Kerap Dijadikan Lelucon, Latah Ternyata Adalah Sebuah Gangguan

Pernahkah kalian melihat seseorang yang ketika sedang kaget, kemudian dia mengeluarkan kata-kata tertentu dengan spontan. Ya, istilah ini biasa kalian kenal dengan nama Latah.

Selain mengeluarkan kata-kata yang kadang membuat kita tertawa, biasanya orang yang menderita gangguan ini juga akan merespon kekagetan mereka dengan gerakan tubuh. Tingkat keparahannya sendiri bervariasi pada setiap orang.

Latah disebut juga sebagai Culture Bound Syndrome. Dikatakan demikian karena penyakit ini hanya ditemui pada penduduk Asia, terutama Asia Tenggara. Selama ini belum pernah ditemukan orang barat mengalami latah.

Latah bukanlah penyakit mental, tapi lebih merupakan kebiasaan yang tertanam di pikiran bawah sadar. Latah memang bukan gangguan psikologis yang serius dan malah banyak orang menganggapnya sebagai hiburan atau sesuatu yang lucu. Lalu, apa sebenarnya yang dimaksud dengan latah? Bisakah kebiasaan ini dihentikan? Cari tahu ulasannya di bawah ini.

Apa Itu Latah?

Seperti yang sudah dejelaskan sedikit di atas, bahwa latah adalah suatu keadaan yang dimana si penderitanya secara spontan mengeluarkan respon berupa kata-kata atau kalimat dan disertai dengan gerakan tubuh terhadap suara atau gerakan yang siatnya mengagetkan.

Meski latah ini tidak pernah kita lihat di dataran Eropa sana, namun bagi mereka yang mengidap penyakit seperti ini berpendapat, bahwa latah adalah kondisi yang sangat serius dan harus diobati.

Sedangkan untuk negara bagian Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Malaysia, latah justru dianggap wajar sehingga mereka yang mempunyai penyakit ini tidak perlu untuk di obati. Oleh sebab itu, latah dianggap sebagai suatu sindrom khusus kebudayaan.

Para dokter juga masih memperdebatkan tentang memasukkan latah ini ke dalam kategori kelainan ataukah penyakit, sehingga saat ini latah masih dikaitkan sebagai suatu kondisi.

Latah juga dihubungkan dengan psikologi seseorang. Latah digolongkan sebagai Possesion Trance Disorder, yaitu suatu kondisi penggantian identitas personal menjadi identitas baru, yang ditunjukkan lewat perubahan perilaku.

Menurut para ahli, latah sering ditemukan pada orang yang dikucilkan atau disepelekan dalam masyarakat (underdog class). Sehingga kondisi latah muncul sebagai defense mechanism, dimana orang tersebut ingin menarik perhatian atau ingin menjalin pertemanan dengan latah. Walaupun belum banyak penjelasan yang pasti tentang kondisi latah, namun dapat disimpulkan bahwa latah merupakan gejala psikologis yang berhubungan dengan budaya.

Orang yang latah akan menunjukkan reaksi yang tak terduga saat ia merasa kaget. Seseorang yang mengalaminya bisa menunjukkan reaksi berlebihan yang tidak biasa. Mulai dari mengulang kata-kata tertentu, melompat, menjerit, memukul, hingga melempar sesuatu.

Respon ini terjadi sangat cepat, natural, dan tanpa disengaja atau direncanakan terlebih dahulu terhadap stimulus yang menyebabkannya. Penderitanya tidak mampu mengendalikan kondisinya sendiri sehingga terkadang kata-kata yang keluar tidak terduga, bahkan bisa mengandung kata-kata kotor. Kondisi ini biasanya dimulai setelah masa pubertas atau selama masa remaja.

Penyebab Latah

Bicara soal penyebab dari latah ini, salah satu teori menyebutkan bahwa kelainan ini terjadi akibat respon dalam kondisi ekstrem terhadap sesuatu yang dipengaruhi oleh faktor budaya.

Namun, sejauh ini belum ada penelitian dan penjelasan medis yang mendukung penyebab dari gangguan ini. Akan tetapi, kondisi ini sering kali dikaitkan dengan kelainan neuropsikiatrik. Hal ini dikarenakan terkejutnya orang latah dianggap berlebihan dan tidak sewajarnya.

Faktor genetik dan lingkungan juga disebut-sebut berkontribusi dalam gangguan ini. Teori lain menyebutkan bahwa kondisi ini diakibatkan oleh gangguan neurologis somatik.

Gangguan somatik disebabkan oleh mutasi gen yang terjadi setelah pembuahan dan tidak diwariskan dari orang tua atau diteruskan ke anak-anak. Pengaruh budaya juga disinyalir mampu memengaruhi tingkat keparahan. Namun, diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan penyebab spesifik dari gangguan ini.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Latah

Ada beberapa fenomena menarik dari penyakit latah, yakni penderita umumnya berada pada level usia dewasa awal sekitar 18 tahun ke atas dan juga mayoritas penderitanya adalah kaum perempuan. Mengapa demikian dan benarkah latah hanya menyerang perempuan?

Secara umum, di usia dewasa awal, orang sudah mulai mengembangkan diri, mulai mengenal banyak orang, serta membangun dan mengembangkan pergaulan atau “network”.

Proses awal mengenal, memasuki dan mengadaptasikan diri dengan lingkungan (khususnya lingkungan baru) sering kali membuat seseorang merasa bingung, harus bersikap bagaimana dan berkata apa.

Kondisi ini bisa menjadi tekanan yang berulang, sehingga muncullah perilaku latah. Hal seperti ini sama halnya dialami oleh orang yang gagap ketika ia merasa gugup.

Dalam kehidupan sosial, kaum perempuan memang lebih banyak mengalami latah. Kalaupun ada laki-laki yang mengalami latah, jumlahnya lebih sedikit dibandingkan perempuan. Umumnya, laki-laki yang mengalami latah juga memiliki kecenderungan bersikap agak feminim atau agak kewanita-wanitaan. Mengapa demikian?

Berdasarkan tinjauan psikologis, kaum perempuan lebih bersifat “drama queen” dan sensitif terhadap hal atau keadaan yang menyentuh perasaannya.

Salah satu tanda yang berhubungan dengan kelatahan perempuan ialah kaum perempuan lebih senang dirinya menjadi pusat perhatian, sehingga kadangkala perempuan bertindak jauh di luar nalar logisnya, mau melakukan apapun untuk bisa diterima oleh lingkungannya. Tidak jarang mereka sengaja atau ikut-ikutan latah agar diterima dan diakui oleh komunitasnya.

Di sisi lain, faktor tersebut juga menunjukkan tanda lainnya, seperti melebih-lebihkan sesuatu atau mendramatisasi keadaan. Hal ini disebabkan oleh faktor lebih menonjolnya sisi emosionalitas kaum perempuan, sehingga kadangkala permasalahan yang tidak begitu berat disikapi dengan cara yang berlebihan.

Perilaku yang berlebihan ini, jika terus berkembang dalam diri seseorang, maka lama kelamaan ia bisa menjadi faktor pemicu munculnya gangguan kepribadian Histrionic bahkan bisa sampai terkena gangguan kejiwaan Skizoferenia, meskipun tidak semua penderitanya menjadi terkena Skizoferenia.

Berbeda dengan kaum pria. Mereka jarang yang mengalami gangguan kepribadian tersebut, karena para pria lebih cuek daripada wanita. Pria juga lebih menggunakan pikiran rasional dibandingkan emosional.

Kebanyakan pria akan mencari sisi logis dari segala permasalahan. Jika sisi logika sudah digunakan, maka sudah keluar dari alam bawah sadar, sehingga tidak ada hal yang di repressed lagi. Karena itu, gejala umum yang terjadi, kaum pria jarang terkena latah, kecuali pria yang sering bergaya agak kewanita-wanitaan.

Penyebab utama latah erat kaitannya dengan kondisi ketenangan seseorang dalam menghadapi lingkungan sekitarnya. Rasa cemas yang tinggi atau kekhawatiran berlebihan yang dialami seseorang.

Kecemasan akan sesuatu akan mempengaruhi pikiran seseorang, sehingga pikirannya terfokus kepada hal yang dicemaskannya. Kondisi ini menyebabkan sense of body control seseorang berkurang.

Karena itu, bila seseorang itu terkena stimulus (yang mengagetkannya) sedikit saja, maka ia akan menjadi latah. Beberapa psikolog menyatakan bahwa latah juga bisa disebabkan oleh adanya keinginan atau kebutuhan yang tidak terpenuhi, sehingga terpendam di alam bawah sadar. Hal ini biasanya berlanjut menjadi mimpi atau mengigau.

Jenis-Jenis Latah

Tindakan spontanitas mengeluarkan repon (berupa ucapan kata-kata atau kalimat atau ada pula yang sampai diikuti dengan gerakan) yang dikeluarkan oleh orang latah terbagi menjadi beberapa jenis.

Ada yang masih tergolong ringan, namun ada juga yang bisa membahayakan diri orang latah itu sendiri dan bahkan juga orang lain. Untuk lebih jelasnya, berikut ini ada 4 jenis latah yang didasarkan pada tingkat dari keparahannya:

  • Ekolalia

Jenis ini merupakan reaksi latah dengan mengulangi perkataan orang lain. Penyebab terjadinya ekolalia adalah karena sistem indera yang dimiliki pengidap latah, terutama mata, mulut, dan telinganya mengalami gangguan. Biasanya pengidap tidak bisa mengontrol reaksinya tersebut.

  • Ekopraksia

Jika ekolalia mengulangi perkataan orang lain, ekopraksia adalah reaksi latah yang menirukan gerakan orang lain. Latah jenis ekopraksia dianggap lebih parah dari ekolalia karena sudah melibatkan perilaku orang yang memiliki latah tersebut.

  • Koprolalia

Koprolalia adalah kondisi dimana pengidap akan mengeluarkan kata-kata yang dianggap tabu atau kotor sebagai reaksi latahnya. Biasanya orang dengan jenis latah ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Sebagian orang juga menjadikan latah koprolalia sebagai bahan candaan.

  • Automoatic Obedience

Kondisi latah automatic obedience bisa dibilang cukup berbahaya. Orang yang memiliki latah jenis tersebut dapat melaksanakan perintah yang disampaikan orang lain secara spontan. Meskipun perintah yang diberikan berbahaya, bukan tidak mungkin dia akan tetap melakukan perintah tersebut.

Satu orang bisa memiliki lebih dari satu jenis latah. Latah bisa menimbulkan reaksi bermacam-macam, karena adanya alasan yang berbeda yang melatarbelakangi latah tersebut.

Beberapa Cara Menyembuhkan Latah

Syarat munculnya latah adalah karena adanya keterkejutan. Untuk mengurangi dan menyembuhkan latah, ia harus bisa menemukan ketenangan hidup. Misalnya, keluar dari rumah kalau orang tuanya kerap melakukan tekanan atau berganti bidang pekerjaan jika pekerjaannya itu membuatnya stres.

Untuk menyembuhkan si latah, lingkungan memang harus berempati. Ada penderita latah yang sembuh sendiri setelah berkeluarga dan hidup tenang.

Selebihnya, penderita dianjurkan melakukan latihan relaksasi, meditasi, dan konsentrasi secara rutin. Kegiatan ini akan membantu penderita menuju kesembuhan. Dan, sering-seringlah melakukan aktivitas menyenangkan yang tidak membuat anda menjadi terlalu stres.

Anda bisa melakukan beberapa terapi di bawah ini agar anda bisa sembuh dari penyakit latah yang mungkin memang sangat menggangu aktifitas kalian, yaitu bisa dengan:

Terapi Hipnoterapi

Hipnoterapi sendiri merupakan terapi penyembuhan yang ditujukan pada pasien dalam kondisi hipnosis (suatu kondisi mental) atau dengan bahasa yang lebih gampang adalah orang dengan sistem syaraf yang tertidur.

Nah, orang dengan kondisi syaraf tertidur seperti ini umumnya lebih mudah untuk menerima sugesti. Pada kondisi rileks seperti inilah sugesti positif ditanamkan melalui alam bawah sadar pasien dengan harapan pikiran mereka akan dipenuhi dengan sugesti positif.

Termasuk usaha dalam penyembuhan latah sendiri, biasanya setiap pasien akan dilakukan sekitar 1-2 jam untuk sekali terapi. Karena dengan hipnoterapi ini akan bisa langsung menjangkau sumber kebiasaan latah, yaitu melalui pikiran bawah sadar mereka.

Dengan demikian, kami bisa merubah perilaku kebiasaan latah yang tertanam di pikiran bawah sadar. Selain itu, anda juga akan diberi sugesti agar tetap tenang ketika mengalami peristiwa yang mengagetkan.

Ada dua syarat yang harus anda penuhi agar kebiasaan latah anda bisa dihilangkan dengan cepat dan hasilnya permanen, yaitu :

  • Anda harus sungguh-sungguh ingin berubah dan serius ingin menghilangkan kebiasaan latah Anda.
  • Anda harus setuju untuk menganggap latah sebagai kebiasaan yang kurang baik dan merugikan diri sendiri. Kebiasaan latah akan sulit dihilangkan atau bisa saja kambuh sewaktu-waktu apabila Anda menganggap menjadi latah itu lucu, menguntungkan dan menyenangkan.

Jika anda memenuhi 2 syarat di atas, maka latah yang anda alami bisa disembuhkan dengan hipnoterapi. Tidak peduli separah apapun latah yang anda derita, asalkan anda serius ingin berubah.

Terapi puasa cukup populer di Eropa maupun Amerika Serikat. Kabar gembira lain, hasil riset terakhir membuktikan puasa yang dijalankan secata tepat dan benar, bisa berfungsi sebagai terapi bagi penderita latah. Ini bersumber kepada fakta bakti bahwa pausa dapat membuat seseorang lebih mampu menguasai dan mengendalikan diri.

Pendekatan Diri dan Lingkungan

Sebenarnya menghilangkan kebiasaan latah tidaklah mudah. Sudah banyak ahli yang menganjurkan penderita latah untuk berobat ke dokter, psikiater atau psikolog.

Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan hipnoterapi. Tapi, kalau kadar “latah” kita masih dinilai ringan, cara-cara berikut ini bisa dilakukan, yaitu:

  • Tenang : Pada dasarnya orang yang mudah latah itu gampang banget panik dan kaget. Biasakan diri untuk bisa bersikap tenang saat terjadi situasi-situasi yang menegangkan. Nah, ketika kaget, cobalah untuk tetap tenang. Caranya? Tarik napas panjang atau nyanyikan lagu-lagu yang menyenangkan.
  • Berjanji Pada Diri Sensiri : Janji pada diri sendiri untuk tidak latah saat sedang kaget, antara lain dengan menghukum diri sendiri setiap kali latah. Misalnya nih, kita bikin perjanjian bahwa setiap kali latah, maka dana untuk belanja sepatu lucu harus dikurangi sebanyak lima ribu rupiah.
  • Minta Bantuan Teman : Teman-teman mungkin nggak sadar betapa lelahnya menjadi seorang yang latah. Panik berlebihan, selalu terkaget-kaget, dan akhirnya sering jadi bahan olokan. Nah, kalau teman-teman mau sedikit menahan diri agar tidak mengejek atau mengerjai kita yang latah, maka usaha untuk sembuh dari latah pasti bisa berhasil.

Terapi Behavioristik

Terapi tingkah laku (Behavioristik) adalah penerapan aneka ragam teknik dan prosedur yang berakar pada berbagai teori tentang belajar. Terapi ini menyertakan penerapan yang sistematis prinsip-prinsip belajar pada pengubahan tingkah laku kearah cara-cara yang lebih adaptaif. Pendekatan ini, telah memberikan sumbangan-sumbangan yang berarti, baik pada bidang-bidang klinis maupun pendidikan.

Behavioristik adalah suatu pandangan ilmiah tentang tingkah laku manusia. Dalil dasarnya adalah bahwa tingkahlaku itu tertib dan bahwa eksperimen yang dikendalikan dengan cermat akan menyingkap hukum-hukum yang mengendalikan tingkah laku. Behavioristik ditandai oleh sikap membatasi metode-metode dan prosedur-prosedur pada data yang dapat diamati.

Pendekatan behavioristik tidak menguraikan asumsi-asumsi filosofis tertentu tentang manusia secara langsung. Setiap orang dipandang memiliki kecenderungan-kederungan positif dan negatif yang sama. Manusia pada dasarnya dibentuk dan ditentukan oleh lingkungan social budayanya. Segenap tingkah laku manusia dipelajari.

Meskipun berkeyakinan bahwa segenap tingkah laku pada dasarnya merupakan hasil dari kekuatan-kekuatan lingkungan dan factor-faktor genetic, para behavioris pembuatan putusan sebagai salah satu bentuk tingkah laku.

Pandangan para behavioris tentang manusia sering kali didistorsi oleh penguraian yang terlampau menyederhanakan tentang individu sebagai bidak nasib yang tak berdaya yang semata-mata ditentukan oleh pengaruh-pengaruh lingkungan dan keturunan dan dikerdilkan menjadi sekedar organisme pemberi respon.

Terapi tingkah laku kontemporer bukanlah suatu pendekatan yang sepenuhnya deterministic dan mekanistik, yang meyingkirkan potensi para klien untuk memilih. Hanya “para behavioris radikal” yang menyingkirkan kemungkinan menentukan diri dari individu.

Ciri-Ciri Terapi Behavioristik

Terapi tingah laku, berbeda dengan sebagian besar pendekatan terapi lainnya, ditandai oleh :

  • Pemusatan perhatian kepada tingkah laku yang tampak dan spesifik.
  • Kecermatan dan penguraian tujuan-tujuan treatment.
  • Perumusan prosedur treatment yang spesifik yang sesuai dengan masalah.
  • Penaksiran objektif atas hasil-hasil terapi.
  • Pada dasarnya, terapi tingkah laku diarahkan pada tujuan-tujuan memperoleh tingkah laku baru, penghapusan tingkah laku yang maladaptif, serta memperkuat dan mempertahankan tingkah laku yang diinginkan. Pernyataan yang tepat tentang tujuan-tujuan treatment dispesifikasi, sedangkan pernyataan yang bersifat umum tetang tujuan ditolak. Klien diminta untuk menyatakan dengan cara-cara yang konkret jenis-jenis tingkah laku masalah yang dia ingin mengubahnya.

Karena tingkah laku yang dituju dispesifikasi dengan jelas, tujuan-tujuan treatment dirinci dan metode-metode terapeutik diterangkan, maka hasil-hasil terapi menjadi dapat dievaluasi.

Terapi tingkah laku memasukkan kriteria yang didefenisikan dengan baik bagi perbaikan atau penyembuhan. Karena terapi tingkah laku menenkankan evalusasi atas keefektifan teknik-teknik yang digunakan, maka evolusia dan perbaikan yang berkesinambungan atas prosesdur-prosedur treatment menandai proses terapeutik.

Kesimpulan

Latah adalah sebuah kondisi dimana seseorang secara spontan akan mengeluarkan kata-kata atau kalimat yang terkadang disertai dengan gerakan tubuh tertentu, biasanya sih gerakan tangan. Faktor genetik dan lingkungan adalah beberapa contoh dari faktor penyebab seseorang menjadi latah.

Penyakit latah ini dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan tingkat keparahannya, yaitu : Ekolalia, Ekoprasia, Kopralalia dan Automoatic Obedience.

Sebenarnya, salah satu yang sering membuat seseorang latah adalah faktor keterkejutan. Karena tingkah mereka yang kerap menimbulkan gelak tawa, tak heran jika mereka sering dijadikan sebagai bahan lelucon oleh orang-orang yang ada di sekitarnya.

Tapi meskipun begitu, orang-orang yang memiliki kelatahan ini juga bisa menimbulkan masalah, karena beberapa orang latah ada yang mengeluarkan kalimat-kalimat kotor yang tidak enak didengar dan bisa membuat orang yang tidak suka. Dan yang lebih parahnya lagi, kelatahan ini juga bisa membawa mereka dalam bahaya.

Misalnya saja ketika mereka sedang menyebrang, kemudian ada orang yang menegur atau berteriak memanggil namanya, anda bisa bayangkan apa yang akan terjadi ketika suara yang memanggilnya membuatnya terkejut? Orang itu bisa saja berhenti secara tiba-tiba di tengah jalan dan kapan saja kendaraan bisa menabraknya.

Salah satu cara yang dipercaya efektif untuk mengatasi latah adalah dengan menjalani terapi dengan aromaterapi yang doformulasikan khusus untuk mengobati latah. Selain itu ada pula teori behavioristik dan yang lainnya.

Jika anda atau mungkin keluarga anda ada yang latah, tidak ada salahnya jika anda melakukan beberapa cara atau teori yang telah dijelaskan di atas tadi. Mana tahu penyakit latah anda bisa disembuhkan.

Sekian informasi ini kami sampaikan, semoga bisa bermanfaat untuk anda sekalian.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *