Varenicline, Obat Yang Dapat Menghilangkan Kecanduan Pada Rokok

Rokok putih begitu gencar berkampanye. Kampanye itu ternyata berhasil memikat banyak orang. Dengan kata ‘Lebih ringan’ berhasil menyakinkan orang untuk menikmati rokok putih. Padahal, kenyataan sebenarnya tidaklah demikian. Rokok putih atau rokok kretek sama bahannya. Ungkap Dr. Asrul Harsal SpPD-KHOM. Rokok putih pun tidak mengandung zat berbahaya yang lebih sedikit daripada rokok biasa. Karena itu, kata ‘Lebih ringan’ yang biasa kita dengar di iklan adalah menyesatkan.

Betapa susahnya berhenti merokok, juga teramat sering saya dengar dari bapak-bapak, abang-abang juga dari teman-teman lainnya, tidak laki-laki dan perempuan perokok yang ingin berhenti merokok. Berat, jika harus jauh dari lintingan tembakau itu. Jadi, disini saya ingin memberi tahu cara baru untuk mengurangi atau bahkan membuat kamu bisa berhenti merokok. Sekaligus dampak buruk dari nikotin yang terdapat pada rokok yang biasa kita hisap. Berikut rangkumannya.

Terobosan Baru untuk Berhenti Merokok

Keluhan yang sering muncul pada perokok yang mau berhenti adalah beratnya mengatasi ketergantungan. Belum lagi dampak yang timbul pasca berhenti merokok seperti lemas, badmood, sulit konsentrasi dan pusing. Alhasil perjuangan untuk berhenti merokok pun terkadang hanya setengah jalan.

Kini perokok yang ingin berhenti dapat terbantu dengan hadirnya Varenicline, yakni obat non nikotin pertama yang secara khusus diciptakan untuk berhenti merokok. Obat tersebut telah diluncurkan di Amerika Sekitar pada tahun 2006. Tahun ini, obat tersebut resmi beredar di Indonesia. Obat itu hadir sebagai upaya memerangi rokok yang berdampak baru bagi kesehatan. Apalagi menurut survei Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok laki-laki paling besar yaitu 69%.

Menurut Dr. Irwan Rustandi, Varenicline memiliki cara kerja yang unik dan berbeda dengan produk berhenti merokok lainnya, seperti Nicotine Replacement Theraphy (NRT) dan Bupropion. NRT bekerja dengan menggantikan kebutuhan nikotin perokok yang biasanya diperoleh dari rokok. NRT mungkin tidak mensuplai nikotin. Lain halnya dengan varenicline yang bukan merupakan terapi pengganti nikotin dan tidak mengandung nikotin.

Tapi, jika kamu mengonsumsi obat lain atau produk toko pada waktu bersamaan, efek dari Varenicline dapat berubah. Ini dapat meningkatkan resiko kamu untuk efek samping atau menyebabkan obat kamu tidak bekerja dengan baik. Katakan pada dokter kamu tentang semua obat, vitamin dan suplemen herbal yang kamu gunakan, sehingga dokter kamu dapat membantu kamu mencegah atau mengatur interaksi obat. Varenicline dapat berinteraksi dengan obat dan produk berikut ini:

  • Cimetidine
  • Dolutegravir
  • Ethanol
  • Habitrol
  • Nicotine
  • Ranolazine

Kerja Nikotin

Saat merokok, nikotin mulai diserap aliran darah dan diteruskan ke otak. Nikotin terikat di Reseptor Nikotinat Antikolinergik 42 di Ventral Tegmental Area (VTA). Nikotin yang terikat di Reseptor 42 akan melepaskan Dopamin di Nucleus Accumbens (NACC). Dopamin itulah yang diyakini menimbulkan perasaan tenang dan nyaman. Tak heran bila perokok akan kembali merokok untuk memperoleh efek nyaman itu. Bila perokok mulai mengurangi atau berhenti merokok maka asupan nikotin berkurang dan pelepasan dopamin juga berkurang, akibatnya timbul gejala putus obat berupa iritabilitas dan stress.

Hal itu menyebabkan jalan untuk berhenti merokok menjadi sulit karena rasa ketagihan terhadap nikotin. Peran Verenicline berfungsi sebagai pemutus rantai adiksi. Biasanya nikotin berikatan dengan reseptor 42, namun nanti yang akan berkaitan dengan reseptor 42 adalah verenicline yang bekerja dengan dua cara.

Pertama, Varenicline menstimulasi reseptor untuk melepaskan dopami secara pasrial, tujuannya untuk mengurangi gejala putus obat berupa pusing, sulit berkosentrasi atau badmood yang ditimbulkan dari proses berhenti merokok.

Kedua, Varenicline menghalangi nikotin yang menempel di reseptor. Jadi bila merokok kembali, nikotin tidak dapat menempel di reseptor, sehingga mengurangi rasa nikmat dari rokok tersebut. Varenicline dapat diberikan pada perokok dewasa atau minimal usia 18 tahun yang ingin berhenti merokok. Verenicline dapat diberikan pada perokok berat maupun ringan. Dosis awal yang diberikan ringan yang ditingkatkan secara perlahan-lahan. Untuk mencapai kesembuhan berhenti merokok, dibutuhkan waktu selama tiga bulan, baik bagi perokok berat atau ringan.

Efek samping varenicline adalah mual, nyeri kepala, insomnia dan mimpi abnormal. Meski demikian, manfaat yang ditimbulkan dari berhenti merokok jauh lebih besar karena dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 4 ribu bahan kimia dan 250 zat Karsinogenik. Bahkan bahan kimia yang ditemukan pada asap tembakau (rokok) seperti aseton, butan, arsenic, cadmium, karbon monoksida dan toluene sama seperti yang ditemukan pada bahan industri. Jadi dapat dibayangkan bukan dampak buruk rokok.

Semoga dengan info tadi kamu bisa berhenti merokok karena efek buruk yang diberikan nikotin pada tubuh kamu. Sehingga kamu bisa mengurangi rokok atau lebih bagus lagi kalau kamu berhenti. Sekian info dari saya, semoga bermanfaat. Terima kasih.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *