnya gejala, alergi makanan terbagi menjadi tiga jenis, yaitu imunoglobulin E, non-imunoglobulin E dan gabungan keduanya.

Penderita alergi makanan yang dipicu imunoglobulin E biasanya akan mengalami gejala berupa ruam merah dan gatal di kulit, kesemutan atau gatal di dalam rongga mulut, sulit menelan, dan pembengkakan pada mulut, wajah, serta bagian tubuh lainnya. Ruam pada alergi jenis ini biasanya tampak timbul pada permukaan kulit.

Jika anda atau anak anda mengalami reaksi alergi tidak lama setelah mengkonsumsi makanan tertentu, anda dianjurkan untuk segera menemui dokter. Selain untuk mencegah gejala semakin memburuk, hal itu juga akan mempermudah dokter dalam melakukan diagnosis.

Jika anda, anak anda, atau orang-orang di sekitar anda mengalami gejala anafilaksis atau reaksi alergi yang parah, segeralah bawa ke rumah sakit. Penanganan yang diberikan secepatnya akan meningkatkan peluang penderita untuk selamat.

Meski terdengar sepele, alergi terhadap makanan tidak bisa anda anggap enteng. Jangan pernah korbankan keselamatan anda hanya karena sikap ketidakpedulian anda. Anda harus tahu, bahwa tak harus mengidap penyakit yang parah seperti kanker saja anda bisa khawatir dan rajin memeriksakan diri. Penyakit alergi juga memerlukan perhatian khusus dari anda.

Kanker itu penyebarannya bertahap, jadi butuh waktu sampai akhirnya kanker tersebut merenggut nyawa seseorang. Tapi kalau alergi, di saat reaksinya muncul sesaat anda terpapar makanan tertentu, dalam hitungan beberapa menit saja nyawa anda bisa melayang dibuatnya (khusus untuk jenis alergi akut seperti anafilaksis).

Kalau anda tidak mau hal buruk tersebut menimpa anda ataupun keluarga anda, mulai saat ini anda harus hilangkan sikap ketidak pedulian anda dan cobalah untuk peduli dengan kondisi anda.

Kalau anda bingung harus berbuat apa atau memulainya darimana, salah satu alternastif yang bisa anda lakukan adalah dengan mengikuti beberapa tips yang telah kami jelaskan di atas tadi. Tidak sulit kan? Selagi masih bisa diatasi dengan cara-cara mudah, kenapa anda harus memilih cara yang sulit?

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *