Mengenal Narkolepsi, Penyakit Yang Suka Buat Penderitanya Tidur Sembarangan

Semua manusia pasti pernah merasakan kantuk. Mengantuk merupakan sesuatu yang wajar terjadi pada manusia normal. Rasa kantuk biasanya muncul pada saat seseorang tengah merasa bosan ataupun kelelahan. Selain itu, bisa dikatakan bahwa kantuk inilah yang menjadi penghantar sebelum tidur.

Tapi bagaimana jika rasa kantuk tersebut timbul secara berlebihan? atau bahkan sampai menimbulkan halusinasi dan kelumpuhan tidur? Apa saja efek yang bisa ditimbulkan? Mungkin masih banyak dari anda yang belum mengetahuinya.

Merasakan kantuk yang berlebihan, halusinasi dan kelumpuhan tidur merupakan beberapa tanda atau gejala dari gangguan tidur yang dikenal dengan sebutan Narkolepsi, dimana terdapat kelainan Neurologis yang membuat otak anda akan mengalami kesulitan untuk mengendalikan siklus di waktu tidur.

Kelainan ini bisa berdampak buruk pada kinerja anda sehari-hari dan memiliki beberapa gejala yang cukup ekstrem, karena biasanya si penderita akan mengalami kantuk secara tiba-tiba, tanpa kenal tempat.

Sedangkan untuk kelumpuhan tidur dan halusinasi hipnagogic, biasanya dikenal dengan sebutan ketindihan atau ereup-ereup yang diambil dari bahasa Sunda, Jawa Barat.

Fenomena ini sering terjadi pada saat menjelang bangun tidur atau saat akan tidur, dimana gelombang otak mimpi akan bercampur dengan kondisi anda yang masih dalam keadaan terjaga, atau bisa juga terjadi ketika anda berada dalam keadaan setengah sadar dan setengah mimpi.

Akibatnya, muncul lah halusinasi hadirnya sosok lain disekitar anda, yang bisa berupa hantu, arwah, bayangan atau bahkan alien, tergantung latar belakang kebudayaan yang anda miliki atau percayai.

Kelumpuhan tidur ini merupakan ciri khas dari tidur, dimana biasanya sebagai pengaman agar badan tak bergerak-gerak mengikuti isi mimpi karena otot-otot merasa seperti dilumpuhkan.

Namun perlu anda ketahui bahwasannya kalaupun anda pernah mengalaminya, bukan berarti secara otomatis anda menderita narkolepsi lho. Ini bisa saja terjadi saat gelombang otak anda sedang dalam kondisi yang masih terjaga dan juga saat anda sedang kelelahan akibat kurang tidur.

Kelainan ini umumnya akan menyerang kemampuan seseorang untuk mengontrol waktu tidurnya. Selain itu, orang yang menderita narkolepsi biasanya mengalami kesulitan dalam mengendalikan rasa kantuk, terutama pada  siang hari, serta sulit untuk tetap bangun dalam waktu yang lama, sehingga mereka bisa tertidur kapan saja meskipun sedang beraktivitas.

Nauh, untuk lebih memahami hal-hal yang berhubungan dengan gangguan tidur ini, penyebab gejala dan cara yang bisa dilakukan untuk mengobatinya, anda bisa membaca penjelasannya di bawah ini.

Apakah Yang Dimaksud Dengan Narcolepsy?

Mungkin banyak di antara anda yang masih bertanya-tanya tentang gangguan tidur semacam apa sebenarnya Narkolepsi itu, bukan? Narkolepsi sering didefinisikan sebagai sebuah kelainan atau gangguan neurologis kronis, yang mempengaruhi pengendalian tidur seseorang.

Hal tersebut tak jarang menyebabkan waktu tidur malam menjadi terfragmentasi dan menimbulkan kantuk yang berlebihan di siang hari.

Gangguan ini juga semakin dilengkapi dengan gerakan mata cepat yang abnormal (REM) dan dapat melibatkan cataplexy, yaitu serangan otot dan mengakibatkan kelemahan pada otot yang dapat menyebabkan keruntuhan tubuh.

Narkolepsi sendiri bisa berada pada tingkat keparahan ringan dan juga berat. Dalam kasus yang parah, hal itu dapat berdampak negatif pada aktivitas sosial, sekolah, pekerjaan dan kesehatan serta kesejahteraan hidup secara keseluruhan. Seseorang dengan kelainan narkolepsi ini bisa tertidur setiap saat, kapan dan dimana saja, seperti misalnya pada saat sedang berbicara atau mengemudi.

National Institute of Health memperkirakan ada sekitar 135.000 sampai dengan 200.000 orang di Amerika yang menderita kelainan Narkolepsi ini. Meski sudah ada peringatan untuk kondisi ini, namun masih saja ada yang menganggapnya sepele dan seringkali ditanggapi dengan cara yang salah oleh para penderitanya.

Gejala termasuk kelelahan dan kantuk yang luar biasa ini, sering terjadi pada masa kanak-kanak atau remaja yang berusia antara 15 hingga 25 tahun, meskipun sebenarnya siapapun dari segala usia berkemungkinan untuk menderita gangguan tidur ini. Dalam banyak kasus, biasanya narkolepsi tidak terdeteksi dan terdiagnosis dengan cepat sehingga tidak tertangani.

Adakah obat yang bisa menangani masalah ini?

Jika yang anda pertanyakan adalah obat yang bisa mengatasi atau menyembuhkan masalah kelainan narkolepsi ini, maka jawabannya adalah belum ada. Bahkan para periset setuju bahwa perawatan konvensional yang tersedia saat ini masih “belum sempurna” untuk mengatasinya dan masih diperlukan lebih banyak penelitian lagi.

Salah satu peneliti terkemuka yang bernama Dr. Emmanuel Mignot dari Stanford Center for Narcolepsy, yaitu salah satu Tim Universitas Stanford, Amerika Serikat telah menemukan, bahwa kondisi ini merupakan penyakit autoimun (gangguan sistem kekebalan tubuh), yang dapat diikuti oleh flu dan akan terus berupaya untuk menyerang sel kekebalan, yang akan bertanggung jawab atas serangan tersebut dengan tujuan menghentikan atau mencegah penyakit ini berkembang.

Sebenarnya ada beberapa cara yang bisa membantu seseorang untuk mengurangi penyakit ini, yang diantaranya adalah seperti olahraga, mengkonsumsi suplemen, melakukan diet yang sehat, serta merubah gaya hidup yang lebih baik.

Siklus Tidur Orang Normal vs Orang Dengan Narkolepsi

Di dalam siklus tidur yang umum pada orang normal, biasanya seseorang akan memasuki tahap awal tidur, yang kemudian diikuti oleh tahap tidur yang lebih dalam selama 90 menit, dimana akhirnya masuk ke dalam tahap tidur REM.

Namun berbeda halnya dengan mereka yang memiliki gangguan narkolepsi, dimana tidur REM terjadi dalam waktu 15 menit dalam siklus tidur, dan sebentar-sebentar akan terbangun dari tidur mereka. Sedang dalam siklus tidur REM, mimpi dan kelumpuhan otot kerap terjadi.

Penyebab Gangguan Tidur Narkolepsi

Penyebab pasti dari gangguan tidur ini sampai saat ini masih belum diketahui dengan pasti, namun banyak yang mengatakan kalau narkolepsi bisa menjadi penyakit autoimun bawaan, yang menyebabkan kekurangan hypocretin, atau orexin, yaitu zat kimia yang dibutuhkan otak untuk tetap terjaga. Mungkin ada juga kaitannya dengan disposisi genetik, yang terdapat dalam hubungan keluarga.

Hypocretin adalah neurotransmiter, yaitu zat kimia signaling saraf, yang mengendalikan apakah kita sedang tidur atau sedang terjaga, dengan bertindak pada kelompok sel saraf yang berbeda, atau neuron yang terdapat di dalam otak. Zat tersebut dibuat di daerah hipotalamus otak.

Kebanyakan orang dengan narkolepsi dengan cataplex akan memiliki kadar hormon yang rendah, tapi tidak untuk mereka yang tidak diikuti dengan cataplex.

Hipokretin sendiri diperlukan untuk membantu seseorang agar tetap terjaga. Bila zat ini tidak tersedia, otak akan memungkinkan terjadinya fenomena tidur REM yang mengganggu waktu bangun normal. Akibatnya, orang dengan narkolepsi akan mengalami kantuk yang berlebihan di siang hari dan mengalami masalah tidur di malam hari.

Dalam kelainan autoimun, sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dirinya sendiri dan melawan sel sehat seolah-olah mereka adalah penjajah asing. Penyakit autoimun lainnya termasuk rheumatoid arthritis, diabetes tipe 1 dan penyakit celiac. Cedera otak, tumor, atau penyakit lain yang mempengaruhi otak terkadang bisa menyebabkan narkolepsi.

Tanda dan Gejala Narkolepsi

Kondisi neurologis seperti ini biasanya mempengaruhi orang secara berbeda. Tidak semua individu dengan penyakit ini akan mengalami semua tanda dan gejala seperti yang akan disebutkan di bawah ini.

Menurut Mayo Clinic, gejala umum narkolepsi meliputi:

  • Rasa kantuk yang berlebihan pada siang hari, yang akan membuat penderitanya selalu merasa ngantuk, bahkan selama melakukan aktivitas tertentu seperti mengemudi atau bekerja.
  • Kelumpuhan tidur. Gejala ini bisa terjadi sesaat sebelum tertidur atau bangun. Hal ini akan membuat si penderita sementara tidak dapat berbicara atau bergerak untuk jangka waktu yang singkat. Hal ini sangat menakutkan, terutama bagi anak kecil dan remaja.
  • Halusinasi saat tidur dan saat terbangun bisa sangat jelas dan mengerikan. Intinya, halusinasi membuatnya mimpi serasa seperti kenyataan.
  • Mendengkur yang disebabkan oleh apnea tidur obstruktif, dimana otot-otot di tenggorokan menghalangi jalan napas saat tidur.
  • Gerakan tanpa disengaja, yang disebut sebagai sindrom kaki gelisah.
  • Kabut otak, ingatan buruk, kurang fokus dan fungsi kognitif yang buruk biasa terjadi.
  • Kurangnya energi fisik.
  • Kurangnya kualitas tidur dan insomnia.
  • Tiba-tiba timbulnya kelemahan otot yang disebut cataplexy, dimana kelumpuhan bisa mempengaruhi wajah, tangan, kaki dan lengan. Hal ini umumnya disebabkan oleh pengalaman saat emosi tinggi dan episode biasanya berlangsung hanya beberapa saat.

Untuk anak kecil, kemungkinan gejala tambahan yang bisa terjadi adalah sebagai berikut:

  • Sifat mudah marah
  • Hiperaktif
  • Lidah mencuat
  • Mata setengah tertutup
  • Gaya berjalan goyah

Pengobatan Narkolepsi

Layaknya gangguan-gangguan kesehatan yang lainnya, Narkolepsi juga bisa diatasi dengan sejumlah perawatan atau pengobatan tertentu. Kondisi ini biasanya bisa didiagnosis dengan pemeriksaan fisik secara menyeluruh dan riwayat tidur anda, dengan cara memberikan catatan harian atau catatan pola tidur anda. Hal ini dapat membantu untuk memudahkan proses diagnosis.

Salah satu cara atau metode untuk mengatasi kelainan tidur ini adalah dengan menggunakan elektroda yang ditempatkan di kulit kepala dan tubuh untuk mengukur aktivitas otak, pendengaran, pernapasan, otot dan gerakan mata. Selain itu, pola tidur juga turut diperiksa, yang mencakup seberapa cepat anda tertidur dan seberapa cepat anda memasuki siklus tidur REM.

Meskipun tidak ada obat yang pasti untuk narkolepsi, namun pengobatan konvensional yang berfokus pada pengobatan dan perawatan perilaku tertentu setidaknya bisa membantu untuk meningkatkan kualitas tidur anda.

Penting untuk anda ketahu bahwasannya obat hanya akan menutupi gejala kantuknya saja dan belum bisa menghilangkannya secara permanen. Adapun obat yang biasa diresepkan untuk para penderita kelainan tersebut setelah diagnosis meliputi:

  • Stimulan : Termasuk Provigil, Nuvigil, Ritalin dan amfetamin lainnya atau obat mirip amfetamin. Kemungkinan efek sampingnya meliputi jantung berdebar-debar, kecanduan, sakit kepala dan kegugupan.
  • Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRI) dan SNR : Termasuk Prozac, Sarafem, Selfemra dan Effexor. Obat ini diresepkan untuk menekan tidur REM, mengurangi gejala cataplexy dan halusinasi. Efek samping yang mungkin terjadi antara lain penambahan berat badan, disfungsi seksual dan gangguan pencernaan.
  • Antidepresan trisiklik : Depresi umum terjadi setelah diagnosis dan klasifikasi antidepresan ini juga dapat membantu gejala cataplexy. Antidepresan yang biasa diresepkan meliputi : Vivactil, Tofranil, dan Anafranil. Kemungkinan efek sampingnya meliputi mulut kering dan ringan kepala.
  • Sodium Oxybate (Xyrem) : Untuk gejala cataplexy, Xyrem dianggap efektif dan dapat membantu memperbaiki kualitas tidur. Efek sampingnya sangat lumrah terjadi, seperti misalnya mual, mengompol, dan memburuknya tidur. Beberapa interaksi berbahaya dapat terjadi dan dokter Anda harus sadar akan konsumsi alkohol dan obat tidur lainnya atau penghilang rasa sakit narkotika yang Anda pakai.

Mengobati anak atau remaja dengan pengobatan konvensional merupakan sebuah tantangan, karena banyak obat yang diberikan pada orang dewasa dapat menyebabkan efek kesehatan yang serius, termasuk pola pertumbuhan yang abnormal.

Selain itu, wanita hamil dengan kondisi ini harus memperhatikan jenis pengobatan yang dilakukan, karena bisa menimbulkan efek yang tidak baik pada janin.

Mengobati Narkolepsi Dengan Bahan dan Cara Alami

Selain dengan mengkonsumsi obat-obatan khusus, para penderita narkolepsi ini juga bisa diobati dengan cara-cara yang sederhana. Jika anda adalah salah satu penderita jenis gangguan tidur ini, tidak ada salahnya jika anda mengikuti cara ini di rumah.

Adapun beberapa cara sederhana yang dimaksud adalah sebagai berikut:

1. Memperhatikan Siklus Tidur Alami Anda

Mereka yang memiliki gangguan narkolepsi, biasanya akan sulit untuk tetap terjaga pada siang hari, bahkan saat bekerja atau pergi ke sekolah. Itulah sebabnya mengapa anda harus mengenali siklus alami dan jadwal tidur siang anda.

Menurut Mayo Clinic, merencanakan tidur siang sebentar pada interval rutin dapat mengurangi kantuk dan menyegarkan jika dilakukan selama satu sampai tiga jam.

Karena kondisi ini tidak dapat disembuhkan, sangat penting untuk mempelajari siklus tidur anda dan mulai beradaptasi dengan mekanisme penanganan yang efektif.

Untuk orang dewasa, anda bisa menhatasinya dengan tidur siang selama jam makan siang di tempat kerja. Kalau memungkinkan, anda bisa mencari perusahaan yang bisa membiarkan anda menyelesaikan pekerjaan tersebut di rumah.

2. Mengkonsumsi vitamin D

Sebuah studi kecil menemukan frekuensi kekurangan vitamin D yang lebih tinggi pada pasien dengan narkolepsi dengan cataplexy pada populasi umum. Biasanya diketahui bahwa defisiensi vitamin D terkait dengan kelelahan dan rasa sakit.

Melengkapi tubuh anda dengan mengkonsumsi suplemen vitamin D-3 yang berkualitas tinggi dapat membantu anda mengatasi gejala gangguan tersebut.

Selain meningkatkan pengkonsumsian terhadap vitamin D melalui suplementasi dan makanan, mendapatkan sinar matahari langsung juga hal yang sangat penting.

Tidak ada salahnya jika anda meluangkan sedikit waktu anda sekitar 10 sampai 15 menit setiap harinya untuk berada di bawah sinar matahari langsung (tidak ada tabir surya), terutama untuk anda yang berkulit ringan dan sedang dan sekitar 30 menit atau lebih untuk orang berkulit gelap.

3. Pemberian 5-HT

Pada pasien crossover buta ganda dan pasien narkolepsi dengan cataplexy, biasanya diberi sekitar 600 miligram per hari 5-HTP atau plasebo selama empat minggu.

Serotonin (bahasa Inggris: 5-hydroxytryptamine, 5-HT) adalah suatu neurotransmiter monoamino yang disintesiskan pada neuron-neuron serotonergis dalam sistem saraf pusat dan sel-sel enterokromafin dalam saluran pencernaan.

Ketika mengkonsumsi amino ini secara teratur, hasil yang didapatkan adalah terjadinya penurunan durasi tidur siang hari dan peningkatan durasi tidur nyenyak.

Harap diperhatikan:

Dalam dosis yang sangat tinggi, 5-HTP dapat menyebabkan efek samping dan berinteraksi dengan banyak obat yang biasa diresepkan untuk kondisi ini. 5-Hydroxytryptamine seharusnya tidak diberikan pada anak-anak atau ibu hamil. Bicaralah dengan dokter anda sebelum mengkonsumsi suplemen ini.

4. Latihan atau Olahraga

Seperti yang kita semua ketahui, olahraga sangat penting bagi kesehatan manusia, sekalipun yang dilakukan hanyalah jenis latihan-latihan yang ringan.

Bahkan hanya dengan meluangkan waktu sekitar 20 menit setiap hari dengan latihan ringan dapat membantu meringankan gejala umum, termasuk depresi, kabut otak dan kualitas tidur yang buruk. Jangan coba untuk ikut serta dalam kegiatan olahraga, yang bisa menyebabkan rasa sakit ketika tidur dan berolahraga dengan teman sangat dianjurkan.

Berjalan, Pilates dan yoga adalah pilihan olahraga yang tepat, karena bisa dilakukan oleh anak-anak maupun orang dewasa. Latihan yoga diketahui dapat membantu mengurangi kecemasan sekaligus meningkatkan fokus, kognisi, fleksibilitas dan kekuatan.

Jika anda memiliki energi lebih dan ingin mencoba atau ambil bagian di dalam aktivitas yang lebih berat, tennis atau bola basket bisa anda jadikan pilihan alternatif. Jika anda memiliki cataplexi, perlu anda ketahui bahwa emosi yang dirasakan selama olahraga tim dilakukan dapat menyebabkan sebuah episode.

Cataplexy sendiri adalah kondisi episodik yang menampilkan hilangnya fungsi otot, (seperti limpness di leher atau lutut, kendur otot-otot wajah, atau ketidakmampuan untuk berbicara dengan jelas) untuk menyelesaikan runtuh tubuh.

Episode mungkin dipicu oleh reaksi emosional mendadak, seperti tawa, marah, terkejut, atau takut dan dapat berlangsung dari beberapa detik hingga beberapa menit. Biasanya orang yang mengalami kondisi ini akan tetap sadar sepanjang episode. Dalam beberapa kasus, cataplexy mungkin menyerupai serangan epilepsi.

5. Omega-3

Menurut sebuah tinjauan sistematis dan meta-analisis uji klinis yang dipublikasikan di Neuropsychopharmacology, melengkapi asam lemak omega-3 pada anak-anak dan remaja ternyata dapat membuat gejala ADHD, yang khas dengan diagnosis narkolepsi, lebih mudah untuk ditangani.

Faktanya adalah, penelitian menunjukkan bahwa suplementasi omega-3 dapat membantu fungsi kognitif dan kinerja serta gejala lainnya.

Selain menambahkan suplemen yang berkualitas tinggi, mengkonsumsi lebih banyak makanan kaya omega-3 seperti salmon yang ditangkap liar, sarden, mackerel, daging sapi dan susu sapi bakar, biji rami dan kenari akan sangat membantu. Omega-3 ini dianggap aman untuk anak-anak dan orang dewasa, termasuk wanita hamil.

6. Terapi Bicara / Dukungan Kelompok

Narkolepsi adalah gangguan yang bisa berkangsung seumur hidup, yang akan mengganggu kehidupan sehari-hari. Hal ini dapat menyebabkan halusinasi, depresi dan kecemasan yang parah.

Mempelajari mekanisme penanganan yang efektif dan mendiskusikan perasaan frustrasi yang dirasakan, serta ketakutan dengan orang lain yang memahami tantangan tersebut dapat membantu anda.

Anak-anak dan remaja dikenal sebagai individu yang sangat rentan terhadap depresi dan kecemasan, sehingga mereka memerlukan bantuan dari kelompok pendukung dan terapi bicara. Kelesuan yang ekstrem, kurang motivasi, perasaan terisolasi dan intimidasi biasa terjadi di sekolah dan di dalam kelompok sosial tertentu.

Menurut University of Maryland Medical Center, sekitar 30 persen sampai dengan 57 persen orang dengan kondisi ini kerap mengalami depresi. Mengobati depresi secara efektif harus menjadi prioritas utama dengan rencana perawatan apapun.

7. Diet Sehat

Diet rendah karbohidrat dipercaya dapat membantu gejala narkolepsi. Penting bagi anda untuk mengenali intoleransi terhadap makanan tertentu, sehingga anda bisa menghilangkan makanan tertentu yang bisa menyebabkan reaksi negatif terhadap tubuh.

Dengan melakukan diet eliminasi, anda bisa terbantu untuk menentukan jenis makanan yang mana saja yang harus dihindari. Alergen, yang merupakan senyaea yang dapat menginduksi imunologi E (IgE) melalui paparan berupa inhalasi (dihirup), ingesti (proses menelan), kontak atau injeksi, pada umumnya bisa ditemukan pada gandum, susu konvensional, jagung, coklat dan kedelai.

Bagi anda yang mungkin sedang menderita kondisi ini, anda dianjurkan untuk menghindari gula, alkohol dan kafein karena zat ini bisa menyebabkan naik turunnya energi yang bisa memperburuk gejala.

Sebelum memutuskan untuk melakukan diet, ada hal-hal yang perlu anda ketahui, yang diantaranya adalah sebagai berikut.

Catatan tentang diet sehat dan anak-anak

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan di CNS Neuroscience & Therapeutics, obesitas menyerang lebih dari 50 persen anak-anak narkoleptik, terutama yang memiliki penyakit awal.

Anak-anak yang obesitas dalam penelitian ini memiliki kualitas tidur yang rendah, tingkat apnea yang lebih tinggi, mudah merasakan lelah dan melewatkan hari sekolah lebih banyak daripada orang-orang yang tidak obesitas.

Meskipun penelitian tersebut tidak menarik kesimpulan mengenai penyebab terjadinya obesitas, hal yang perlu mendapatkan perhatian anda adalah berkaitan dengan depresi, kecemasan, isolasi sosial dan kelelahan yang dialami anak muda.

Mereka memiliki waktu yang lebih sulit untuk melakukan komunikasi dengan orang tua, petugas layanan kesehatan dan teman sebayanya mengenai kondisi ini. Olahraga, diet sehat dan terapi bicara perlu dianjurkan untuk dilakukan.

8. Terapi Gaya Hidup (Akupuntur, Pijat dan Aromaterapi)

Selain diet sehat, latihan dan terapi bicara, akupunktur dan pijat mungkin bermanfaat bagi anak-anak dan orang dewasa. Akupuntur dan pijat telah terbukti dpat mengurangi stres, memperbaiki masalah tidur, mengurangi kecemasan dan depresi serta dapat membantu memperbaiki fungsi kognitif.

Aromaterapi juga dipercaya bisa mengurangi stres kronis, kelelahan dan bisa memperbaiki masalah tidur. Selain itu, membasahi minyak esensial lavender sebelum tidur juga dapat membantu meredakan kegelisahan dan dapat berkontribusi untuk meningkatkan kualitas tidur dan meningkatkan relaksasi.

Kesimpulan

Setelah membaca penjelan di atas, ada beberapa kesimpulan yang bisa anda ambil, yaitu:

  • Narkolepsi adalah istilah yang sering digunakan untuk menyebut sebuah kelainan atau gangguan neurologis kronis, yang mempengaruhi pengendalian tidur seseorang. Hal tersebut tak jarang menyebabkan waktu tidur malam menjadi ter-fragmentasi dan menimbulkan kantuk yang berlebihan pada waktu beraktivitas di siang hari.
  • Gangguan ini semakin dilengkapi dengan gerakan mata cepat yang abnormal (REM) dan dapat melibatkan cataplexy, yaitu serangan otot dan mengakibatkan kelemahan pada otot, yang dapat menyebabkan keruntuhan tubuh.
  • Sejauh ini belum ada obat yang bisa mengatasi atau menyembuhkan masalah kelainan narkolepsi ini secara total. Sebagian besar obat yang diberikan hanyalah untuk mengobati atau gejala yang ditimbulkan.
  • Selain dengan mengkonsumsi sejumlah obat-obatan sintetis tertentu, perawatan konvensional yang tersedia untuk mengobati narkolepsi, saat ini juga masih “belum sempurna” untuk mengatasinya dan masih diperlukan lebih banyak penelitian lagi.
  • Beberapa gejala yang biasa timbul atau dirasakan oleh para penderinya adalah meliputi: merasakan kantuk yang tak tertahankan, mengalami kelumpuhan tidur, kerap berhalusinasi, mendengkur ketika tidur, melakukan gerakan tubuh tanpa disengaja, ingatan semakin memburuk, mengalami insomnia dan kelemahan otot.
  • Sedangkan pada anak-anak, adapun gejala yang sering tampak adalah sifat yang menjadi mudah marah, hiperaktif, warna lidah menjadi pucat, mata setengah tertutup dan gaya berjalan goyah.
  • Jenis obat yang sering diberikan kepada pasien narkolepsi untuk mengobati gejala mereka adalah seperti: obat stimulan, selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) dan (SNR), antidepresan trisiklik dan sodium oxybate.
  • Memperhatikan siklus tidur, mengkonsumsi vitamin D, pemberian 5-HT, rutin berolahraga atau melakukan latihan sederhana, mengkonsumsi Omega-3, melakukan terapi bicara, Diet sehat dan terapi gaya hidup merupakan beberapa cara dan bahan makanan yang juga bisa mengatasi masalah atau gejala yang timbul akibat narkolepsi.

Itulah tadi beberapa hal yang bisa kami simpulkan dari penjelasan penyakit narkolepsi di atas. Semoga bisa bermanfaat untuk anda.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *