Kenapa Saat Menguap Air Mata Kita Selalu Keluar? Berikut Penjelasannya

Tidak ada satu manusia pun yang tak pernah mengeluarkan air mata, karena sejak kita dilahirkan saja kita sudah mengeluarkan air mata tanda bahwa ketika dilahirkan kita hanya bisa berkomunikasi dengan orangtuanya melalui tangisan saja.

Bicara mengenai air mata, apa hanya melalui tangisan saja air mata baru bisa keluar? Jawaban sudah pasti tidak! Saat kita tertawa terpingkal-pingkal secara otomatis air mata akan keluar dengan sendirinya.

Adapun contoh lainnya adalah saat mengiris bawang, mata kemasukan sesuatu bahkan saat menguap sadar atau tidak selama ini kita sering kali mengeluarkan air mata pada saaat menguap. Pada kesempatan kali ini akan kita bahas mengapa air mata bisa keluar saat kita selesai menguap.

Memang, air mata yang keluar tidak terlalu banyak dalam sekali menguap. Tapi, jika kita sedang ngantuk berat dan berkali-kali menguap, inilah nantinya yang akan menyebabkan air mata yang keluar dari mata sangat banyak. Lalu, apa yang menyebabkan kita mengeluarkan air mata saat menguap? Berikut penjelasannya.

Pengertian dari Menguap

Menguap adalah suatu aktivitas yang menarik nafas dalam-dalam melalui mulut secara reflek dan tanpa disengaja. kita disarankan untuk menutup mulut dengan tangan kiri atau punggung kiri kita saat menguap. hal ini disebabkan karena mulut bukanlah organ tubuh kita yang disiapkan untuk menyaring udara seperti hidung. menguap sering kita alami saat kita dalam keadaan mengantuk atau pusing, lesu, bosan, dan orang yang sedang menghadapi kematian.

Alasan mengapa menguap sering terjadi pada orang yang sedang menghadapi kematian karena saat kita menguap mulut kita dalam keadaan terbuka sehingga berbagai jenis ikroba, debu maupun kutu bisa masuk kedalam tubuh kita. itu mengapa disaranan untuk menutup mulut dengan tangan kiri atau punggung kiri.

Menurut Mohammad bin Ismail as-Shan’ani didalam bukunya Subulus Salaam bahwa “Menguap dikatakan termasuk perbuatan syaitan, kerana dia keluar dari akibat kekenyangan atau kemalasan dan kedua hal tersebut perbuatan ini termasuk perkara-perkara yang disukai syaitan”

Apa yang Menyebabkan Kita Menguap?

Beberapa hipotesis muncul untuk menjelaskan alasan kita menguap, namun para ahli masih belum menemukan kesepakatan tentang fenomena ini. Salah satu penjelasan yang paling sering disampaikan adalah bahwa menguap membantu menarik sejumlah besar udara untuk meningkatkan tekanan darah, detak jantung dan kandungan oksigen dalam darah. Perubahan fisiologis ini meningkatkan fungsi motorik dan kewaspadaan kita, membantu kita bangun saat kita merasa lelah atau bosan.

Namun, pada tahun 2010 lalu, jurnal Neuroscience and Biobehavioral Reviews menampilkan penelitian yang menunjukkan bukti yang melemahkan penjelasan fisiologi soal menguap, termasuk hipotesis soal meningkatnya gairah (peningkatan aktivitas otak untuk menjaga kita tetap terjaga).

Ide menarik tentang alasan menguap yang muncul beberapa tahun terakhir melalui hipotesis hipertermia. Menguap diketahui membantu mendinginkan otak kita.

Pada tahun 2007 sebelumnya, ditemukan juga bahwa ketika menempelkan kemasan hangat atau dingin di dahi mempengaruhi seberapa sering orang menguap saat menonton video yang menampilkan orang lain menguap. Ternyata kemasan yang dingin mengurangi penguapan.

Sebagai tambahan untuk menguatkan hipotesis hipertermia tersebut, peneliti juga mengungkapkan bahwa tikus menunjukkan peningkatan aktivitas otak sebelum menguap dan orang cenderung menguap saat udara di sekitarnya dingin.

Beberapa peneliti sosial melihat menguap terkait dengan mimikri dan empati. Orang kerap tertawa saat orang lain tertawa, tersenyum saat yang lain tersenyum dan cemberut saat orang lain cemberut.

Penelitian menunjukkan bahwa orang dengan tingkat empati tinggi cenderung untuk lebih mudah tertular saat melihat orang lain menguap. Sedangkan anak penyandang autisme tidak mengalami hal yang serupa.

Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang lebih dekat secara genetik dan emosional cenderung lebih mudah menguap saat saudara atau teman dekatnya menguap. Hal ini diduga karena adanya ikatan empati yang kuat di antara mereka.

Penyebab Keluarnya Air Mata Ketika Menguap

Jika kita menguap, maka secara otomatis kelenjar mata akan megeluarkan cairan yang lebih banyak. Itu dikarenakan, pada saat kita menguap terjadi penutupan kelopak mata disertai tekanan dan ada beberapa otot wajah yang bergerak, salah satunya yaitu otot-otot yang ada disekitar mata kita.

Gerakan otot tersebut akan menyebabkan tekanan pada kelenjar air mata dan menimbulkan gerakan seperti memeras kelopak mata. Akibat dari adanya tekanan dan gerakan tersebut, secara otomatis kelenjar air mata akan mengakibatkan kelenjar air mata yang lebih banyak berproduksi dan mensekresikan air mata yang dapat keluar setelah kita menguap.

Belum ada jawaban pasti mengapa manusia bisa menguap. Karena selama ini yang kita ketahui yaitu bahwa manusia menguap karena lelah, bosan dan mengantuk. Tapi, tidak ada bukti yang kuat untuk jawaban tersebut.

Tapi ada penjelasan yang lebih masuk akal tentang hal tersebut. Kita menguap karena kandungan oksigen dalam paru-paru sudah berkurang. Penelitian menunjukkan bahwa ketika kita bernafas normal, maka kita akan menggunakan paru-paru secara penuh.

Didalam paru-paru kita terdapat organ yang bernama alveoli atau kantung udara. Alveoli berfungsi untuk mengalirkan oksigen ke dalam darah dan menyedot karbondioksida untuk kemudian dikeluarkan.

Jika alveoli tidak mendapatkan udara segar, maka akan mengempis dan paru-paru akan mengeras. Otak kemudian segera bereaksi untuk memerintahkan mulut menguap dan menarik udara (oksigen).

Kesimpulan
Menangis tak selalu identik dengan sosok perempuan. Setiap raga yang memiliki jiwa pasti pernah menangis, setidaknya menangis dalam hati, menangis ketika masih bayi dan menangis di hadapan Tuhan. Tangisan tidak selalu berarti kerapuhan, kecengengan atau kelemahan seseorang.

Jika tangisan bisa melemahkan seseorang, tangisan pun bisa menguatkan ketegaran seseorang untuk berjuang. Dalam kepasrahan yang dalam, tangisan mampu mengembalikan kesadaran seseorang akan fitrahnya sebagai manusia dan hamba Yang Maha Sempurna, sehingga tangisan mampu melarutkan sebuah jiwa dalam doa yang khusyuk, taubat yang sesungguhnya hingga totalitas penyerahan diri kepada Tuhan.

Nah untuk sekarang kita menjadi semakin mengetahui, kenapa ketika seseorang menguap mereka sering kali mengeluarkan air mata tanpa disadari dengan sendirinya menjadi hal yang wajar terjadi dan normal. Semoga artikel ini bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *