Unik, Ternyata Setiap Negara Memiliki Cara Yang Berbeda Ketika Menikmati Kopi

Kopi adalah salah satu minuman yang banyak diminati oleh banyak orang. dan bahkan jutaan orang di dunia. Tak hanya oleh pria saja bahkan para wanita juga tak luput dari kegemaran menikmati hangatnya kopi.

Hampir seluruh negara di dunia mampu menghasilkan kopi sendiri, namun karena kebutuhan dan banyaknya peminat kopi di dunia banyak juga negara-negara penghasil kopi mengekspor hasil mereka ke negara lain.

Salah satu negara penghasil dan penjual kopi terbesar di dunia adalah Brazil yang setiap tahunnya sukses menghasilkan kopi sebanyak 2,7 juta ton. Kopi adalah salah satu alternatif minuman yang bisa dinikmati dalam segala suasana.

Berbeda dengan teh yang lebih cocok dinikmati kala santai di rumah, kopi justru banyak disajikan di tempat-tempat khusus seperti kafe. Nah, dari berbagai negara-negara di dunia masing-masing memiliki tradisi dalam menikmati kopi yang tentu saja punya ciri khas dan cara unik tersendiri.

Pada kesempatan kali ini, kami akan mengulas secara lengkap tentang kopi. Tanpa panjang lebar, langsung aja kita simak ulasan di bawah ini.

Sejarah Kopi

Sejarah mencatat bahwa penemuan biji kopi sebagai minuman yang sangat berkhasiat dan berenergi pertama kali ditemukan oleh bangsa Etiopia di Benua Afrika sekitar 3000 tahun yang lalu atau 1000 tahun Sebelum Masehi.

Kopi kemudian terus berkembang hingga sekarang ini dan menjadi salah satu minuman paling populer di dunia. Negara Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya dan kemudian di eksport di berbagai penjuru dunia.

Di samping rasa dan aromanya yang sangat menarik, khasiat kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu dan berbagai penyakit jantung.

Kata kopi sendiri berasal dari bahasa Arab yaitu “Qahwah” yang artinya kekuatan, karena pada awal ditemukan kopi digunakan sebagai makanan berenergi tinggi. Kata Qahwah kemudian diubah menjadi “Kahveh” yang berasal dari bahasa Turki dan kemudian diubah lagi menjadi Koffie.

Dalam bahasa Belanda Penggunaan kata koffie langsung diartikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi kata kopi yang hingga saat ini dikenal dengan nama kopi.

Penemuan biji kopi sekitar tahun 800 Sebelum Masehi ada pendapat lain mengatakan jika tahun 850 Masehi. Pada saat itu, banyak orang di Benua Afrika, terutama orang dari bangsa Etiopia, yang mengonsumsi biji kopi yang dicampurkan dengan lemak hewan dan anggur untuk memenuhi kebutuhan protein dan energi tubuh.

Penemuan kopi sendiri terjadi secara tidak sengaja ketika penggembala bernama Khalid seorang dari Abyssinia. Saat mengamati kawanan kambing gembalaannya yang tetap terjaga bahkan setelah matahari terbenam setelah memakan sejenis buah berry.

Ia pun mencoba memasak dan memakannya. Kebiasaan ini kemudian terus berkembang dan menyebar ke berbagai negara di Afrika, namun metode penyajiannya masih menggunkan metode konvensional.

Barulah beberapa ratus tahun kemudian biji kopi ini dibawa melewati Laut Merah dan tiba di Negara Arab dengan metode penyajian yang jauh lebih maju.

Masuknya Kopi ke Indonesia

Pada era Tanam Paksa atau Cultuurstelsel sekitar tahun 1830-1870 pada masa penjajahan Belanda di Indonesia, pemerintah Belanda membuka sebuah perkebunan komersial pada koloninya di Hindia Belanda, khususnya di pulau Jawa, pulau Sumatera dan sebagian di Indonesia Timur.

Jenis kopi yang dikembangkan di Indonesia adalah kopi jenis Arabika yang didatangkan langsung dari Yaman. Pada awalnya pemerintah Belanda menanam kopi di daerah sekitar Batavia (Jakarta), Sukabumi, Bogor, Mandailing dan Sidikalang. Kopi juga ditanam di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatra, Sulawesi, Timor dan Flores.

Pada permulaan abad ke-20, perkebunan kopi di Indonesia mulai terserang hama, yang hampir memusnahkan seluruh tanaman kopi. Akhirnya pemerintah penjajahan Belanda sempat memutuskan untuk mencoba menggantinya dengan jenis kopi yang lebih kuat terhadap serangan penyakit hama yaitu kopi Liberika dan Ekselsa.

Namun, di daerah Timor dan Flores yang pada saat itu berada di bawah pemerintahan bangsa Portugis tidak terserang hama meskipun jenis kopi yang dibudidayakan disana juga kopi Arabica.

Pemerintah Belanda kemudian menanam kopi Liberika untuk menanggulangi hama tersebut. Varietas ini tidak begitu lama populer dan juga terserang hama.

Kopi Liberika masih dapat ditemui di pulau Jawa, walau jarang ditanam sebagai bahan produksi komersial. Biji kopi Liberika sedikit lebih besar dari biji kopi Arabika dan kopi Robusta.

Sebenarnya, perkebunan kopi ini tidak terserang hama, namun ada revolusi perkebunan dimana buruh perkebunan kopi menebang seluruh perkebunan kopi di Jawa pada khususnya dan di seluruh Indonesia pada umumnya. Tapi saat ini Indonesia menjadi negara penghasil biji kopi terbesar No. 4 di dunia.

Manfaat Kopi

Dalam dunia kedokteran, kafein sering digunakan sebagai perangsang kerja jantung dan meningkatkan produksi urin. Dalam dosis yang rendah kafein dapat berfungsi sebagai bahan pembangkit stamina dan penghilang rasa sakit.

Mekanisme kerja kafein dalam tubuh adalah menyaingi fungsi adenosin (salah satu senyawa yang dalam sel otak bisa membuat orang cepat tertidur).

Dimana kafein itu tidak memperlambat gerak sel-sel tubuh, melainkan kafein akan membalikkan semua kerja adenosin sehingga tubuh tidak lagi mengantuk, tetapi muncul perasaan segar, sedikit gembira, mata terbuka lebar, jantung berdetak lebih kencang, tekanan darah naik, otot-otot berkontraksi dan hati akan melepas gula ke aliran darah yang akan membentuk energi ekstra.

Itulah sebabnya berbagai jenis minuman pembangkit stamina umumnya mengandung kafein sebagai bahan utamanya karena manfaat yang diberikan sangat berpengaruh bagi kesehatan.

Cara Minum Kopi di Berbagai Negara

Setiap negara memiliki cara masing-masing saat mengolah kopi untuk dinikmati. Berikut adalah informasi uniknya cara menikmati kopi dari berbagai negara di dunia, antara lain sebagai berikut:

  • Ethiopia

Salah satu negara dari Benua Hitam ini ternyata juga termasuk salah satu negara dengan produksi kopi terbesar di dunia. Tidak mengherankan jika kopi Ethiopia memiliki cita rasa yang khas dan memiliki perbedaan dengan kopi dari negara lain.

Sebagai penghasil kopi terbesar di dunia, masyarakat di negara ini juga memiliki tradisi menikmati kopi yang cukup unik. Kalau anda termasuk penyuka kopi instan yang praktis tinggal seduh saja, jika anda berlibur ke Ethiopia anda tidak akan menemukan tempat-tempat nongkrong yang menyajikan kopi siap seduh begitu saja.

Bagi anda yang ingin menikmati kopi di Ethiopia artinya anda harus siap menunggu paling lama satu jam. Karena, kopi yang disajikan bagi pengunjung benar-benar melewati proses alamiah seperti mulai dari memanggang biji kopi pilihan, kemudian digiling hingga halus dan ketika sudah benar-benar halus barulah diseduh dengan air panas. Kopi Ethiopia juga sering diseduh dengan campuran rempah-rempah bahkan mentega.

  • Italia

Italia dikenal sebagai negara yang melahirkan salah satu varian kopi yakni espresso. Hingga bisa dipastikan hampir seluruh warga Italia gemar meminum espresso dan kopi yang lain.

Warga Italia mempunyai cara unik untuk menikmati kopi di tengah padatnya rutinitas kegiatan mereka sehari-hari. Seperti misalnya adalah menikmati kopi di kafe atau bar sambil berdiri atau istilah kerennya adalah standing at the bar.

Yup, cara ini memang termasuk cara tradisional yang sudah berkembang sejak zaman dahulu dimana orang-orang Italia banyak melepas penat dengan berkunjung ke kafe atau bar sembari berdiri, mengobrol dengan teman sambil ditemani secangkir kopi. Hampir seluruh tempat-tempat kafe atau bar yang ada di Italia memperbolehkan pengunjungnya menikmati kopi tanpa duduk!

  • Kuba

Bagaimana cara masyarakat dari negara mantan Presiden Fidel Castro menikmati kopi? Kuba juga punya cara cukup unik yang digunakan masyarakatnya untuk menikmati kehangatan kopi.

Masyarakat Kuba terbiasa menyajikan dan menikmati kopi di rumah-rumah bersama keluarga atau teman sembari bersantai di pagi hari, meskipun ada beberapa kafe elegan lain yang menyuguhkan kopi lokal khas Kuba.

Kopi yang biasanya dinikmati warga Kuba adalah kopi jenis “caficito” yakni sejenis espresso namun diseduh bersama dengan gula. Ada juga “coradito” yakni espresso yang diatasnya diberi susu.

Cara penyajiannya pun praktis dan mudah yakni tinggal diseduh kedalam cangkir-cangkir berukuran kecil khas Kuba.

  • Meksiko

Setelah berkelana ke daerah Ethiopia hingga Kuba, mari kita tengok cara unik masyarakat dari negara Meksiko kala menikmati kopi. Negara yang identik dengan topi sombreronya ini ternyata memiliki kebiasaan unik dalam mencampuri seduhan kopinya.

Jika orang-orang kebanyakan mencampur kopi dengan susu atau tambahan sedikit gula, berbeda dengan orang Meksiko yang lebih senang menyeduh kopi disertai dengan gula merah mentah piloncillo yang memiliki cita rasa seperti karamel dan atau kayu manis.

Namun sebelum diseduh, warga Meksiko lebih suka menyaringnya terlebih dahulu dengan saringan katun yang tipis hingga cita rasa kandungan kopinya lebih kuat.

Salah satu kopi lokal yang terkenal di negara Meksiko adalah Cafe de Olla yang seringkali disajikan dengan cara tradisional yakni dalam pot tanah asli dari tanah liat.

  • Kanada

Minuman kopi lebih sering disajikan dan dinikmati masih panas atau setidaknya hangat karena selain enak, kandungan kafein di dalamnya mampu membuat efek rileks bagi siapa saja yang meminumnya.

Namun ,tahukah anda bahwa kebiasaan orang Kanada sedikit berbeda dengan masyarakat dari negara lain. Warga Kanada sangat menggandrungi kopi jenis “Traditional Hot Brewed” yang dimodifikasi penyajiannya menjadi dingin yakni “Traditional Cold Brewed.”

Mereka percaya bahwa cita rasa baru hasil modifikasi ini lebih enak sehingga menjadi jenis kopi favorit baru di kalangan masyarakat negara Kanada.

Sajian kopi dingin ini seolah menjadi saingan lain dari minuman-minuman lain seperti bir yang juga sering dikonsumsi dengan kondisi dingin.

Saking gandrungnya warga Kanada terhadap kopi hingga menjadikan negara ini menduduki peringkat satu sebagai negara paling banyak mengkonsumsi kopi di wilayah Amerika Utara.

  • Indonesia

Bagaimana dengan Indonesia? Mungkin warga Indonesia termasuk yang paling sederhana dan tidak ribet dalam hal meminum kopi. Sebagai negara yang mampu secara mandiri memproduksi kopinya sendiri tentu masyarakatnya juga ditawarkan puluhan cara meminum kopi mulai dari instan sampai yang paling rumit, dari jenis kopi yang sederhana hingga yang mewah, dari harga yang sangat murah sampai yang paling mahal seperti kopi luwak semuanya tersedia di Indonesia.

Begitu banyak tempat-tempat makan atau kafe yang pas dan menarik untuk dijadikan sarana ngopi namun tak ada yang bisa menyaingi sensasi minum kopi dipinggir jalan ditemani sepiring gorengan hangat. Benar tidak? Mungkin tradisi ini tak akan pernah hilang mengingat karakteristik orang Indonesia yang membumi.

Mengkonsumsi kopi tidaklah berbahaya, namun jangan sampai lupa untuk selalu sadar dengan kondisi kesehatan tubuh sampai batas mana dan sesering apa boleh mengkonsumsi kopi.

Karena jangan sampai rutinitas sederhana anda bisa menimbulkan efek berbahaya untuk kesehatan hanya karena terlalu sering meminumnya, Dari sekian banyak cara unik dan tradisi menikmati kopi dari beberapa negara diatas, manakah yang menurut sahabatanehdidunia.com paling unik dan ingin kalian coba?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *