Mengapa Kita Tidak Boleh Menyimpan Cokelat di Kulkas? Berikut Penjelasannya

Cokelat merupakan jenis makanan yang hampir diminati oleh masyarakat dunia. Rasanya yang manis dan teksturnya yang lembut membuat siapa saja yang melihatnya ingin langsung memasukkan camilan ini ke dalam mulut dan kemudian mengunyahnya.

Pada umumya, cokelat dikenal sebagai makanan yang sering dijadikan sebagai camilan atau makanan ringan, yang terbuat dari olahan biji kakao (Theobroma cacao).

Cokelat pertama kali dikonsumsi oleh penduduk Mesoamerika kuno sebagai minuman. Dahulu, olahan makanan atau minuman ini dipercaya hanya bisa dikonsumsi oleh kalangan para bangsawan.

Untunglah saat ini peraturan tersebut sudah tidak berlaku lagi. Jadi seluruh kalangan masyarakat bisa mencicipinya tanpa harus ada pembedaan atara si miskin dan si kaya.

Kebiasaan Menyimpan Cokelat di Lemari Pendingin

Di dunia ini ada banyak sekali jenis olahan cokelat yang bisa anda temukan di sekitar anda. Bahkan bisa dibilang kalau setiap negara memiliki jenis cokelat yang berbeda-beda dan pastinya rasanya juga tidak sama. Beberapa ada yang diolah atau digunakan sebagai bahan campuran untuk membuat kue, puding dan berbagai jenis penganan yang lainnya.

Beberapa orang berpendapat kalau olahan cokelat jauh lebih lezat dibandingkan dengan cokelat yang masih dalam bentuk batangan (belum diolah menjadi makanan atau minuman tertentu). Tapi ada juga yang sebaliknya. Kalau anda sendiri termasuk yang mana nih?

Selagi anda memikirkan apa yang menjadi pilihan anda, ada sebuah informasi yang juga tak kalah pentingnya, yang harus anda ketahui, yaitu mengenai kebiasaan anda yang suka menyimpan cokelat di lemari pendingin atau yang lebih dikenal dengan sebutan kulkas.

Tahukah anda kalau kebiasaan yang anda lakukan tersebut selama ini adalah tindakan yang salah? Mungkin masih banyak di antara anda sekalian yang masih mengabaikan hal peringatan ini.

Jika hingga saat ini anda masih berpikir bahwa menyimpan makanan manis ini di kulkas itu bukanlah sesuatu yang salah, setelah membaca artikel ini mungkin anda akan mengubah pola pikir tersebut.

Sebenarnya pertanyaan mengenai boleh tidaknya menaruh cokelat di lemari pendingin bukan lagi sebuah pertanyaan yang baru. Akan tetapi, belum semua orang mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut.

Larangan Untuk Tidak Menaruh Cokelat di Kulkas

Menurut salah seorang peneliti cokelat, kebiasaan atau perlakuan pada cokelat yang tadi disebutkan di atas dinilai salah atau tidak benar.

Pakar sekaligus peneliti yang berbasis di Selandia Baru, yang bernama Luke Owen Smith tersebut mengatakan bahwa meskipun pada cuaca terik sekalipum, sangat penting untuk menghindari penyimpanan cokelat di dalam lemari es dengan segala macam cara.

Menurutnya, cokelat yang tersimpan di dalam kulkas cenderung akan menjadi kusam atau pudar dan rasanya juga akan ikut berubah.

Itulah sebabnya mengapa anda harus menyimpannya di tempat yang sejuk, gelap dan kering. Tapi jika ternyata cokelat tadi mulai mencair atau permukaannya menjadi lunak (tidak padat lagi), anda tetap saja tidak boleh menaruhnya di kulkas.

Anda hanya perlu meletakkannya di dalam wadah peti es yang tertutup, kemudian menaruhnya di ruangan dengan suhu kamar jika anda memang belum berniat untuk memakan atau menghabiskan cokelat tersebut.

Ahli keamanan makanan terkemuka, yaitu Belinda Stuart-Moonlight, mengatakan bahwa alasan lain mengapa cokelat tidak boleh didinginkan adalah karena bisa menyebabkan ‘gula mekar’ atau sugar bloom.

Sugar bloom  terdiri dari lapisan cokelat yang kasar dan tidak beraturan. Hal tersebut diakibatkan oleh proses kondensasi (perubahan wujud zat), yang bisa terjadi saat cokelat diambil dari dalam kulkas, yang kemudian akan membentuk uap air di atasnya.

Air dari hasil kondensasi inilah yang akan melarutkan gula yang terdapat di dalam cokelat tersebut. Kemudian saat air menguap, gula akan tetap berada di permukaan cokelat dalam bentuk kristal besar yang tidak beraturan. Sebagai akibatnya, peristiwa ini akan menciptakan tampilan yang tidak bagus pada cokelat.

Hal lainnya yang bisa terjadi adalah cokelat yang didinginkan akan menyerap bau-bauan yang ada di dalam pendingin tersebut, sehingga membuatnya berbau dan menjadi kurang enak saat dimakan. Sebenarnya, cokelat jauh lebih nikmat saat dimakan pada suhu yang kamar.

Akan tetapi, untuk hal ini ada sebuah pengecualin untuk cokelat yang didalamnya berisi krim. Untuk jenis yang satu ini, pendinginan merupakan hal yang dibutuhkan.

Cara Terbaik Untuk Menyimpan Cokelat

Seorang ahli cokelat, yang bernama Luke Owen Smith mengatakan, tindakan menyimpan cokelat di dalam kulkas harus segera dihentikan. Menurutnya, cokelat seharusnya tidak pernah disimpan di lemari es, bahkan saat cuaca hangat sekalipun.

Jika sampai saat ini masih ada diantara anda yang merasa bingung tentang tata cara menyimpan cokelat yang benar dan masih saja melakukan kebiasaan menaruhnya di dalam pendingin, sebaiknya anda membaca informasi yang kami sajikan di bawah ini.

Kalau di atas tadi sudah dijelaskan alasan mengapa anda tidak diperbolehkan untuk melakukannya, sekarang saatnya anda mengetahui bagaimana cara yang tepat menyimpan cokelat dan berbagai olahannya. Anda semua harus tahu kalu tidak semua jenis cokelat bisa diberlakukan cara yang sama dalam hal penyimpanannya.

Adapun cara untuk menyimpan atau menaruh cokelat yang benar tersebut antara lain:

1. Coklat Bar atau Coklat Batangan

Cokelat bar atau batang adalah jenis  coklat yang umumnya memiliki bentuk persegi panjang, yang membedakannya dari cokelat kebanyakan, yang diproduksi untuk penggunaan komersial, atau coklat yang dibagi secara individual, seperti pasteli, bon dan truffle.

Di dalam istilah bahasa inggrisnya, cokelat batang mengacu pada camilan atau makanan ringan berbentuk persegi, yang dilapisi dengan atau secara substansial terdiri dari cokelat, namun mengandung jenis bahan yang lainnya.

Cokelat bar berbentuk padat ini pertama kali diproduksi oleh Fry’s of Bristol, Inggris pada tahun 1847, yang kemudian diproduksi secara massal sebagai Fry’s Chocolate Cream pada tahun 1866.

Cokelat bar dibuat secara eksklusif dari coklat yang mengandung beberapa komponen lain, seperti bubuk coklat padat, mentega kakao, gula dan susu.

Ada tidaknya bahan penambah atau pelengkap tersebut akan menjadi penentu dari sub-kelas atau pembagian jenisnya, yang terdiri dari coklat hitam, coklat susu dan coklat putih.

Selain bahan utama, cokelat bar juga mengandung perasa seperti vanila dan pengemulsi seperti lesitin kedelai untuk mengubah konsistensinya. Meskipun vanilla adalah bumbu yang paling umum digunakan dalam pembuatannya, namun ada banyak rasa lainnya yang bisa ditambahkan jika diperlukan, termasuk mint, orange dan kopi.

  • Cara penyimpanan

Untuk cokelat padat seperti ini, anda harus menyimpannya antara 15C (60F) dan 21.1C (70F). Temperatur tersebut merupakan suhu pada ruangan yang sejuk. Simpan jauh dari sinar matahari, karena bisa membuatnya meleleh. Lemari atau pantry adalah tempat yang ideal untuk dijadikan sebagai tempat penyimpanan.

Jika suhu di dapur anda terlalu panas, anda bisa menyimpannya di lemari es, tapi pastikan anda sudah membungkusnya dengan kencang untuk mencegah bau masuk kedalam dan mempengaruhi rasanya atau untuk mencegah terjadinya kerusakan tekstur.

2. Chocolate Chip

Chocolate Chip adalah potongan kecil coklat yang manis, yang biasanya digunakan sebagai bahan pelengkap dari sejumlah makanan pencuci mulut (terutama untuk cookies dan kue muffin cokelat).

Mereka sering diproduksi sebagai teardrop atau berbentuk seperti “tetesan air mata” dengan dasar datar yang melingkar. Selain itu, ada juga beberapa jenis chocolate chip lainnya yang berbentuk balok persegi panjang atau persegi. Mereka tersedia dalam berbagai ukuran, biasanya berdiameter kurang dari 10 milimeter (0,39 in).

  • Cara Menyimpan Chocolate Chip

Cokelat chip umumnya mengandung sedikit cocoa butter yang lebih sedikit dari coklat biasa. Oleh karena itu, tak heran jika jenis cokelat ini tahan terhadap suhu yang lebih tinggi.

Tapi walaupun demikian, akan jauh lebih baik jika tetap meletakkannya di tempat yang tepat. Paling baik disimpan pada suhu yang sama seperti dengan cokelat bar dan di tempat yang sama gelapnya. Jauhkan mereka dari sinar matahari dan pastikan tempat anda menyimpannya tertutup dengan rapat.

3. Cokelat Truffle 

Cokelat Truffle merupakan jenis cokelat gula, yang dibuat secara tradisional dengan chocolate ganache yang dilapisi dengan cokelat, gula icing, coklat bubuk atau kacang cincang panggang (biasanya hazelnut , almond atau kelapa ), biasanya dalam bentuk bola, kerucut, atau bentuk melengkung.

Selain menggunakan ganache, beberapa bahan lainnya juga bisa digunakan sebagai pengganti, misalnya seperti: cream , cokelat cair, karamel , kacang-kacangan, berbagai macam buah-buahan, nougat, fudge atau permen, mint, chocolate chips, marshmallow dan yang paling populer adalah liqueur.

Nama cokelat ini dibuat berdasarkan bentuk umumnya, yaitu ‘truffle’ (bahasa latin), yang kalau diartikan menjadi “bengkak” atau “benjolan”.

  • Tempat Penyimpanan Yang Sesuai

Untuk jenis yang satu ini, para penjual atau toko yang menjualnya biasanya akan menyimpan mereka pada suhu kamar yang dingin, jauh dari sinar matahari, atau lebih tepatnya di dalam pantry yang gelap.

Tapi jika anda membuatnya sendiri menggunakan krim segar, maka anda perlu menyimpannya di dalam wadah kedap udara di dalam lemari es.

4. Bubuk kakao

Bubuk kakao merupakan jenis cokelat yang memiliki kadar antioksidan yang paling tinggi, serta kandungan gula yang rendah. Bubuk ini merupakan bahan yang biasa digunakan di dalam pembuatan kue, es krim, makanan ringan, susu dan lain-lain.

Kakao dianggap sebagai sumber antioksidan dan magnesium tertinggi dari semua makanan. Bubuk tersebut telah digunakan oleh seluruh budaya selama bertahun-tahun untuk tujuan kesehatan dan bahkan digunakan sebagai komoditas perdagangan yang tinggi.

  • Cara Menyimpannya

Cara yang tepat untuk menyimpan bubuk cokelat adalah meletakkannya di tempat sejuk dan gelap pada suhu kamar. Inilah suhu dan tempat terbaik untuk bubuk kakao. Bukan hanya itu, anda juga perlu menyimpannya di dalam wadah yang kedap udara dan jangan menyimpannya di lemari es, karena dapat merusaknya.

Kerusakan tersebut terjadi saat bubuk yang masih dalam keadaan dingin kemudian terkena udara yang lebih hangat. Hal itu akan menyebabkan kondensasi di permukaan, melarutkan beberapa gula, yang rekristalisasi sebagai lapisan putih kasar.

Selain keempat jenis cokelat di atas, sebenarnya masih banyak jenis-jenis cokelat lainnya, yang juga membutuhkan perlakuan penyimpanan yang benar. Keempat jenis yang kami jelaskan di atas hanyalah untuk memberikan contoh saja. Anda bisa mencari contoh-contoh yang lain jika anda mau.

Tapi paling tidak setelah membaca informasi ini, pengetahuan anda bisa semakin bertambah dan anda tahu kalau kebiasaan menyimpan cokelat di kulkas merupakan tindakan yang kurang tepat.

Kesimpulan

Cokelat yang pada umumnya mengandung mentega (cocoa butter), seperti misalnya cokelat batangan diketahui sangat mudah meleleh jika berada di suhu panas. Tak heran jika banyak penggemar yang akhirnya memilih untuk menyimpan camilan manis ini di dalam kulkas.

Tak disangka ternyata tindakan tersebut merupakan kebiasaan yang salah. Menaruh cokelat di pendingin malah memiliki efek yang buruk untuk cokelat, diantaranya seperti merusak teksturnya serta membuat tampilannya menjadi tidak cantik lagi (menjadi kusam), berbau dan rasanya pun menjadi tidak enak.

Adapun tempat terbaik untuk menyimpannya adalah pada suhu ruangan, lemari yang sejuk dan gelap, dengan suhu sekitar 10 derajat sampai 20 derajat celcius.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *