Stop Pakai Tusuk Gigi Saat Selilitan, Gunakan Cara Ini Sebagai Penggantinya

Siapa diantara anda yang selesai makan langsung membersihkan sisa makanan dengan tusuk gigi? Banyak dari kita yang masih suka menggunakan tusuk gigi setelah makan untuk menghilangkan berbagai sisa makanan atau selilitan yang sangat mengganggu di sela-sela gigi. Meskipun memang cukup efektif untuk mengangkat berbagai sisa makanan tersebut, pakar kesehatan ternyata menyebut penggunaan tusuk gigi ini kurang baik bagi kesehatan gigi dan mulut.

Pakar kesehatan gigi menyebutkan jika dibalik kenikmatan saat menggunakan tusuk gigi, kita ternyata bisa meningkatkan resiko terkena masalah kesehatan pada gusi. Bagaimana tidak, ujung tusuk gigi yang cenderung runcing ini ternyata tidak sesuai dengan anatomi gigi dan gusi sehingga bisa dengan mudah memicu luka atau pendarahan pada gusi.

Berdasarkan hasil penelitian yang dipublikasikan dalam British Dental Journal, diketahui bahwa penggunaan tusuk gigi juga bisa berdampak buruk bagi kesehatan gigi. Tanpa kita sadari, penggunaan tusuk gigi ini bisa membuat tatanan gigi melebar dan melonggar. Jika kita terlalu sering melakukannya, maka kita juga akan lebih mudah mengalami iritasi, trauma hingga epulis.

Epulis sendiri adalah sebuah kondisi dimana diantara celah gigi terdapat benjolan kecil. Meskipun tidak menimbulkan rasa sakit, benjolan epulis ini ternyata bisa cukup mengganggu dan bahkan berdarah. Tapi jangan khawatir karena ada cara ampuh untuk membersihkan sisa makanan dari gigi kamu. Untuk lebih jelasnya, langsung saja kita simak di bawah ini.

Sejarah penemuan tusuk gigi

Charles Forster benar-benar seorang pelaku marketing yang cerdas. Saking cerdasnya, dia kerap disebut sebagai tenaga marketing yang bisa sukses menjual daging sapi kepada kaum vegetarian. Tentu ini hanya sekadar perumpamaan, karena kaum vegetarian tidaklah mengonsumsi daging. Perumpamaan ini dibuat untuk menunjukkan bahwa Forster mampu menjual sesuatu yang tidak bisa orang lain jual.

Pria kelahiran Charlestown, Massachusetts, tahun 1826 ini tumbuh di keluarga aristokrat Inggris. Di masa remaja, dia bekerja dengan pamannya yang menjalankan bisnis ekspor dan impor di Brazil. Saat tinggal di Brazil itulah kecerdasan marketingnya terasah. Saat itu dia melihat kebanyakan gigi penduduk asli Brazil terlihat sangat rapi.

Selidik punya selidik, dia menemukan alasan yang membuat gigi penduduk Brazil tertata rapi. Saat itu, warga Brazil biasa menggunakan tusuk gigi kayu yang dibuat secara manual. Sementara di tempat lain, saat itu tusuk gigi masih terbuat dari logam.

Benda kecil yang berfungsi untuk membersihkan sela-sela gigi ini memang sudah dikenal dari era prasejarah. Banyak bukti menunjukkan saat itu, manusia menggunakan ranting untuk membersihkan gigi. Pada era perunggu, menurut situs nucleartoothpicks.com, tusuk gigi dibuat lebih rapi dengan bahan logam, tapi prosesnya masih manual dan belum dikomersialkan.

Setelah terinspirasi kebiasaan warga Brazil, Forster kemudian melihat bahwa tusuk gigi kayu memberinya peluang bisnis yang sangat menjanjikan. Dari situ dia lantas berpikir untuk bisa membuat tusuk gigi kayu dalam jumlah banyak dan dalam waktu singkat. Akhirnya Forster sampai pada pemikiran untuk membuat mesin pembuat tusuk gigi kayu. Saat itu memang revolusi industri sedang mencapai momentum terbaik.

Forster bukanlah seorang insinyur mesin yang bisa melakukannya sendiri. Tapi dialah pemegang paten pertama untuk proses pembuatan tusuk gigi kayu. Forster merangkul ahli mesin asal Boston, Benjamin Franklin Sturtevant, yang sebelumnya telah membuat mesin pembuat sepatu yang alas bawahnya berbahan kayu.

Dengan mesin buatan Benjamin inilah Forster berhasil memproduksi tusuk gigi kayu dalam jumlah banyak. Di tahun 1870, dia mampu memproduksi jutaan tusuk gigi kayu dalam satu hari. Yang jadi masalah kemudian adalah daya serap pasar yang masih terbatas di Boston. Saat itu, jumlah tusuk gigi kayu yang bisa dijual di Boston masih sangat terbatas.

Untuk mengatasi problem tersebut, dia mulai menitipkan tusuk gigi buatannya di toko-toko eceran. Pemilik toko hanya membayar tusuk gigi yang laku terjual. Cara seperti ini bisa sedikit mendongkrak penjualan tusuk giginya.

Kemudian Forster menempuh cara lain untuk mendongkrak penjualan tusuk giginya. Dia meyakinkan kepada pemilik restoran bahwa tusuk gigi bisa menjadi bagian dari layanan yang bisa menarik konsumen. Bersamaan dengan itu dia menyewa beberapa orang untuk makan di restoran-restoran. Setelah makan, orang yang disewa ini wajib menanyakan tusuk gigi kepada pemilik restoran.

Dengan cara ini, pemilik restoran menjadi percaya bahwa tusuk gigi merupakan layanan yang harus diberikan kepada konsumen. Dari sinilah kemudian para pemilik restoran merasa perlu untuk membeli tusuk gigi kepada Forster.

Mulai saat itulah tusuk gigi menjadi bagian dari “gaya hidup” konsumen restoran. Penggunaan tusuk gigi pun lantas menjadi sangat populer. Dalam waktu yang singkat, pasar tusuk gigi buatan Forster langsung meluas ke berbagai negara. Dari sinilah kemudian tusuk gigi benar-benar terbukti bisa menjadi bisnis besar hingga sekarang.

Apa bahaya tusuk gigi untuk kesehatan?

Berikut beberapa bahaya tusuk gigi yang mungkin timbul kalau Anda keseringan pakai tusuk gigi untuk membersihkan makanan yang terselip di gigi, antara lain sebagai berikut:

1. Menyebabkan gusi berdarah

Ketika Anda terus membersihkan sisa makanan di sela-sela gigi untuk menghilangkan bagian makanan yang tertinggal, hal itu akan menyebabkan perdarahan pada area gusi. Pasalnya ujung tusuk gigi yang tajam bisa menimbulkan luka di gusi yang merupakan jaringan lunak di dalam mulut yang tentunya sangat rawan, Bahkan, jika kebiasaan ini sering Anda lakukan maka lama kelamaan akan menyebabkan kerusakan pada seluruh bagian gigi.

2. Infeksi gusi

Jika digunakan hanya sesekali dan dalam keadaan yang benar-benar darurat, tusuk gigi boleh saja digunakan dan mungkin masih aman. Namun jika Anda menggunakannya hampir disetiap selesai makan, tidak hanya merusak gigi, namun juga gusi. Nah, apabila tidak segera di obati dan ditangani dengan baik, maka dapat menyebabkan penyakit gusi yang parah. Di antaranya, radang gusi (gingivitis) dan periodontis (yang terjadi saat gingivitis dibiarkan dan sudah semakin parah).

3. Ruang antar gigi

Bahaya yang ini sangat mungkin terjadi jika Anda sering membersihkan makanan yang menyelip di sela-sela gigi yang sama. Lambat laun kondisi ini akan menciptakan ruang yang lebih besar dan lebar antara satu gigi dengan gigi sebelah. Nah, inilah yang justru akan lebih memperburuk kondisi. Pasalnya ada kemungkinan makanan yang lebih besar bisa sering menyangkut di sana karena kerapatan gigi Anda sudah berkurang.

4. Penurunan gusi

Selain bisa membuat gigi meregang, nyatanya penggunaan tusuk gigi untuk membersihkan sisa-sisa makanan juga akan menyebabkan kerusakan pada gusi. Tepatnya bisa merubah posisi gusi yang akan bergerak turun dari posisi sebenarnya. Jika dibiarkan, ini akan menyebabkan kerusakan pada akar gigi juga. Apabila ini terjadi, tentu saja ini akan menimbulkan rasa sakit yang luar biasa.

5. Merusak enamel gigi

Tanpa disadari kebiasaan menggunakan tusuk gigi juga bisa merusak enamel gigi. Enamel gigi adalah permukaan paling keras dari tubuh manusia dan juga merupakan lapisan terluar dari gigi yang melindungi jaringan di bawahnya yang terdiri dari dentin dan pulpa. Enamel gigi yang rusak menyebabkan gigi mudah berubah warna karena enamel telah hilang dan dentin terpapar udara luar.

Tepian gigi depan juga mungkin terlihat transparan karenanya. Selain itu, enamel yang terkikis menyebabkan gigi jadi sensitif. Menggunakan tusuk gigi untuk membersihkan gigi pada dasarnya sangat tidak disarankan karena dapat menimbulkan bahaya bagi gigi serta gusi. Sebagai alternatif untuk membersihkan sisa-sisa makanan di gusi ataupun gigi Anda bisa menggunakan sikat gigi ataupun berkumur dengan air.

Cara aman bersihkan gigi tanpa tusuk gigi

Ada banyak cara aman untuk mengeluarkan sisa makanan yang terselip di gigi tanpa menggunakan tusuk gigi. Simak baik-baik ya, siapa tahu suatu saat kamu mengalaminya, caranya sebagai berikut:

Kumur-kumur pakai air putih – Minum air putih dan berkumur-kumur dengan tekanan yang kuat juga bisa jadi pilihan saat kamu selilitan (sisa makanan yang tersangkut diantara gigi) namun tak menemukan tusuk gigi. Jika sisa makanan yang nyelip tak terlalu sulit dikeluarkan, cara ini bisa dilakukan. Tapi, jika yang terjadi sebaliknya, kamu perlu mencoba cara lain karena kumur saja kadang belum cukup.

  • Makan sayuran yang teksturnya crunchy – Sayuran yang dimaksud adalah sayuran mentah yang tidak lembek. Kamu bisa memilih timun, kubis atau wortel mentah. Teksturnya yang keras dan renyah berfungsi untuk membantu mengeluarkan sisa makanan yang nyelip di sela-sela gigi. Kalau pakai trik ini, orang nggak akan tahu bahwa sebenarnya kamu sedang berusaha keras mengeluarkan sisa makanan. Mereka paling hanya keheranan mengapa tiba-tiba kamu makan sayuran banyak sekali. Hahaha
  • Gunakan sedotan – Kamu juga bisa menggunakan sedotan dengan cara dipipihkan, kemudian bagian ujungnya bisa kamu gunakan sebagai tusuk gigi. Cara ini bisa dibilang cukup ampuh mengingat sedotan bahannya kaku dan ujungnya tajam. Tapi, jangan sering-sering melakukan kebiasaan ini, ya. Selain nggak sopan, bagian ujung sedotan yang kamu gunakan belum tentu terjamin kebersihannya.
  • Pura-pura ke toilet sambil membawa garpu – Ya, bisa juga kamu ke toilet sambil diam-diam bawa garpu. Kalau ingin sambil bercermin di depan wastafel, jangan lupa untuk lihat keadaan sekitar siapa tahu ada orang yang malah ingin tertawa melihat tingkahmu. Perhatikan juga caranya karena jika teralu kasar, justru bisa berbahaya seperti menggunakan tusuk gigi. Tapi, kalau garpu dirasa terlalu kebesaran, kamu bisa coba poin berikutnya.
  • Melipat kertas – Kamu bisa menyobek kertas dari buku agenda atau block note yang kamu bawa. Lipat menjadi segitiga kecil dan mengerucut pada bagian ujung dan jadikan tusuk gigi darurat. Pastikan juga kertasnya bersih dan bukan bekas. Pokoknya kalau buat gigi harus tertib dan hati-hati banget deh!
  • Pakai kuku sendiri – Kamu bisa menggunakan kukumu sebagai jurus untuk menghilangkan selilitan. Namun, perhatikan juga kebersihan dari kuku dan tanganmu. Dan pastikan juga kukumu panjang karena kalau pendek sama saja tak bisa digunakan.
  • Terakhir, bawalah dental floss – Nggak ada salahnya mulai sekarang kamu rajin membawa dental floss kemana pun kamu pergi. Banyak orang yang menganggap barang kecil ini nggak berguna, padahal bisa sangat membantu jika digunakan untuk membersihkan sisa makanan yang terselip di gigi. Bahkan jauh lebih aman dibandingkan dengan menggunakan tusuk gigi.

Karena ternyata, penggunaan tusuk gigi dapat menimbulkan beberapa kerugian seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya seperti gusi akan menjadi berdarah karena tertusuk, rusaknya jaringan gusi yang ada di sela-sela gigi dan akhirnya jadi semakin lebar area sela-sela gigi dan makanan akan jadi sering terselip di sana. Jadi, penggunaan cara tadi mungkin bisa mengindari anda dari semua masalah dari penyakit gigi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *