Pengertian, Penyebab Serta Cara Mencegah Penyakit Takikardia

Pasti anda sudah tidak asing lagi jika mendengar yang namanya “Penyakit Jantung”, benar bukan? Penyakit jantung sendiri merupakan salah satu penyakit yang ditakuti oleh hampir semua orang atau bisa dibilang menjadi momok menakutkan bagi masyarakat Indonesia karena dikenal sebagai salah satu faktor penyebab kematian tertinggi selain Kanker.

Namun, pernahkah anda mendengar nama penyakit Takikardia? Penyakit ini termasuk salah satu penyakit jantung juga lho. Apa bedanya takikardia dengan jenis-jenis penyakit jantung yang lain? Dan apakah penyakit ini bisa diminimalisir alias apakah ada cara untuk mencegah penyakit takikardia ini? Langsung aja kita simak ulasannya di bawah ini.

Apa itu Takikardia

Takikardia adalah kondisi dimana detak jantung seseorang di atas normal dalam kondisi beristirahat. Detak jantung orang dewasa sehat adalah 60 sampai 100 kali per menit saat istirahat.

Detak jantung pada penderita takikardia paling sedikit 100 kali per menit. Ketika jantung berdetak terlalu cepat, justru jantung tidak memompa secara efektif. Dan akhirnya, aliran darah akan berkurang, baik ke seluruh tubuh maupun ke dalam jantung itu sendiri.

Hal ini terjadi akibat sinyal listrik yang memberitahukan detak jantung anda untuk mulai berdetak kencang. Namun, takikardia pada anak-anak mereka sedang istirahat bisa mencapai lebih dari 160 per menit dan 90 per menit untuk anak remaja.

Meningkatnya detak jantung ini bisa saja terjadi pada ruang atas ataupun ruang bawah jantung, bahkan kedua ruang tersebut. Jenis penyakit yang satu ini sering kali tidak menunjukkan gejala apapun sehingga bukan suatu hal yang asing lagi jika penanganannya terlambat bahkan bisa menyebabkan komplikasi.

Jenis-Jenis Takikardia

Jenis dari penyakit takikardia ini pun bisa dibedakan menjadi beberapa alias takikardia memiliki perbedaan antara satu dan yang lainnya bahkan penanganannya yang tepat pun bisa berbeda-beda pula.

Memang ada berapa sih jenis dari takikardia sendiri? Jenis takikardia apa yang paling sering menyerang kita dan jenis apa yang paling jarang kita temukan? Nah daripada penasaran tentang apa aja sih  jenis dari takikardia ini sendiri, yuk mending kita simak lihat jenis-jenisnya di bawah ini.

Atrial atau Supraventricular Tachycardia (SVT)

Takikardia Supraventucular adalah jenis takikardia yang pertama dan biasa terjadi pada suatu temmpat di atas ventrikel dan jenis ini bisa terjadi karena sirkuit yang abnormal pada jantung dan kebanyakan terjdi sejak lahir.

Jenis takikardia yang satu ini akan menyebabkan sinyal menjadi tumpang tindih atau bahkan sinyal listrik bisa menjadi dua, yaitu salah satu sinyal dikirim ke ventrikel dan sinyal lainnya akan dikirim kembali ke atrium.

Bukan hanya itu saja, pada takikardia jenis ini jalur listrik bisa bertambah dari atrium ke ventrikel yang melewati AV node dan kondisi ini menyebabkan sinyal turun pada satu jalur dan naik ke jalur lainnya. Sindrom Wolff-Parkinson-White diduga menjadi salah satu penyebab timbulnya penyakit yang satu ini.

Fibrilasi Ventrikel

Fibrilasi ventrikel adalah jenis takikardia kedua yang disebabkan impuls listrik kacau dan bahkan bisa menyebabkan ventrikel bergetar tidak efektif dan tidak mampu memompa darah yang diperlukan untuk tubuh.

Apakah ada akibatnya jika darah tidak mampu terpompa dengan baik ke jantung? Tentu saja ada. Detak jantung menjadi tidak beraturan atau yang biasa kita kenal dengan aritmia jantung.

Jenis takikardia yang satu ini bisa digolongkan menjadi salah satu jenis takikardia yang jarang kita temui dan biasanya disebabkan karena kita memang sudah memiliki penyakit jantung ataupun karena memiliki trauma yang serius.

Atrial Flutter

Atrial Flutter adalah jenis takikardia yang ketiga dengan kondisi dimana atrium jantung berdetak sangat cepat namun masih dalam keadaan yang teratur.

Jenis penyakit yang satu ini disebabkan oleh rangkaian hantaran sinyal elektrik pada atrium jantung yang tidak teratur. Takikardia Atrial Fluter ini dapat hilang dengan sendirinya atau bisa juga bertahan apabila tidak ditangani dengan sigap dan cepat.

Ventricular Tachycardia (VT)

Ventricular Tachycardia adalah jenis takikardia terakhir dengan kondisi detak jantung yang sangat cepat dan hal ini disebabkan oleh sinyal listrik abnormal dari dalam ventrikel.

Lalu, apa akibatnya dari denyut jantung yang cepat ini? Hal ini ternyata mengakibatkan ventrikel tidak memiliki waktu cukup untuk mengisi dan berkontraksi dengan optimal untuk memompa darah yang cukup bagi tubuh.

Jenis takikardia yang terakhir ini merupakan jenis takikardia yang paling berbahaya karena dapat menyebabkan kematian apabila penanganannya terlambat.

Tanda dan Gejala

Beberapa orang yang mengidap penyakit ini sering tidak memperhatikan gejala apapun. Kondisi seperti ini dapat ditemukan secara kebetulan selamakunjungan ke dokter.

Gejala takikardia dapat bervariasi menurut jenis dari takikardia yang anda miliki. Namun secara umum, orang dengan penyakit ini m,ungkin memiliki tanda dan gejala sebagai berikut:

  • Jantung berdebar-debar
  • Nyeri dada (angina)
  • Pingsan
  • Merasa kebingungan
  • Tiba-tiba merasa lelah
  • Detak jantung menjadi cepat
  • Napas menjadi pendek atau sesak napas
  • Pusing
  • Hipotensi dan kepala terasa ringan

Beberapa pengidap takikardia bisa tidak mengalami gejala sama sekali. Jika kondisi ini terjadi, maka diagnosis takikardia hanya bisa dilakukan dengan cara pemeriksaan fisik dan juga tes elektrokardiogram. Jika mengalami kesulitan bernapas atau sakit pada dada selama beberapa menit dan mengalami pingsan, segera berkonsultasi dengan dokter.

Penyebab dan Faktor Resiko

Irama detak jantung normalnya dikontrol oleh nodus atrioventrikular, yang menghasilkan impuls elektrik pemicu awal tiap detak jantung. Penyebab takikardia adalah faktor-faktor yang mengganggu impuls elektrik tersebut, sehingga detak jantung lebih cepat dari normal. Faktor pengganggu impuls elektrik ini cukup banyak, beberapa di antaranya adalah:

  • Merokok
  • Hipertiroidisme
  • Mengonsumsi minuman keras dan kafein terlalu banyak
  • Rusaknya jaringan jantung akibat penyakit jantung
  • Anemia
  • Tekanan darah tinggi
  • Latihan fisik
  • Demam
  • Efek samping pengobatan
  • Penyakit atau kelainan jantung dan jalur elektrik jantung bawaan
  • Penggunaan narkoba
  • Stres yang muncul secara tiba-tiba, misalnya saat ketakutan
  • Ketidakseimbangan elektrolit dalam tubuh

Risiko seseorang mengalami takikardia akan meningkat jika seseorang menderita kerusakan jaringan jantung atau memberikan terlalu banyak tekanan pada jantung. Bagi anda yang berusia di atas 60 tahun atau memiliki keluarga yang mengidap takikardia lebih berisiko terkena kondisi ini.

Pengobatan yang Tepat

Setelah mengetahui apa saja penyebab, jenis, serta gejala takikardia yang bisa menyerang kita sewaktu-waktu, pastilah kita ingin tahu sebenarnya apa sih pengobatan yang paling tepat untuk penyakit takikardia ini.

Pengobatan yang tepat sangatlah dibutuhkan agar penyakit ini bisa benar-benar sembuh alias hilang dari tubuh kita dan sebisa mungkin tidak kembali lagi menghantui kesehatan jantung kita. Berikut cara pengobatan yang harus dilakukan:

  • Dilakukannya tindakan tiroidektomi, di mana cara ini merupakan pengangkatan kelenjar tiroid yang membesar dan dilakukan untuk mengembalikan sistem otot kembali seperti sedia kala dan mencegahnya menjadi lebih parah
  • Menggunakan berbagai jenis obat-obatan, seperti menggunakan methimazole, obat-obatan yang dapat memperlambat detak jantung, ataupun menggunakan obat pengencer darah yang akan menghindarkan kita dari terjadinya serangan jantung maupun stroke
  • Memasang implantable cardioverter defibrillator (ICD), hal ini berguna untuk memantau bagaimana detak jantung kita dan tentu saja untuk menjaga jumlah detak jantung kita dalam batas yang normal
  • Melakukan terapi fisik, terapi yang dimaksud di sini biasanya adalah vagal maneuver dan biasanya akan dilakukan ketika takikardia ini mulai menghantui kita lagi alias ketika “menyerang” kita. Dilakukannya tindakan manuver ini bertujuan untuk memengaruhi saraf vagus dan berfungsi untuk menurunkan jumlah detak jantung kita per menit alias mengembalikan jumlah detak jantung kita ke dalam batas normal
  • Dilakukannya operasi, tujuan dari dilakukannya operasi ini adalah untuk mengangkat saluran eletrik yang berlebih dan tentu saja untuk mengembalikan detak jantung ini ke dalam batas normal
  • Dilakukannya prosedur kardioversi, prosedur ini dilakukan untuk mengirim sengatan listrik pada jantung dan mengembalikan jumlah detak jantung pada batas normal
  • Memasang alat pacu jantung, seperti berbagai pengobatan sebelumnya hal ini juga bertujuan untuk mengembalikan jumlah detak jantung kita ke dalam batas normal

Cara Pencegahan

Nah apa pendapat kalian tentang jenis penyakit takikardia ini? Cukup menyeramkan dan fatal bukan apabila tidak ditangani dengan tepat? Yup, penyakit takikardia ini bisa berujung pada kematian apabila penanganannya terlambat. Tentu saja kita tidak ingin hal ini terjadi bukan?

Seperti yang kita tahu juga, upaya pencegahan merupakan hal jauh lebih baik daripada kita harus mengobati berbagai penyakit karena hal ini cenderung membutuhkan banyak biaya dan dapat mengganggu kinerja organ tubuh lainnya karena banyaknya jumlah obat yang akan kita konsumsi atau betapa melelahkannya prosedur pengobatan yang akan kita jalani.

Untuk itulah, ada baiknya kita melakukan berbagai hal sebagai upaya pencegahan datangnya takikardia pada kita. Nah apa saja ya yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyakit yang satu ini datang menghantui kita? Daripada tambah penasaran, yuk kita simak yang satu ini.

  • Melakukan olahraga secara rutin, seperti olahraga ringan untuk kesehatan jantung yang pastinya juga efektif untuk menjaga kesehatan tubuh secara keseluruhan
  • Menjaga berat badan agar tetap ideal, orang dengan berat badan yang berlebih alias obesitas cenderung mengalami takikardia
  • Melakukan pola makan yang sehat, hal ini perlu kita lakukan karena orang dengan tekanan darah dan kadar kolesterol yang tinggi cenderung berisiko mengalami takikardia. Sebaliknya, pola makan yang sehat mampu memperbaiki kadar hipertensi atau kolesterol tinggi pada tubuh kita
  • Berhenti melakukan kebiasaan buruk yang dapat membahayakan kesehatan tubuh khususnya kesehatan jantung kita, seperti menghentikan kebiasaan merokok, mengonsumsi minuman beralkohol, bahkan penggunaan narkoba
  • Mengendalikan stres, seperti yang kita tahu stres bukanlah suatu hal yang bisa dicegah namun kita bisa mengendalikan hal ini dengan melakukan hal-hal yang positif dan melakukan jeda dari penatnya aktivitas kita sehari-hari
  • Mengurangi konsumsi berbagai zat yang dapat memicu peningkatan denyut jantung, seperti penggunaan nikotin, obat dekongestan, obat stimulan dan lain-lain

Nah itu tadi adalah beberapa informasi yang harus kita ketahui tentang Takikardia. Sudah tidak bingung lagi kan mengenai apa yang membedakan jenis penyakit ini dengan lainnya?

Satu hal yang perlu kita ingat adalah untuk tetap menjaga pola hidup yang sehat agar kita terhindar dari berbagai penyakit yang dapat berujung fatal. So, apa masih mau menunda-nunda untuk hidup sehat? Yuk kita mulai dari sekarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *