Benarkah Makan Telur Menyebabkan Bisulan? Jawabannya Ada Disini

Terdapat sebuah mitos yang dipercaya oleh masyarakat dimana bisulan seringkali disebabkan karena makan telur terlalu banyak. Apakah hal ini sesuai dengan fakta kesehatan?

Sebelum memastikan apakah telur memang bisa memicu bisulan atau tidak, ada baiknya kita mengenal bisul terlebih dahulu. Sebagai informasi, bisul disebabkan oleh infeksi pada kelenjar rambut yang ada di bawah kulit.

Awalnya, bisul biasanya akan terlihat seperti ruam berwarna kemerahan yang akan terasa sakit saat disentuh. Lama-kelamaan, ruam ini akan membentuk benjolan yang semakin mengeras dan terisi oleh nanah dan jadilah bisul yang kita kenal.

Apakah kebanyakan makan telur juga bisa menjadi pemicunya? Pakar kesehatan menyebutkan bahwa konsumsi telur ternyata sama sekali tidak ada kaitan dengan munculnya bisul. Lalu, apakah yang menyebabkan bisul? Yuk cari tau jawabannya disini.

Kandungan yang terdapat dalam telur

Telur merupakan makanan yang diperlukan tubuh, karena kandungan zat gizi didalamnya memiliki peran penting bagi tubuh. Telur memiliki kandungan protein, lemak dan berbagai vitamin yang dibutuhkan oleh tubuh. Telur juga diperlukan untuk menjaga berbagai fungsi tubuh, mulai dari otak sampai pertumbuhan otot.

Telur ayam merupakan alergen yang penting pada anak, terutama pada anak yang menderita Dermatitis Atopik (Eksema). Kuning telur dianggap kurang alergenik dibandingkan dengan putih telur.

Gejala yang timbul akibat alergi telur dapat berupa bengkak dan gatal di bibir maupun di lidah. Selain itu, juga menimbulkan muntah dan diare. Alergi makanan dapat melewati saluran cerna masuk ke dalam sirkulasi, selanjutnya mencetuskan reaksi pada organ lain.

Tetapi Anda juga harus mengetahui kalau telur juga dikenal sebagai salah satu bahan makanan yang paling sering menimbulkan alergi. Sama seperti susu sapi atau kambing, kacang-kacangan, ikan laut atau kedelai.

Kandungan gizi yang terdapat pada telur antara lain:

  • 162 kalori per 100 g.
  • Protein 12,8 g.
  • Lemak 11,5 g.
  • Zat kapur (Ca) 54 mg.
  • Zat besi 2,7 mg.
  • Vitamin B1 0,10 mg.
  • Vitamin A 900 S,I

Apa penyebab bisul

Bisul adalah infeksi kulit yang menyerang folikel rambut atau kelenjar minyak di bawah kulit. Pada awalnya, bisul hanya tampak seperti ruam kemerahan yang terasa sakit saat disentuh. Lama kelamaan akan kemerahan ini akan berkembang membentuk benjolan keras, terisi penuh oleh nanah yang bisa melunak saat disentuh. Benjolan kadang bisa menjadi sebesar bola ping-pong.

Bisul sering muncul di badan atau punggung, leher, ketiak, bokong atau bahkan selangkangan. Tapi bisulan dapat Anda alami di bagian tubuh mana saja, terutama di daerah kulit berambut yang rentan berkeringat atau mengalami gesekan.

Penyebab bisul adalah bakteri Staphylococcus aureus yang hidup di kulit, di dalam hidung dan tenggorokan. Kulit merupakan bagian penting dari pertahanan kekebalan tubuh manusia terhadap benda asing dan kuman penyebab penyakit.

Oleh karena itu, kulit yang rusak, karena tergores atau tertusuk, dapat menjadi gerbang bagi bakteri masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi kulit di sekitarnya.

Beberapa bisul juga dapat disebabkan oleh infeksi dari rambut yang tumbuh ke dalam. Kulit yang terinfeksi mengacaukan kerja sistem imun tubuh sehingga lokasi luka jadi bernanah.

Benarkah makan telur menyebabkan bisulan?

Makan telur sebabkan bisul ialah salah satu mitos jaman dahulu alias jadul. Hingga kini tetap banyak orang yang mempercayai hal tersebut apalagi para orang tua. Padahal hingga kini belum ada penelitian ataupun studi yang betul-betul membuktikan bahwa dengan mengkonsumsi telur bisa memunculkan bisul di tubuh. Lalu gimana sebetulnya bisul tersebut bisa muncul?

Tidak adak kaitannya sama sekali antara makan telur dengan kulit yang berbisul. Pada sebagian orang bisul dapat terjadi setelah makan telur, tapi sebenarnya hal ini terjadi karena orang tersebut memiliki alergi terhadap telur atau kandungan didalam telur. Namun secara umum, makan telur tidak menyebabkan bisul. Jadi informasi yang banyak beredar bahwa telur bisa menyebabkan bisulan adalah MITOS!

Pakar kesehatan dr. Melyawati Hermawan, SpKK menjelaskan bahwa bisulan kerap kali disebabkan oleh kebiasaan kita yang kurang baik dalam menjaga kebersihan. Sebagai contoh, kita kerap anggap enteng duduk di tempat yang kotor dan saat kita merasa gatal, kita tidak segan-segan untuk menggaruk bagian kulit yang gatal ini hingga lecet.

Bagian kulit yang lecet inilah yang akhirnya menjadi pintu masuk bagi bakteri-bakteri yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan, termasuk bisul.

Lebih lanjut sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Agricultural and Food Chemistry, diungkapkan bahwa orang yang alergi telur mempunyai gejala-gejala mual, sakit kepala dan timbul ruam-ruam kemerahan di kulit mereka, bukannya bisul seperti yang kita percayai selama ini. Bahkan hingga kini pun belum ada penelitian yang membuktikan adanya hubungan antara mengonsumsi telur dengan timbulnya bisul pada tubuh.

Bisul atau yang dalam dunia medis disebut dengan Furunkel sebenarnya merupakan sebuah penyakit yang timbul karena adanya infeksi pada kulit. Ciri-ciri bisul yang timbul di kulit kita ialah timbulnya benjolan berwarna kemerahan yang lalu membesar dan ada mata nanah berwarna putih di tengah-tengah.

Munculnya nanah ini diakibatkan karena adanya perlawanan yang dilakukan oleh sel darah putih dengan bakteri penyebab bisul. Bakteri penyebab bisul yang paling sering ditemukan adalah bakteri Staphylococcus aureus.

Bakteri ini umumnya ditemukan di kulit dan bagian dalam hidung. Selain itu, bisul juga dapat berkembang pada bagian kulit yang terluka atau terkena gigitan serangga, yang menjadi jalan masuk bagi bakteri.

Nah, setelah membaca penjelasannya, kini Anda sudah paham kan bahwa mengonsumsi telur dapat menyebabkan bisulan itu ternyata hanyalah mitos belaka. Tidak ada korelasi antara konsumsi telur dengan kemunculan bisul pada tubuh. Jadi, mulai sekarang Anda tidak perlu khawatir dan takut lagi ya untuk mengonsumsi telur. Ingat, telur punya manfaat yang baik juga lho bagi kesehatan tubuh Anda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *