Sekali Gigit, Nyamuk Ini Bisa Menyebabkan Cacat Pada Bayi Yang Baru Lahir

Sebuah virus baru yang ditularkan melalui bantuan nyamuk sekarang ini mulai menimbulkan kekhawatiran di seluruh dunia. Hal ini dikarenakan virus baru tersebut dapat menyebabkan terjadinya kelainan bawaan pada bayi yang baru lahir dan dapat menular dengan cepat ke seluruh dunia.

Virus baru yang mematikan tersebut dikenal sebagai virus Zika. Untuk sebagian orang nama ini sudah sangat sering didengar. Virus ini ditularkan melalui bantuan nyamuk Aedes aegypti. Ada yang informasi yang mengatakan kalau virus berbahaya ini telah menyebar luas ke setidaknya 25 negara di dunia.

Sulit dipercaya memang bahwa satu gigitan hewan sekecil nyamuk bisa menyebabkan banyak kerusakan yang serius. Tapi begitulah kenyataannya. Bagaimana pun juga, langkah yang harus dilakukan selagi para peneliti berlomba untuk mencari tahu bagaimana cara untuk mengobati penyakit ini adalah dengan mencegahnya.

Perkembangan Virus Zika

Penyebaran virus ini terus terjadi pada Januari 2016 di sejumlah negara, diantaranya Amerika Utara, Amerika Selatan, Karibia, Afrika dan Samoa (Oceania).

Di tahun yang sama pada bulan April, para peneliti Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC – Centers for Disease Control and Prevention) di Amarika Serikat menegaskan, bahwa hal yang paling ditakutkan oleh para medis benar-benar terjadi, dimana diketahui bahwa virus ini bertanggung jawab atas Microcephaly.

Mikrosefali merupakan cacat lahir, yang menyababkan kepala bayi menjadi lebih kecil dari bentuk normal yang seharusnya. Bayi dengan kondisi ini umumnya memiliki otak yang lebih kecil dan rentan terhadap perkembangan abnormal.

Virus Zika pertama ditemukan pada seekor monyet rhesus di dalam hutan Zika, Uganda, pada tahun 1947. Virus Zika kemudian ditemukan kembali pada nyamuk spesies Aedes Africanus di hutan yang sama pada tahun 1948 dan pada manusia di Nigeria pada tahun 1954.

Tak hanya di Nigeria, wabah ini diperkirakan juga terjadi di wilayah-wilayah lainnya, seperti Asia Tenggara dan Kepulauan Pasifik. Sebelum tahun 2007 paling tidak sudah ada sekitar 14 kasus Zika yang telah didokumentasikan, meskipun tak menutup kemungkinan adanya kasus lain yang kemungkinan telah terjadi tapi tidak dilaporkan.

Hal ini dikarenakan gejala penyakit yang disebabkan oleh serangan Zika mirip dengan gejala penyakit lainnya, sehingga banyak kasus yang mungkin tak dikenali. Pada Mei 2015, virus ini kembali merebak di Brazil. Dan Di Indonesia sendiri, telah ditemukan virus Zika di Jambi pada tahun 2015 yang lalu.

Kabar menyebarnya virus ini di Indonesia cukup membuat masyarakat menjadi panik dan kalang kabut. Sejak maraknya penyebaran penyakit ini, The Centers for Disease Control and Prevention akhirnya mengeluarkan peringatan bagi para wanita hamil untuk tidak berpergian ke beberapa negara yang diduga telah terserang oleh vitus tersebut.

Beberapa negara bahkan sampai harus mengeluarkan peringatan kepada warganya, khususnya para wanita untuk tidak hamil selama 2 tahun ke depan. Ini semua dilakukan untuk meminimalkan kemungkinan masyarakat terkena serangan virus mematikan ini.

Peraturan tersebut masih terbilang cukup bijak, mengingat bahayanya gigitan nyamuk yang bisa menyebabkan kerusakan bahkan kematian ini.

Kerusakan yang disebabkan oleh virus Zika ini juga tidak sampai disitu saja. Penelitian terbaru yang dipresentasikan di American Academy of Neurology’s 68th Annual Meeting menghubungkan virus ini dengan kondisi neurologis yang mirip dengan Multiple Sclerosis (MS).

Multiple sclerosis (MS) atau sklerosis ganda adalah penyakit progresif yang muncul akibat sistem kekebalan tubuh yang secara keliru menyerang selaput pelindung saraf (myelin) dalam otak dan saraf tulang belakang. Saraf-saraf yang rusak kemudian akan mengeras dan membentuk jaringan parut atau sklerosis.

Kerusakan myelin ini akan menghalangi sinyal-sinyal persarafan yang dikirim melalui otak. Akibatnya komunikasi antara otak dengan bagian-bagian tubuh yang lain akan terganggu.

Peneliti percaya bahwa Zika bisa memicu penyakit autoimun yang disebut Ensefalomielitis Diseminata Akut (ADEM). Di ADEM, seseorang akan menderita serangan pembengkakan pada otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini juga menyerang myelin otak hampir sama seperti MS.

Menurut CDC, Kementerian Kesehatan Brasil juga melaporkan jumlah orang yang terinfeksi Zika lebih tinggi daripada mereka yang mengalami sindrom Guillain-Barré, atau sebuah penyakit sistem saraf yang menyebabkan kelemahan otot dan terkadang kelumpuhan.

Dengan begitu banyak dan mengerikannya dampak yang diakibatkan oleh virus ini, anda pasti penasaran untuk mengetahui banyak hal mengenai virus ini kan? Daripada anda semakin penasaran, mari langsung kita lihat saja penjelasannya di bawah ini.

Apa Itu Virus Zika?

Seperti yang sudah kami jelaskan sedikit di atas, virus Zika merupakan infeksi virus yang umumnya disebabkan atau disebarkan oleh nyamuk Aedes Aegypti atau jenis nyamuk yang juga dapat menularkan demam berdarah dan chikungunya. Penyebaran dan penginfeksiannya biasanya melalui gigitan nyamuk.

Nyamuk Aedes Aegpti menyebarkan virus Zika dengan cara mengisap virus dari orang yang terinfeksi, kemudian menularkannya ke orang-orang yang sehat. Virus Zika umum terjadi di daerah tropis di mana banyak ditemukan nyamuk Aedes Aegypti. Virus ini bisa menyerang siapa saja dalam berbagai kalangan usia.

Namun, wanita hamil atau siapapun yang tinggal atau bepergian ke daerah yang terdapat infeksi Zika memiliki resiko tinggi untuk terinfeksi. Begitu pula dengan orang yang berhubungan seks dengan pasangan yang terinfeksi Zika.

Sealain itu, penyebaran virus ini juga bisa terjadi melalui tranfusi darah. Beberapa laporan transmisi tranfusi dara yang diselidiki di Brasil pada tahun 2013 mendapati bahwa sebanyak 2.8 % donor darah dinyatakan positif terkena virus Zika.

Meski begitu, kondisi ini dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor resiko tersebut. Untuk keterangan yang lebih pasti, anda bisa mendiskusikannya dengan dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut. Informasi yang kami sampaikan di dalam artikel ini hanya memuat keterangan penjelasan singkatnya saja.

Tapi setidaknya, penjelasan singkat yang kami sampaikan ini bisa menjadi peringatan keras untuk anda untuk selalu berhati-hati atau waspada dengan virus ini. Salah satu bentuk kewaspadaan itu bisa anda lakukan dengan mengetahui apa-apa saja gejala yang bisa timbul setelah terinfeksi zika tersebut.

Gejala Virus Zika

Dalam kebanyakan kasus, orang yang terinfeksi virus ini tidak menunjukkan gejala sama sekali. Bahkan, menurut Kementerian Kesehatan, hanya 1 dari 5 orang yang terinfeksi yang menunjukkan gejala keberadaan virus Zika. Mungkin karena ketidaksadaran terhadap virus inilah yang menjadi penyebab mengapa penyebaran virus ini bisa terjadi dengan sangat cepat.

Gejala dan efek samping virus Zika sangat bervariasi atau bermacam-macam. Kebanyakan orang yang telah terinfeksi virus ini bebas dari gejala dan tidak pernah tahu jika mereka telah terinfeksi. Biasanya, beberapa gejala umum yang ditimbulkan terjadi antara 2 sampai 7 hari.

Adapun tanda-tandanya adalah sebagai berikut:

  • Ruam
  • Mata merah
  • Demam
  • Nyeri sendi
  • Sakit kepala dan nyeri otot adalah gejala lainnya, walaupun jarang dilaporkan.

Mengenai gejala virus Zika, sejumlah pakar kesehatan melihat adanya banyak kesamaan gejala antara demam berdarah dengan demam Zika. Namun, hal yang paling membedakan antara gejala virus Zika dengan penyakit demam berdarah adalah demam yang muncul akibat infeksi virus ini cenderung tidak terlalu tinggi, kadang maksimal hanya pada suhu 38 derajat celcius.

Gejala-gejala di atas tadi bisa berlangsung selama beberapa hari hinggu beberapa minggu. Meskipun  demikian, kasus kematian yang disebabkan oleh virus ini memang terbilang jarang terjadi. Begitu seseorang telah terinfeksi virus ini, biasanya mereka cenderung terlindung dari infeksi virus yang sama di masa depan.

Apa Yang Harus Dilakukan Ketika Anda Menemukan Gejala Ini?

Virus Zika biasanya tetap berada di dalam darah orang yang terinfeksi selama sekitar satu minggu. Temui dokter anda atau penyedia layanan kesehatan lainnya jika anda mengembangkan gejala dan anda tinggal di tempat dimana orang-orangnya telah terinfeksi oleh virus ini atau baru saja bepergian ke suatu daerah dengan resiko Zika yang tinggi.

Dokter anda atau penyedia layanan kesehatan lainnya akan melakukan pemeriksaan dengan tes darah untuk mencari Zika atau virus serupa lainnya seperti demam berdarah atau chikungunya. Jika anda benar-benar sudah terbukti mengembangkan penyakit ini, maka mereka akan segera melakukan penanganan khusus pada anda.

Menemui dokter atau ahli medis adalah hal yang sangat penting untuk anda lakukan, terutama saat anda sedang dalam kondisi hamil. Pastikan untuk memberi tahu dokter anda atau penyedia layanan kesehatan lainnya tempat-tempat yang pernah anda datangai dalam waktu terakhir ini.

Penyebaran Virus Zika di Indonesia

Adanya kasus virus Zika yang sudah menyerang ratusan orang di Singapura, bahkan diketahui menginfeksi seorang WNI yang sedang berada di negara kecil tersebut, membuat otoritas kesehatan Indonesia mewaspadai akan adanya kemungkinan penyebaran penyakit berbahaya ini ke Indonesia.

Dalam realitanya, pakar kesehatan di seluruh dunia menyebutkan jika Indonesia, bersama dengan negara-negara dengan jumlah penduduk yang sangat besar lainnya layaknya India dan juga Nigeria, diketahui memiliki resiko yang sangat besar terpapar virus Zika. Bagaimana hal ini bisa terjadi?

Pakar kesehatan dari London School of Hygiene and Tropical Medicine, University of Toronto dan juga Oxford University, melakukan sebuah penelitian yang mencermati skema penularan virus Zika melalui perhitungan jumlah penumpang pesawat.

Hasilnya adalah, penduduk Indonesia, Nigeria dan juga India sangat beresiko terpapar virus zika mengingat banyaknya penduduk yang hilir mudik, mengunjungi negara-negara yang sudah terpapar virus Zika ini terlebih dulu, layaknya negara-negara Amerika Latin dan juga termasuk Singapura.

Pakar kesehatan juga menyebutkan jika Indonesia cukup rentan terpapar infeksi virus Zika mengingat pemerintah dan juga masyarakatnya cenderung belum benar-benar siap mencegah penularan virus ini.

Hal ini terlihat dari masalah demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk yang sama yang menularkan virus zika, yakni nyamuk Aedes, cenderung kerap terjadi dan masih memakan banyak sekali korban di Indonesia.

Penyebaran virus Zika ini sangat meresahkan banyak negara di Asia, khususnya Asia Tenggara mengingat banyak orang yang memiliki urusan bisnis di Singapura dan juga negara-negara lain yang sudah menjadi area yang terpapar virus, yang bisa menyebabkan masalah kelahiran bayi yang terkena kecacatan kepala dan otak mikrosefali.

Tak hanya itu, suhu yang hangat di kebanyakan negara Asia Tenggara juga ditengarai sangat ideal bagi nyamuk penyebar virus ini, yaitu nyamuk Aedes, untuk berkembang biak dengan pesat.

Pencegahan Untuk Menghindari Virus Zika

“Mencegah Lebih Baik Daripada Mengobati”, kalimat bijak ini mungkin sudah sangat sering anda dengar atau baca. Dan uniknya, kalimat tersebut berisi nasihat yang sangat baik dan tepat, karena mencegah sesuatu yang buruk akan jauh lebih baik dibandingkan dengan membiarkan sesuatu yang buruk tersebut terjadi baru mengobatinya.

Hal yang sama juga verlaku untuk kasus penyakit yang diakibatkan oleh virus yang disebarkan oleh nyamuk zika yang sedang kita bahas di dalam artikel ini. Mencegah gigitan nyamuk adalah salah satu tindakan pencegahan awal yang bisa membantu anda terhindar dari infeksi virus Zika.

Virus Zika bisa dicegah dengan cara mengurangi perkembang biakannya atau mengurangi kontak nyamuk dengan manusia. Mencegah gigitan nyamuk bisa dilakukan dengan cara yang sangat mudah dan bisa dilakukan oleh siapa saja, yaitu dengan menggunakan obat atau lotion anti nyamuk, menggunakan pakaian penutup tubuh dan tidur menggunakan kelambu.

Mudah sekali kan? Tapi sayangnya banyak yang mengabaikan hal ini. Banyak orang yang masih menganggap enteng penyebaran penyakit ini. Dan kami berharap anda bukan salah satu dari tipe orang tersebut.

Pencegahan juga bisa di lakukan dengan menjalankan langkah 3M yaitu mengubur, menguras dan menutup. Mengubur barang-barang bekas yang bisa menjadi tempat bersarangnya nyamuk, menguras dan menutup tempat-tempat yang sering menampung air yang juga sering dipakai nyamuk untuk bertelur.

Selain beberapa cara di atas, ada juga beberapa cara lain yang bisa anda gunakan atau lakukan untuk mencegah penularan virus Zika ini. Cara ini bisa anda lakukan saat anda sedang berada di daerah yang memiliki resiko penularan virus zika yang tinggi.

Beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan saat berada di daerah yang terjangkit virus Zika, antara lain:

  • Memastikan tempat yang anda tinggali memiliki pendingin ruangan atau setidaknya memiliki tirai pintu dan jendela yang dapat mencegah nyamuk keluar-masuk ke dalam ruangan.
  • Gunakan kelambu pada tempat tidur jika area yang anda kunjungi tidak memiliki hal di atas.
  • Gunakan baju dan celana berlengan panjang
  • Gunakan bahan penolak serangga yang terdaftar pada badan perlindungan lingkungan atau Environmental Protection Agency (EPA), sesuai dengan instruksi yang tertera pada kemasan. Instruksi yang terlampir akan memberikan informasi mengenai pengaplikasian ulang, area pengaplikasian yang diperbolehkan, waktu dan durasi pengaplikasian.
  • Bayi yang berusia di bawah dua bulan tidak diperkenankan menggunakan bahan penolak serangga ini sehingga anda harus memastikan agar pakaian bayi dapat melindunginya dari gigitan nyamuk.
  • Gunakan juga kelambu pada tempat tidur bayi, kereta dorong bayi dan gendongan atau alat gendong bayi lainnya.
  • Perhatikan area tubuh anak yang berusia lebih dewasa saat mengaplikasikan bahan penolak serangga. Hindari area tubuh yang terluka atau sedang mengalami iritasi, area mata, mulut dan tangan.
  • Pilihlah perawatan, pencucian, atau pemakaian pakaian serta peralatan yang menggunakan bahan dengan kandungan permethrin. Pelajari informasi produk dan instruksi penggunaan mengenai perlindungan yang diberikan. Hindari menggunakan produk ini pada kulit.
  • Pelajari juga informasi mengenai daerah yang akan anda kunjungi, seperti fasilitas kesehatan dan area luar ruangan terbuka sebelum waktu keberangkatan tiba, khususnya area yang terjangkit virus Zika.
  • Lakukan tes virus Zika sekembalinya anda, khususnya perempuan hamil, dari daerah penyebaran virus Zika.

Catatan Penting untuk Melindungi Anak-Anak:

  • Jangan gunakan obat nyamuk pada bayi yang lebih muda dari 2 bulan.
  • Jangan gunakan produk yang mengandung minyak eucalyptus lemon atau para-menthanediol pada anak-anak yang lebih muda atau berada di bawah 3 tahun.
  • Pakaikanlah anak anda dengan pakaian yang bisa menutupi lengan dan kaki.
  • Gunakan Cover crib, stroller dan baby carrier dengan kelambu untuk melindungi mereka.
  • Jangan gunakan obat nyamuk ke tangan, mata, mulut, dan luka atau kulit yang teriritasi.

Kesimpulan

Dengan sekali gigitan dari nyamuk ini, anda secara pasti sudah terkena virus Zika yang dapat membuat nyawa anda melayang jika tidak ditangani dengan serius.

Kebanyakan dari kita memang sepele dengan gigitan dari nyamuk, menganggap hal tersebut biasa-biasa saja padahal siapa tahu nyamuk yang mengigit kita bisa jadi penyebab kita terkena virus Zika.

Ada baiknya jika sudah merasakan gejala seperti di atas, agar langsung dibawa ke dokter atau lengsung menuju rumah sakit demi mendapatkan perawatan sebelum semakin parah jika dibiarkan begitu saja.

Virus ini sendiri memiliki banyak kesamaan dengan demam berdarah, namun hal yang paling membedakan antara gejala virus Zika dengan penyakit demam berdarah adalah demam yang muncul akibat infeksi virus ini cenderung tidak terlalu tinggi, kadang maksimal hanya pada suhu 38 derajat celcius.

Itulah sedikit informasi yang bisa kami bagikan kali ini mengenai pencegahan serta gejala virus Zika. Semoga artikel ini bisa menyadarkan anda bahwa anda dan orang-orang disekitar anda sangat rentan untuk terinfeksi oleh virus ini, terutama untuk anda yang sedang dalam keadaan hamil.

Melakukan pencegahan terhadap virus ini tak hanya untuk menyelamatkan nyawa anda, tapi juga anda yang ada di dalam kandungan anda, karena mereka lah yang paling rentan terkena terkena dampaknya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *