Ternyata, Seks Tak Harus Selalu Tentang Hubungan Intim, Berikut Penjelasannya

Bicara mengenai seks, pasti yang terbesit dipikiran kalian semua adalah tentang berhubungan badan yang dilakukan dua pasang insan antara pria dan wanita.

Ya, seks memang selalu identik dengan hal-hal yang berbau seperti itu. Namun faktanya, menurut sebuah penelitian yang dilakukan, setiap orang ternyata memiliki pandangan yang berbeda soal arti seks.

Nah, pada kesempatan kali ini kami akan membahas mengenai, apa memang seks itu selalu berkaitan dengan hubungan intim? Lalu, apa saja yang tergolong sebagai aktivitas seksual? Berikut penjelasannya.

Ternyata, Seks dan Seksualitas itu Beda

Secara terminologis seks adalah nafsu syahwat, yaitu suatu kekuatan pendorong hidup yang biasanya disebut dengan insting atau naluri yang dimiliki oleh setiap manusia, baik dimiliki laki-laki maupun perempuan yang mempertemukan mereka guna meneruskan kelanjutan keturunan manusia.

Sedangkan untuk seksualitas merupakan suatu istilah yang mencakup segala sesuatu yang berkaitan dengan seks. Dalam pengertian ini, ada 2 aspek (segi) dari seksualitas, yaitu seks dalam arti sempit dan seks dalam arti luas.

Seks dalam arti yang sempit berarti kelamin, yang mana dalam pengertian kelamin ini, antara lain:

  • Alat kelamin itu sendiri.
  • Anggota tubuh dan ciri badaniyah lainnya yang membedakan antara laki-laki dan perempuan.
  • Kelenjar-kelenjar dan hormon-hormon dalam tubuh yang mempengaruhi bekerjanya lat-alat kelamin.
  • Hubungan kelamin (sengggama, percumbuan).

Segi lain dari seksualitas adalah seks dalam arti yang luas, yaitu segala hal yang terjadi sebagai akibat (konsekuensi) dari adanya perbedaan jenis kelamin, antara lain:

  • Perbedaan tingkah laku seperti kasar, genit, lembut dan lain-lain.
  • Perbedaan atribut seperti pakaian dan nama.
  • Perbedaan peran dan pekerjaan.
  • Hubungan antara pria dan wanita seperti tata krama pergaulan, percintaan, pacaran, perkawinan dan lain-lain.

Seks Bagi Setiap Orang

Seks sering dianggap sebagai tindakan penetrasi, yaitu masuknya penis ke dalam vagina. Namun, ada juga yang menggolongkan kegiatan bercumbu, seks oral atau petting (saling menggesekkan alat kelamin) sebagai aktivitas seks. Yang pasti, setiap orang memiliki pandangan berbeda mengenai arti seks.

Sebuah penelitian yang telah dimuat dalam Journal of Sex Research, dilansir dari Women’s Health, mencoba mengungkapkan apa arti seks pada setiap orang dengan mewawancarai pria dan wanita, termasuk kelompok LGBT (lesbian, gay, biseksual dan transgender).

Penelitian ini menemukan bahwa 90 persen pria menganggap bahwa penetrasi baik ke dalam vagina atau anus (seks anal) sebagai aktivitas seks. Hasil ini berlaku pada pria heteroseksual, gay dan biseksual.

Lebih dari 50 persen peserta pria ini juga menganggap bahwa posisi 69, seks oral dan rimming (merangsang lubang anus dengan lidah) termasuk seks, sedangkan hanya ada 23 persen pria yang mengganggap bahwa masturbasi itu termasuk seks.

Sedangkan untuk wanita, terutama wanita yang ada di kelompok lesbian, penelitian ini mengakui bahwa tidak menemukan kejelasan arti seks yang berkaitan dengan aktivitas seks mereka. Ada 70 persen wanita yang mengatakan bahwa posisi 69, oral seks dan penggunaan sex toys untuk vagina dan anus adalah sebagai aktivitas seks.

Lebih dari 50 persen wanita menganggap bahwa merangsang vagina dengan tangan, penggunaan dildo pada anus dan rimming sebagai aktivitas seks. Sedangkan 40 persen dan 23 persen menganggap bahwa rangsangan dengan tangan pada anus dan melakukan masturbasi bukanlah aktivitas seks.

Kenapa Setiap Orang Memiliki Arti Seks yang Berbeda-Beda?

Menurut Larry Cahill, seorang ahli neurobiologi dari University of California School of Biology Science, saat anda berusaha membandingkan pengaruh seks terhadap fungsi otak pria maupun wanita, timbul dua gelombang yang berbeda.

Namun, sebenarnya masih saling berkaitan sehingga masih lebih banyak variabel yang dibutuhkan untuk menentukan sama tidaknya arti seks pada wanita maupun pria. Umumnya karena beragam faktor, arti seks akan berbeda-beda pada pria maupun wanita. Sementara ini belum ada jawaban pasti yang dapat diberikan.

Setiap orang memiliki sisi seksualnya masing-masing sehingga dalam mencari pasangan, orang tersebut tidak hanya akan mencari seseorang yang sesuai dengan kebutuhan emosional dan mentalnya, tapi juga pasangan yang sesuai dengan kebutuhan fisiknya. Sehingga, memiliki ketertarikan fisik sering menjadi salah satu faktor utama, baik bagi pria maupun wanita untuk melakukan hubungan seksual.

Perilaku yang Berkaitan Dengan Seksual

Perilaku seksual seringkali dimaknai salah oleh banyak orang dengan hubungan seksual. Perilaku seksual ditanggapi sebagai sesuatu hal yang melulu “negatif”. Padahal tidak demikian halnya.

Perilaku seksual merupakan perilaku yang didasari oleh dorongan seksual atau kegiatan untuk mendapatkan kesenangan organ seksual melalui berbagai perilaku.

Perilaku seksual tersebut sangat luas sifatnya, mulai dari berdandan, nongkrong, ngerling (main mata), merayu, menggoda hingga aktifitas dan hubungan seksual.

Hubungan seksual adalah kontak seksual yang dilakukan berpasangan dengan lawan jenis atau sesama jenis. Contohnya pegangan tangan, cium kering, cium basah, petting, intercourse dan lain-lain.

Berikut beberapa faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi perilaku seksual, antara lain:

  • Perspektif Biologis, perubahan biologis yang terjadi pada masa pubertas dan pengaktifan hormon dapat menimbulkan perilaku seksual.
  • Pengaruh Orang Tua, kurangnya komunikasi secara terbuka antara orang tua dengan remaja dalam masalah seputar seksual dapat memperkuat munculnya penimpangan perilaku seksual.
  • Pengaruh Teman Sebaya, pada masa remaja, pengaruh teman sebaya sangat kuat sehingga munculnya penyimpangan perilaku seksual dikaitkan dengan norma kelompok sebaya.
  • Perspektif Akademik, remaja dengan prestasi rendah dan tahap aspirasi yang rendah cenderung lebih sering memunculkan aktivitas seksual dibandingkan remaja dengan prestasi yang baik di sekolahnya.
  • Perspektif Sosial Kognitif, kemampuan sosial kognitif diasosiasikan dengan pengambilan keputusan yang menyediakan pemahaman perilaku seksual di kalangan remaja. Remaja yang mampu mengambil keputusan secara tepat berdasarkan nilai-nilai yang dianutnya dapat lebih menampilkan perilaku seksual yang lebih sehat.

Bagaiamana, sudah tau dong kalau seks itu memiliki arti dan pandangan yang berbeda-beda dari setiap orang. Seperti yang kami jelaskan di atas, bahwa seks itu mempunyai arti yang luas tergantung dari orang itu sendiri bagaimana menyikapinya. Semoga artikel kami kali ini bermanfaat dan berguna bagi anda semua.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *