Jika Pria Dan Wanita Depresi, Ternyata Beda Gejala Dan Cara Mengatasinya

Depresi pada remaja dapat terjadi karena berbagai penyebab, biasanya karena adanya pengaruh media sosial, kekhawatiran dengan postur tubuh yang tidak ideal, menjadi korban bullying, atau karena masalah akademis yang menurun.

Namun ternyata, depresi memberikan pengaruh yang berbeda pada remaja pria dan wanita. Salah satu penyebabnya adalah karena wanita lebih rentan depresi daripada pria.

Penelitian menemukan bahwa remaja perempuan usia 15 tahun lebih cenderung terkena depresi daripada pria karena faktor genetik, fluktuasi hormonal, atau karena keinginan mendapatkan bentuk tubuh yang ideal.

Perbedaan jenis kelamin bukan hanya memberikan pengaruh depresi yang berbeda, tetapi juga pada tingkatan depresi dan dampaknya. Lantas, bagaimana cara depresi memengaruhi pria dan wanita? Baca terus ulasan berikut ini.

Apa Bedanya Stres dan Depresi?

Stres biasanya dimulai dari rasa kewalahan akibat banyaknya tekanan dari luar dan dalam diri seseorang yang telah berlangsung cukup lama. Stres bisa mendorong anda untuk semakin bersemangat menghadapi tantangan, tapi juga bisa mematahkan semangat anda. Ini karena setiap orang memiliki mekanisme yang berbeda-beda dalam menghadapi stres.

Ketika anda dilanda stres, tubuh akan membaca adanya serangan atau ancaman. Sebagai mekanisme perlindungan diri, tubuh akan memproduksi berbagai hormon dan zat-zat kimia seperti adrenalin, kortisol dan norepinefrin.

Akibatnya, anda akan merasakan dorongan energi dan peningkatan konsentrasi supaya anda bisa merespon sumber tekanan secara efektif. Tubuh juga akan secara otomatis mematikan fungsi-fungsi tubuh yang sedang tidak diperlukan, misalnya pencernaan.

Namun, apabila stres muncul pada saat-saat yang tidak diinginkan, darah akan mengalir ke bagian-bagian tubuh yang berguna untuk merespon secara fisik seperti kaki dan tangan sehingga fungsi otak menurun. Inilah sebabnya banyak orang yang justru sulit berpikir jernih saat diserang stres.

Berbeda dengan stres, depresi adalah sebuah penyakit mental yang berdampak buruk pada suasana hati, perasaan, stamina, selera makan, pola tidur, dan tingkat konsentrasi penderitanya.

Depresi bukan tanda ketidakbahagiaan atau cacat karakter. Depresi bukanlah keadaan yang wajar ditemui seperti stres atau panik. Orang yang terserang depresi biasanya akan merasa hilang semangat atau motivasi, terus-menerus merasa sedih dan gagal serta mudah lelah.

Kondisi ini bisa berlangsung selama enam bulan atau lebih. Maka, orang yang menderita depresi biasanya jadi sulit menjalani kegiatan sehari-sehari seperti bekerja, makan, bersosialisasi, belajar atau berkendara secara normal.

Siapa pun bisa terserang depresi, terutama jika ada riwayat depresi dalam keluarga terdekat anda. Penelitian juga menunjukkan bahwa wanita lebih berisiko terserang depresi daripada pria.

Wanita Memang Lebih Rentan Namun Pada Pria Akan Lebih Bahaya

Menurut Jie-Yu Chuang dari University of Cambridge, tingkat keparahan depresi pada pria lebih tinggi daripada wanita. Pasalnya, pria lebih cenderung menderita depresi terus-menerus (dysthymia), sedangkan pada wanita cenderung lebih episodik atau muncul sewaktu-waktu saja.

Dysthymia atau Persistent Depressive Disorder adalah gangguan mood yang berlangsung secara terus menerus hampir setiap hari, sedangkan depresi episodik hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu.

Karena tergolong depresi tingkat berat, depresi pada pria dapat berakibat fatal, seperti terjerumus pada penyalahgunaan zat tertentu bahkan sampai bunuh diri.

Ini yang Terjadi Pada Otak Saat Depresi

Depresi merupakan gangguan mood yang tidak hanya memengaruhi cara berpikir, indra perasa atau perilaku, tetapi juga fungsi otak anda. Secara umum, kondisi depresi memengaruhi tiga bagian utama pada otak, yaitu Hippocampus, Korteks Prefrontal dan Amigdala.

Hippocampus pada otak bertanggung jawab untuk mengatur kadar kortisol, hormon yang dilepaskan pada saat depresi secara fisik atau mental. Pada penderita depresi, kadar kortisol ini melonjak tajam sehingga menyebabkan mood menjadi tidak beraturan bahkan menimbulkan masalah pada memori.

Tingkat kortisol yang berlebihan ini juga membuat korteks prefrontal menyusut, yaitu area otak yang telibat dalam mengatur emosi dan membuat keputusan.

Selain itu, depresi juga dapat memperbesar Amigdala yang menciptakan rasa senang dan takut. Itulah sebabnya orang yang depresi cenderung merasa takut dan labil dalam hal emosi.

Penanganan yang Tepat Sesuai Jenis Kelamin

Sejauh ini, penanganan depresi diberikan secara umum, tanpa membeda-bedakan perlakuan pada pria maupun wanita. Meskipun belum diteliti lebih lanjut penanganan seperti apa yang bisa dilakukan, setidaknya anda bisa melihat dari sifat dasar yang dimiliki pria dan wanita.

Dibandingkan dengan wanita yang depresi, pria cenderung lebih memikirkan dirinya sendiri pada saat depresi. Maka, kemungkinan cara yang tepat adalah dengan mendorongnya untuk lebih banyak membaur dan aktif melakukan aktivitas sosial untuk mengurangi depresi.

Sementara itu, wanita yang cenderung bersifat sensitif dan tertutup dapat didorong dengan pemberian dukungan dari orang-orang di sekitarnya untuk menumbuhkan kembali rasa percaya dirinya. Maka, ini diharapkan dapat meminimalisir risiko keparahan depresi sebelum semakin memburuk.

Apa Bahayanya Jika Depresi Tidak Ditangani?

Jangan menyepelekan atau membiarkan depresi begitu saja karena dampaknya sangat berbahaya. Berbagai studi telah menemukan hubungan yang sangat erat antara depresi dengan penyakit hati dan gagal jantung.

Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang menderita depresi memiliki kemungkinan 58% lebih banyak terserang obesitas akibat perubahan pola makan yang drastis dan kurang berolahraga. Jika tidak ditangani secara serius, depresi di usia muda bisa menurunkan kemampuan otak serta meningkatkan risiko Alzheimer dan stroke.

Dalam beberapa kasus, mereka yang sudah terserang depresi berat cenderung mencoba untuk mengakhiri hidup dengan bunuh diri. Maka, sudah saatnya anda menanggapi stres dan depresi dengan serius. Kenali perbedaannya dan segera tangani stres dan depresi sebelum terlambat.

Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kecerdasan emosi memainkan peranan penting dalam berbagai pengendalian emosi, baik emosi dalam pengungkapan perasaan maupun coping (menanggulangi stres). Sekian artikel kami kali ini semoga dapat memberikan manfaat dan menambah sedikit wawasan kalian semua. Terima kasih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *