Berikut Cara Jitu Agar Tak Kalap Mata Saat Belanja Online

Mana yang lebih sering Anda lakukan, belanja online lewat ponsel atau beli di tokonya langsung? Zaman sekarang kebanyakan orang mungkin akan menjawab lebih sering belanja online. Nah, ternyata menurut penelitian, pola belanja baru ini justru lebih menguntungkan pedagangnya daripada pembeli.

Di era digital seperti saat ini, kita merasakan kemudahan untuk melakukan berbagai hal hanya dengan menggunakan suatu alat canggih berbekal kemajuan teknologi. Teknologi kini hadir dalam bentuk yang lebih praktis dan bisa digunakan siapa saja untuk melakukan transaksi secara online.

Pasalnya, belanja lewat smartphone membuat pembeli jadi lebih boros dan kalap (lupa diri). Anda pun bisa-bisa membeli lebih banyak barang daripada yang Anda butuhkan atau rela membayar dengan harga yang lebih mahal dari yang seharusnya. Bagaimana bisa? Simak penjelasannya di bawah ini.

Belanja Online Via Smartphone Bikin Orang Lebih Konsumtif

Menurut sebuah penelitian dalam Journal of Retailing and Consumer Services, perangkat yang digunakan untuk belanja bisa memengaruhi gairah belanja Anda.

Penelitian yang dilakukan oleh University of British Columbia ini melakukan survei pada 99 orang. Hasilnya, mereka yang belanja online di laptop atau komputer tanpa layar sentuh (touchscreen) cenderung lebih mampu mengendalikan diri dibandingkan mereka yang belanja di smartphone atau tablet dengan layar sentuh.

Peserta penelitian yang menggunakan perangkat layar sentuh akhirnya membeli beberapa barang atau hal yang sebenarnya tidak begitu diperlukan.

Penelitian ini menggunakan sebuah tes untuk mengukur pola belanja para peserta penelitian. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mereka yang senang belanja online lewat perangkat layar sentuh memiliki pola belanja yang lebih impulsif, yang berarti mereka lebih mudah tergoda dan kalap membeli barang-barang yang mungkin tadinya bukan prioritas.

Sedangkan peserta yang belanja lewat komputer (atau perangkat lainnya yang tidak pakai layar sentuh) cenderung menunjukkan pola belanja yang lebih rasional. Maksudnya, mereka lebih mampu mengendalikan diri dan menahan nafsu belanja kalau barangnya memang tidak diperlukan.

Dari penelitian ini, bisa disimpulkan bahwa orang yang belanja lewat perangkat layar sentuh seperti smartphone punya kecenderungan untuk jadi lebih konsumtif (hanya memakainya saja tidak menghasilkan sendiri).

Barang yang dilihat dan “disentuh” di layar smartphone jadi lebih menarik

Menurut Ying Zhu, seorang dosen pemasaran di University of British Columbia, ada kesenangan tersendiri ketika seseorang belanja online melalui perangkat layar sentuh. Gerakkan atau sentuhan jari pada perangkat layar sentuh mendorong Anda untuk merasakan adanya sensasi atau ikatan emosional terhadap barang-barang tersebut.

Barang yang Anda lihat melalui perangkat layar sentuh akan terlihat lebih menyenangkan dan menarik sehingga Anda akhirnya memutuskan untuk membeli.

Sedangkan waktu belanja lewat perangkat yang tidak pakai layar sentuh seperti laptop atau komputer, Anda akan berpikir secara lebih rasional karena perangkat ini sangat erat kaitannya dengan logika dan pekerjaaan.

Menurut Natasha Sharma, seorang psikoterapis di University of Toronto, ketika Anda secara fisik menyentuh produk di sebuah toko atau department store, besar kemungkinan Anda akan membelinya.

Terutama jika Anda sudah melihat dan menyentuhnya terlalu lama. Ini karena sentuhan yang Anda lakukan bisa memicu emosi positif dan membuat Anda seolah terikat dengan barang tersebut.

Pasalnya, Anda sudah bisa membayangkan seperti apa rasanya kalau barang itu jadi milik Anda dan bisa disentuh kapan pun. Hal ini juga terjadi ketika Anda melihat barang tersebut menggunakan perangkat layar sentuh. Dengan kemudahan teknologi ini, Anda bisa melihat barang tersebut kapan pun dan di mana pun, bahkan bisa lebih sering.

Anda juga akan merasakan sensasi “sentuhan” dengan barang tersebut, meski bukan secara langsung. Secara tidak sadar Anda merasa jadi lebih dekat dengan barang yang Anda klik di layar smartphone. Akibatnya, tentu jadi lebih susah untuk menahan godaan membeli barang-barang di toko online.

Lalu apa yang bisa dilakukan agar tidak lapar mata?

 

Jika Anda termasuk orang yang boros dan mudah kalap, berbelanja langsung di tokonya atau di pusat perbelanjaan jelas lebih aman. Kalau harus pergi ke luar rumah, setidaknya Anda perlu usaha untuk menemukan barang yang ingin Anda beli, membawa barang sampai ke kasir, mengeluarkan dompet, dan membayarnya.

Semua langkah ini memberi waktu bagi otak Anda memproses emosi yang muncul dan keputusan membeli barang. Pertimbangkan juga untuk menghapus aplikasi belanja online Anda. Intinya, semakin banyak usaha yang harus dilakukan sebelum membeli sesuatu, Anda nantinya akan malas juga dan tidak jadi beli.

1. Jangan Follow Terlalu Banyak Brand di Media Sosial

Ada untungnya juga sih follow akun brand tertentu di media sosial, terutama untuk info diskon atau kuis berhadiah. Di sisi lain, lini masa media sosial Anda jadi dipenuhi oleh post marketing, iklan, dan rekomendasi produk dari berbagai brand.

Anda jadi makin susah deh menahan godaan dan jadinya malah tidak update dengan perkembangan brand yang Anda follow karena lini masa yang terlalu penuh.

Agar tidak boros, coba dipilih lagi brand yang benar-benar Anda suka dan produknya Anda gunakan. Atau, Anda juga bisa follow online shop yang memiliki pilihan produk yang lengkap, sehingga Anda tak perlu follow banyak brand untuk mendapatkan penawaran spesial.

2. Pintar Memanfaatkan Sale

Dari Hari Belanja Nasional, midnight sale, year end sale atau end of season sale Anda pasti kalap. Pokoknya kalau sudah berhubungan dengan sale dan diskon, biasanya kita jadi kalap berbelanja. Bukannya menghemat, tabungan malah makin menipis deh.

Untuk memanfaatkan sale dengan cerdas, tentukan anggaran belanja dan buat daftar spesifik barang yang Anda butuhkan. Atau, Anda bisa memanfaatkan fitur “wishlist” agar Anda tidak jalan-jalan dan membeli barang yang tak diperlukan.

3. Atur Feed Pinterest

Anda yang pernah menggunakan Pinterest pasti tahu sendiri kan bagaimana menakjubkannya situs ini, seperti membaca sebuah majalah super menarik dengan isi yang tidak ada habisnya! Sebelum tanpa sadar membeli sesuatu yang tidak Anda perlu (lagi), mulai imbangi feed Pinterest dengan berbagai hal inspiratif seperti tips menghemat pengeluaran, ide mengatur meja kerja atau rekomendasi buku.

4. Sortir Email Promosi

 

Kalau Anda pernah berbelanja di toko online atau marketplace, pasti Anda sesekali akan mendapatkan email promosi dari mereka. Kadang subjeknya sangat menggoda seperti “Sale” atau “70% OFF”. Saat Anda sedang bersantai di waktu luang dan membaca email promosi seperti itu, yakin bisa menahan diri untuk tidak mengintip situsnya dan jadi belanja online?

Agar tidak boros, sebaiknya skip dulu membaca email promosi kalau memang Anda tidak punya waktu atau anggaran lebih untuk berbelanja. Cara jitu lainnya adalah dengan langsung menghapus email tersebut setelah dibaca dan hanya menyimpan email atau menandai email dengan isi promosi yang dibutuhkan.

5. Jangan Teralihkan Rekomendasi

Saat Anda belanja online, biasanya di halaman yang sama akan ditampilkan berbagai produk rekomendasi lain, sehingga kita akan merasa terdorong untuk membeli. Kalau Anda tidak mencari barang tersebut sejak awal, besar kemungkinan Anda juga sebenarnya tidak perlu. Jadi, jangan teralihkan dan tetap disiplin pada anggaran yang sudah ditetapkan. Langsung masukkan produk pilihan Anda ke dalam keranjang belanja dan langsung check out!

Gimana guys, udah tau kan cara aman terhindar dari pemborosan pada saat belanja online? Semoga dengan artikel ini kalian jadi lebih hemat pada saat belanja melalui via online. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *