Tubuh Kamu Jarang Berkeringat? Bisa Jadi Kamu Mengidap Penyakit Ini

Ada orang-orang yang ogah menginjakkan kakinya ke luar ruangan ber-AC saat cuaca sedang panas-panasnya, hanya karena malas berkeringat. Namun di sisi lain, ada segelintir orang yang tubuhnya bisa tetap tidak berkeringat bahkan setelah berjam-jam olahraga atau sedang berjemur di bawah terik matahari.

Berkeringat adalah salah satu tanda tubuh Anda masih sehat. Kenapa bisa dibilang masih sehat? Karena ada orang yang sulit berkeringat atau bahkan sama sekali tidak berkeringat walaupun sudah melakukan aktivitas berat dalam cuaca panas sekalipun. Kondisi demikian bisa jadi indikasi buruk dari kesehatan Anda dan mungkin juga merupakan gejala anhidrosis.

Seperti apa itu anhidrosis

Anhidrosis merupakan ketidakmampuan tubuh untuk berkeringat secara normal. Beberapa orang tidak sanggup berkeringat secara normal karena kelenjar keringat pada tubuh mereka tidak berfungsi dengan baik.

Anhidrosis dapat memengaruhi seluruh tubuh, satu area tubuh saja atau beberapa area. Yang jadi pertanyaan sekarang, apakah ini normal? Berikut penjelasannya.

Pada dasarnya, berkeringat adalah cara tubuh Anda mendinginkan diri untuk menjaga suhu tubuh tetap stabil dan mengeluarkan racun sisa metabolisme. Namun ketika tubuh Anda tidak berkeringat setelah dipicu oleh peningkatan aktivitas atau perubahan suhu.

Tubuh manusia dilengkapi oleh sekitar dua sampai lima juta kelenjar keringat yang tertanam dalam kulit Anda dan menyebar di sekujur tubuh. Anhidrosis terjadi ketika kelenjar keringat ini tidak bekerja dengan baik sehingga Anda tidak bisa berkeringat.

Anhidrosis biasanya dialami oleh seluruh anggota tubuh atau hanya pada bagian tubuh tertentu yang normalnya sering berkeringat seperti ketiak, telapak tangan, kaki, wajah dan selangkangan.

Kondisi tidak bisa berkeringat ini lama kelamaan bisa meningkatkan suhu inti tubuh dan menyebabkan heatstroke (kepanasan), yang dapat berujung pada kegagalan fungsi organ vital hingga fatal akibatnya.

Apa tanda dan gejala anhidrosis?

Seperti yang telah dijelaskan di atas, anhidrosis membuat tubuh Anda tidak berkeringat untuk mendinginkan diri meski telah dipicu oleh aktivitas fisik dengan intensitas tinggi (misal olahraga) atau peningkatan suhu lingkungan seperti, sauna atau berada di cuaca panas. Tanda dan gejala yang ditimbulkan anhidrosis biasanya mencakup:

  • Sedikit atau sama sekali tidak berkeringat
  • Sering merasa pusing
  • Sering kram otot atau merasa lemah
  • Kulit mengalami flushing (warna kulit memerah)
  • Merasa sangat kepanasan

Area tubuh yang tidak terpengaruh gejala anhidrosis bisa jadi berupaya mengimbangi dengan lebih banyak berkeringat. Jadi mungkin saja salah satu area tubuh Anda terlihat selalu berkeringat sementara bagian tubuh lain tampaknya tidak pernah berkeringat.

Anhidrosis yang memengaruhi sebagian besar area tubuh akan mencegah tubuh untuk mendinginkan diri, sehingga ketika Anda beraktivitas berat saat cuaca panas, Anda sangat berisiko mengalami kram, kelelahan atau bahkan heatstroke akibat panas.

Gejala anhidrosis dapat muncul sebagai akibat dari kondisi itu sendiri atau bisa juga sebagai salah satu dari beberapa gejala penyakit lain, misalnya diabetes, neuropati atau psoriasis.

Apabila Anda hampir tidak berkeringat, sekalipun sudah melakukan banyak aktivitas atau berolahraga di bawah cuaca yang panas, sebaiknya periksakan diri Anda ke dokter. Juga, apabila Anda merasa akhir-akhir ini lebih sedikit berkeringat dibandingkan sebelumnya meskipun melakukan aktivitas yang sama, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter.

Apa penyebab seseorang sulit atau tidak bisa berkeringat?

Anhidrosis umumnya disebabkan oleh bawaan lahir Hypohidrotic ectodermal dysplasia yang menyebabkan tubuh hanya membentuk sedikit kelenjar keringat.

Anhidrosis juga bisa diakibatkan oleh suatu kondisi medis atau penyakit yang mendasarinya, seperti diabetes, Parkinson, ketergantungan alkohol, hingga kelainan pada saraf maupun kulit yang memengaruhi kerja kelenjar keringat. Luka bakar parah dapat merusak kelenjar keringat secara permanen. Dehidrasi juga bisa menyebabkan Anda mengalami anhidrosis.

Selain itu, banyak obat dapat mengurangi produksi keringat. Contohnya saja obat penyakit jantung dan tekanan darah, kontrol kandung kemih, mual dan gangguan jiwa tertentu. Meski begitu, kondisi sulit berkeringat akibat minum obat biasanya dapat kembali normal ketika dosis obat dihentikan.

Usia juga dapat menjadi faktor risiko seseorang tidak bisa mengeluarkan keringat. Orang-orang usia 65 tahun ke atas, bayi dan anak-anak lebih rentan terhadap kondisi kulit yang mengalami stress panas, sehingga dapat menyebabkan anhidrosis. Selebihnya, penyebab anhidrosis ini tidak dapat atau belum diketahui pasti.

Bagaimana cara mengatasi anhidrosis?

Hipohidrosis yang hanya memengaruhi sebagian kecil Anda biasanya tidak akan menimbulkan masalah dan mungkin tidak memerlukan perawatan.

Jika anhidrosis disebabkan oleh suatu kondisi medis atau penyakit yang mendasarinya, langkah pengobatannya difokuskan pada kondisi itu sehingga dapat membantu mengurangi gejala Anda. Jika obat yang menyebabkannya, bicarakan pada dokter apakah mungkin untuk mengganti atau mengubah dosisnya.

Namun jika Anda terlanjur mengalami peningkatan denyut jantung, kehilangan keseimbangan atau pusing, merasa sakit atau mual, kelelahan dan perasaan lemas serta bulu kuduk merinding terus bahkan di cuaca panas, segera dapatkan bantuan medis darurat.

Dalam situasi darurat, tim medis akan mengambil tindakan cepat untuk mendinginkan tubuh dan mengatur cairan untuk menstabilkan suhu.

Itulah tadi sekilas tentang Anhidrosis penyakit yang membuat orang sulit untuk berkeringat. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua termasuk kamu yang menderita anhidrosis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *