Bahaya, 7 Adegan Dari “Film Porno” Ini Tak Bagus Untuk Ditiru

Hallo guys, bagaimana kabar kalian hari ini, semoga baik-baik saja ya. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang film porno, kira-kira siapa orang yang pertama kali membuat film biru ini hingga bisa sampai terkenal seperti sekarang ini. Tapi, apakah anda tahu kalau banyak efek yang terjadi akibat nonton film ini, beberapa orang mungkin mempelajari setiap adegan seks lewat menonton film porno.

Dengan banyaknya juga efek yang buruk dari menonton film ini, tidak semua adegan seks pada film porno ini boleh untuk ditiru. Enggak semua teknik dan trik yang ada di film ini aman lho.

Ada banyak adegan seks yang diperlihatkan pada film tersebut yang bahkan bisa menimbulkan beberapa masalah kesehatan yang nyata bagi para penontonnya. Mulai dari masalah otak sampai masalah kesehatan akan menyerang anda. Berikut adalah beberapa adegan seks yang dilarang untuk ditiru karena dapat menyebabkan masalah kesehatan atau fiksi yang buruk bagi kesehatan anda.

Asal Mula Film Porno

Film porno diproduksi tak lama setelah komponen proyektor gambar bergerak pertama ditemukan pada tahun 1895. Dua orang yang menjadi pionir dalam dunia pornografi adalah Eugene Pirou dan Albert Kirchner, yang mengarahkan film porno pertama di bawah nama dagang “Lear”.

Film-film karya Pirou kemudian banyak menginspirasi pembuat film Perancis lainnya untuk membuat film yang menampilkan wanita-wanita yang menanggalkan pakaiannya tersebut. Film-film seperti ini benar-benar menjanjikan keuntungan besar saat itu.

Karena hampir tidak diketahui Pirou sebagai pembuat film porno, kredit sering diberikan kepada film-film lain untuk menjadi film porno yang pertama. Salah satu upaya yang paling ilmiah untuk mendokumentasikan asal-usul perdagangan Film Esek-esek dilakukan oleh Dave Thompson dalam film dokumenter “In Black and White and Blue” pada tahun 2008.

Ia menceritakan banyak bukti bahwa industri seperti ini pertama kali muncul di Buenos Aires dan kota-kota Amerika Selatan lainnya saat pergantian abad dan kemudian dengan cepat menyebar ke seluruh Eropa Tengah selama beberapa tahun berikutnya, namun tidak satu pun dari film-film porno awal ini dikenal secara luas.

Menurut Patrick Robertson dalam buku “Film Facts”, film porno paling awal yang dapat dipastikan tanggal pembuatannya adalah A L’Ecu d’Or ou la bonne Auberge’ yang dibuat di Perancis pada tahun 1908. Plotnya menggambarkan seorang prajurit yang memiliki janji untuk bertemu dengan seorang pelayan cewek di sebuah penginapan. Robertson mencatat bahwa film porno tertua yang masih ada tersimpan dalam Kinsey Collection di Amerika.

Efek Samping Dari Film Porno

Menonton film atau video pornografi dapat mengeksplorasi fantasi seksual pria maupun wanita. Sejumlah pria beralasan, menonton film porno dapat mendorong rangsangan seksual untuk meningkatkan hubungan intim dengan sang istri.

Tetapi sebuah penelitian mengungkapkan, bahwa menonton film porno dapat berdampak buruk bagi kesehatan otak. Para peneliti di Jerman menemukan, terlalu sering atau secara teratur menonton film atau video porno dapat membuat volume otak di daerah striatum mengalami penyusutan. Striatum merupakan daerah di otak yang berkaitan dengan motivasi.

Ketika menonton film porno, produksi dopamin akan meningkat sehingga membuat suasana hati bahagia. Akan tetapi, jika terlalu sering justru dapat menurunkan sensitifitas otak terhadap rangsangan seksual. Otak akhirnya membutuhkan lebih banyak dopamin untuk bisa terangsang secara seksual. Dengan begitu, seseorang pun akan memiliki keinginan lebih banyak untuk menonton film porno.

Menurut penelitian yang dipublikasikan di JAMA Psychiatry tahun 2014, menonton pornografi secara teratur dapat menumpulkan respon terhadap rangsangan seksual dari waktu ke waktu. Sementara itu, menurut sebuah penelitian tahun 2011 yang diterbitkan dalam Psychology Today, jika terlalu sering menonton film porno, pria atau wanita akan membutuhkan pengalaman seksual yang lebih ekstrim untuk bisa terangsang.

Mereka akan sulit terangsang jika hanya melakukan hubungan seksual yang biasa-biasa saja. Peneliti menyimpulkan, pornografi dapat menciptakan generasi muda yang putus asa di kamar tidur.

Penelitian lain dari Cambridge University tahun 2013 menemukan, otak orang yang suka menonton film porno mirip dengan pecandu narkoba. Otak mereka yang sering menonton film porno berbeda dengan yang tidak suka. Hasil scan menunjukkan, ada tiga daerah di otak yang lebih aktif pada orang yang suka menonton film porno sejak usia dini dibandingkan dengan yang tidak.

Tiga Adegan Film Porno yang Boleh Ditiru

Bagi pasangan suami istri, jangan canggung untuk mencari referensi seks menyenangkan lewat film porno. Tapi hanya adegan berikut yang boleh ditiru, karena masih aman dan tidak ekstrem.

Ngobrol sebelum bercinta – Pasangan di dalam film porno sering berkomunikasi dulu untuk membangkitkan libidonya. Anda berdua boleh menirunya, karena cara ini dapat menciptakan kehangatan, apalagi kalau diselingi dengan obrolan nakal.

Foreplay – Di setiap film porno, pasti ada sesi foreplay seks yang menyenangkan. Jika ini tidak dilakukan, momen bercinta tak akan menyenangkan. Bahkan, anda berdua pun sulit meraih orgasme sampai puas.

Doggy style – Kalau bingung mencari variasi posisi doggy style, belajarlah dari video porno. Tapi ingat, jangan tiru bagian anal seks karena bisa mengecewakan istri anda. Bahkan, adegan film panas itu juga dapat dijadikan referensi fantasi seks anda.

Adegan Seks yang Sebaiknya Jangan Ditiru

Banyak adegan demi adegan yang tercipta saat kita menyaksikkan film biru ini, namun tidak semua adegan boleh ditiru oleh pasangan resmi ketika ingin mencobanya. Berikut adalah beberapa adegan yang sebaiknya jangan anda tiru dengan pasangan, antara lain sebagai berikut:

1. Ejakulasi ke Wajah Terutama Sekitar Mata

Pada film porno, tak jarang seorang pria melakukan orgasme di wajah pasangannya. Nah, hal ini sebenarnya sangat berisiko, lho. Air mani yang jatuh di wajah bisa mengenai bagian mata dan dapat menyebabkan masalah kesehatan.

Mata anda rentan terhadap banyak penyakit, termasuk bakteri yang menginfeksi penyakit kelamin. Gonore dan klamidia merupakan penyakit kelamin yang tidak hanya menginfeksi alat kelamin anda, tapi juga bisa menyerang mata anda. Kondisi ini akan menyebabkan mata anda iritasi hingga kebutaan.

2. Penetrasi Dengan Tangan yang Kukunya Panjang

Banyak orang menikmati penetrasi pada vagina atau anus, misalnya dengan tangan. Namun, jika anda melakukan aktivitas ini dengan kuku yang panjang, hal ini sebenarnya berbahaya. Tidak hanya ada risiko menyebabkan lecet atau luka, tapi bakteri yang hidup di bawah kuku bisa menyebabkan infeksi.

Solusinya, pastikan kuku anda selalu dipotong rapi dan bersih. Jadi anda harus selalu cuci tangan sebelum berhubungan intim. Apalagi kalau mau melakukan penetrasi dengan jari-jari tangan.

Alternatif lainnya adalah menggunakan sarung tangan lateks atau pasang kondom di jari-jari sebelum melakukan penetrasi dengan jari atau tangan anda. Hal ini bisa menjadi lebih aman jika anda memiliki kuku yang panjang.

3. Kurang Pelumas

Satu hal yang jarang atau hampir tak pernah terlewatkan pada adegan panas di film porno adalah kedua pasangan menggunakan pelumas seks. Padahal, kenyataannya para bintang porno pakai pelumas, tetapi adegan tersebut dipotong agar adegan seksnya terlihat lebih menggairahkan.

Pelumas sebenarnya sangat penting dalam seks vaginal dan anal, terutama kalau area tersebut memang kering. Menggunakan pelumas yang tepat akan membuat hubungan seksual anda lebih aman, juga sering membuat seks lebih menyenangkan bagi kedua pasangan. Pelumas juga dapat mengurangi risiko lecetnya vagina.

4. Menggunakan Air Liur Sebagai Pelumas

Pada film porno, kebanyakan orang malah menggunakan air liur sebagai pelumas daripada pelumas seks sebenarnya. Hal ini jangan ditiru, ya. Air liur tidak efektif untuk dijadikan pelumas karena akan cepat kering. Selain itu, pakai air liur mungkin bisa menularkan penyakit kelamin tertentu.

5. Langsung Melakukan Seks Anal Setelah Seks Vaginal

Melakukan seks anal dan vaginal secara bolak-balik tanpa ganti kondom atau tanpa pakai kondom sama sekali adalah kebiasaan yang membahayakan. Mungkin ini merupakan salah satu kebiasaan seks paling berisiko yang dipelajari dari menonton film porno. Kemungkinan anda terinfeksi bakteri dari feses dan parasit dalam vagina saat berhubungan seksual akan meningkat.

Jika memang ingin melakukan seks anal dan vaginal, selalu gunakan kondom. Pastikan untuk memasang kondom yang baru setiap kali ingin berpindah dari anal ke vaginal.

6. Melakukan Seks Anal dan Oral Secara Bergantian

Bakteri dan virus yang mungkin ada di rektum (anus) dapat menyebabkan penyakit sistemik yang serius, termasuk hepatitis A. Melakukan seks anal lalu langsung ganti ke seks oral, misalnya melakukan seks oral ke penis yang baru saja masuk ke anus dapat meningkatkan resiko terhadap pasangan anda menelan bakteri dan virus yang berbahaya bagi tubuh.

7. Sembarangan Melakukan Seks Oral

Orang yang belajar tentang seks dari menonton film porno sering menganggap bahwa oral seks adalah seks yang aman, semata-mata karena risiko kehamilannya kecil atau tidak ada.

Dalam adegan seks di film porno, bintang-bintang filmnya biasanya langsung saja melakukan seks oral, tanpa perlindungan apa pun. Padahal, sebenarnya risiko tertular penyakit kelamin melalui seks oral itu cukup besar. Itulah mengapa tenaga kesehatan menyarankan untuk tetap pakai kondom atau dental dam saat melakukan seks oral.

Kesimpulan

Pornografi memang dibuat untuk menyediakan penyaluran bagi fantasi seksual, akan tetapi tidak semua fantasi perlu dibawa ke realita. Beberapa orang barangkali tidak keberatan melakukan adegan seperti dalam film porno, tapi ingat bahwa tidak semua orang mau. Komunikasi dengan pasangan amat diperlukan agar masing-masing pihak memahami batasan yang ditetapkan dan bisa berkompromi.

Kita tidak dapat menyalahkan orang-orang yang belajar tentang seksualitas melalui film porno karena walaupun kini sikap masyarakat kian terbuka terhadap seks, masih sedikit sekali materi pendidikan seks sehat yang dapat diakses secara luas oleh semua orang dari segala kalangan. seks dalam film porno tidak merepresentasikan aktivitas seksual yang nyata dan umum, sehingga kalau anda hendak mempraktekkan apa yang anda lihat dalam film porno, anda perlu mempertimbangkannya dengan seksama dulu ya.

Dalam kehidupan seks, tidak cukup bila anda hanya melakukan hal yang itu-itu saja. Tidak masalah bukan bila anda bisa mendapatkan pengalaman bercinta yang luar biasa dengan pasangan resmi anda karena meniru adegan film tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *