Gangguan Panik: Apa Itu dan Bagaimana Cara Megatasinya?

Banyak dari kita pasti pernah mengalami yang namanya serangan panik atau panic attack. Serangan panik ini memang bisa datang kapan saja, terutama ketika kita sedang menghadapi masalah yang cukup berat dan terus-menerus merasa cemas karenanya.

Serangan panik yang dialami oleh seseorang biasanya terjadi sebanyak 1-2 kali dalam sepanjang hidup seseorang. Biasanya seseorang akan mengalami serangan panik tersebut dalam beberapa saat saja, namun pada gangguan kepanikan, serangan panik ini akan terus berlanjut sampai berjam-jam.

Serangan panik sendiri merupakan pengalaman menakutkan dan bisa terjadi secara mendadak dan membuat siapa saja yang mengalaminya menjadi seolah-olah seperti terkena serangan jantung, kehilangan kendali, atau bahkan dapat menyebabkan kematian.

Namun, beberapa orang dapat mengalami serangan panik ini secara berulang kali atau lebih dari satu kali. Serangan ini pada umumnya lebih banyak dialami oleh wanita berusia remaja hingga dewasa dibanding sengan laki-laki, anak-anak dan lansia.

Pada kondisi serangan panik yang terjadi secara berulang-ulang, yang kemudian disertai dengan perasaan takut akan terjadinya serangan lanjutan yang berlangsung secara terus-menerus, biasanya menandakan sebuah kondisi yang bernama gangguan panik (panic disorder).

Jika sudah sampai pada tahap gangguan, anda pasti tahu bukan bahaya yang bisa ditimbulkannya? Panik biasa kemungkinan tidak akan menimbulkan sesuatu yang berbahaya. Tapi jika yang anda alami adalah kategori panik yang berlebihan atau panic disorder, maka anda perlu lebih waspada.

Mengetahui cara untuk mencegah perasaan panik yang muncul di luar kendali merupakan keterampilan penting yang perlu diketahui oleh orang-orang yang mengalami gejala jenis gangguan panik ini.

Beberapa kondisi seperti stres dan kecemasan adalah beberapa contoh yang dapat menyebabkan seseorang mengalami serangan panik ini. Jadi berhati-hatilah. Sama halnya seperti kondisi jantung dan kelainan darah seperti anemia, keduanya juga dapat menyebabkan gejala yang serupa.

Orang yang mengalami gangguan kepanikan biasanya disebabkan karena ia merasa takut akan sesuatu hal tertentu, sehingga lahirlah dorongan yang kuat untuk berusaha melarikan diri dari situasi tersebut. Pernahkah anda berada dalam kondisi seperti ini?

Jika anda tidak tahu apakah anda pernah atau tidak mengalami serangan panik tersebut, ada baiknya jika anda mengetahui beberapa gejala atau ciri-ciri yang bisa membantu anda mengidentifikasinya.

Ketika anda sudah mengetahui gejala-gejala tersebut, barulah anda bisa mencari tahu cara atau tips untuk mengendalikan dan menghentikan serangan panik atau panic attack berlebihan tersebut.

Dan beruntungnya anda, karena anda berada di artikel yang benar sekarang. Tahu kenapa? Karena fokus pembahasan kami saat ini berkaitan dengan masalah atau gangguan serangan panik yang informasinya sedang anda butuhkan.

Sudah siapkah anda untuk menerima informasi ini? Kalau sudh, yuk lanjutkan bacaan anda pada penjelasan di bawah ini.

Karakteristik Seseorang Mengalami Serangan Panik

Seseorang yang mengalami serangan panik pada umumnya akan memiliki firasat bahwa mereka mengalami serangan jantung atau akan menjadi gila, bahkan sekarat.

Rasa takut dan teror yang dialami orang tersebut, jika dilihat dari kacamata orang lain yang melihatnya, tidak sebanding dengan situasi yang sebenarnya terjadi dan mungkin sama sekali tidak terkait dengan apa yang terjadi di sekitarnya.

Untuk menghentikan serangan panik tersebut, seseorang harus mengenali gejala dan tanda-tanda peringatannya terlebih dahulu. Berikut ini adalah beberapa gejala, ciri atau karakteristik yang umum menyertai serangan panik yang dialami oleh seseorang:

  • Berkeringat
  • Jantung berdebar-debar
  • Sesak napas
  • Sensasi tercekik
  • Ketidaknyamanan pada bagian dada
  • Mual
  • Pusing, merasa pingsan
  • Merasa terpisah dari kenyataan dan lingkungan sekitar
  • Kesemutan atau mati rasa
  • Kedinginan atau sensasi panas
  • Merasa terlepas dari tubuh dan merasa seperti mengalami situasi yang tidak nyata

Meskipun serangan panik bisa menajadi menakutkan bagi sebagian orang, namun biasanya itu hanya berlangsung antara 10 dan 20 menit dan tidak mengancam jiwa. Akan tetapi, tidak selalu ada pola yang jelas untuk serangan panik ini.

Beberapa orang mungkin mengalami beberapa serangan dalam satu hari dan kemudian tidak mengalaminya setelah berbulan-bulan kemudian. Sedangkan sebagiannya lagi mungkin memiliki pengalaman mengalami serangan tersebut setiap minggu. Anda termasuk yang mana?

Dalam kondisi seperti agoraphobia, atau ketakutan saat berada di tempat umum juga dapat memicu serangan panik. Orang yang mengalaminya akan memiliki pola menghindari tempat umum. Segeralah mencari bantuan medis jika serangan panik terjadi karena kondisi ini. Kondisi seperti ini memerlukan bantuan pihak lain dalam penanganannya.

Serangan panik juga memiliki gejala yang serupa dengan penyakit lain yang tergolong serius, seperti serangan jantung. Disarankan bagi seseorang yang mengalami gejala menyerupai serangan jantung untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut di rumah sakit untuk memastikan penyebabnya.

Penyebab Seseorang Mengalami Serangan Panik

Sebagian besar kasus serangan panik menyerang tanpa peringatan dan tanpa kenal waktu, misalnya saat sedang menyetir kendaraan atau tengah tertidur. Namun seiring waktu berjalan, kemunculan serangan panik bisa diantisipasi sebagai akibat dari situasi tertentu.

Sebagian peneliti menduga bahwa serangan panik merupakan bagian dari respons pertahanan alami tubuh ketika berada di dalam situasi yang mengancam karena memiliki bentuk reaksi yang sama.

Namun, sejauh ini belum ada penelitian yang bisa memastikan mengenai penyebab pasti dari serangan panik ini, khususnya ketika tidak ada penyebab nyata yang memicu serangan tersebut.

Walaupun serangan panik tidak sepenuhnya bisa dipahami, secara keseluruhan, akan tetapi penelitian menunjukkan bahwa kombinasi dari beberapa faktor seperti genetik, biologis, psikologis dan lingkungan dapat membuat individu lebih rentan terhadap serangan kepanikan.

Misalnya, serangan panik dapat disebabkan oleh keadaan biologi otak yang terlalu sensitif terhadap stimulus rasa takut atau pusat rasa takut yang berlebihan pada otak, yaitu struktur yang dikenal sebagai Amigdala atau sekelompok saraf yang menyerupai kacang almond.

Selain itu, serangan panik juga dapat terjadi ketika tubuh mengalami lonjakan adrenalin secara tiba-tiba di luar proporsi yang seharusnya, terhadap bahaya atau ancaman yang dirasakan.

Selama serangan panik berlangsung, amigdala bereaksi dengan respons stres yang tinggi, terutama ketika seseorang berada dalam sebuah situasi yang bersifak menekan pikirannya atau setelah menghadapi peristiwa kehidupan yang penuh dengan hal-hal yang bisa memicu terjadinya stres.

Adrenalin sendiri merupakan hormon yang terlibat dalam respons fight or flight (lawan atau menghindar). Pelepasan hormon ini secara tiba-tiba mempersiapkan tubuh untuk melarikan diri, atau secara fisik menghadapi bahaya dengan meningkatkan detak jantung dan pernapasan.

Dalam kasus serangan panik, peningkatan adrenalin secara tiba-tiba ini akan menyebabkan perasaan dan sensasi yang sangat mengganggu, yang tidak proporsional dengan bahaya atau ancaman yang sebenarnya.

Ketika sistem saraf bereaksi dengan cara normal terhadap situasi yang menakutkan, tingkat adrenalin akan dengan cepat kembali ke tingkat normal begitu sumber ketakutan hilang.

Sayangnya, hal seperti ini tidak terjadi dengan serangan panik, dimana seseorang memerlukan satu jam atau lebih untuk pulih sepenuhnya dari gejala ini. Menakutkan bukan? Bisakah anda bayangkan ini terjadi pada anda?

Jika dilihat dari beberapa kasus serangan panik, seringkali tidak ada pemicu yang jelas atau penyebab pasti terjadinya kondisi ini. Keadaan tersebut sering kali menyebabkan orang-orang memunculkan pikiran-pikiran aneh atau buruk seperti:

“Saya harus mati,” atau “Saya telah kehilangan pikiran saya.” Pikiran-pikiran seperti inilah yang pada akhirnya dapat menyebabkan gejala panik yang lebih lanjut dan berbahaya.

Beberapa faktor berikut ini juga diduga berperan penting dalam menyebabkan terjadinya serangan panik yang umumnya dialami oleh seseorang yang sedang menginjak usia akhir remaja atau dewasa awal :

  • Faktor genetik atau yang memiliki sejarah serangan panik di dalam keluarga.
  • Memiliki sejarah pelecehan fisik atau seksual semasa kanak-kanak.
  • Temperamen yang rentan terpengaruh oleh stres atau emosi negatif.
  • Stres berlebihan, misalnya akibat kehilangan seseorang yang sangat berarti.
  • Peristiwa traumatis, seperti kekerasan seksual atau kecelakaan berat.
  • Mengalami perubahan besar di dalam hidup, seperti memiliki anak lagi tanpa direncanakan atau dampak
  • perceraian.
  • Perubahan atau ketidakseimbangan zat yang berdampak kepada fungsi otak.
  • Merokok atau mengonsumsi minuman berkafein secara berlebihan.

Cara Mengendalikan Serangan Panik

Seperti yang sudah disebutkan di atas tadi, serangan panik bisa datang kapan saja dan menyerang siapa saja, terutama ketika kita sedang menghadapi masalah yang cukup berat dan terus-menerus cemas karenanya. Oleh karena itu, kita perlu memahami beberapa teknik untuk mengatasinya.

Sebuah studi yang dimuat di dalam jurnal Alternative Therapies in Health and Medicine menguraikan pendekatan yang bisa anda lakukan untuk menangani serangan panik.

Kabar baik tentang gejala serangan panik adalah bahwa mereka tidak sulit untuk diobati. Ada banyak cara yang sangat efektif bagi para penderita serangan ini untuk mengelola sendiri reaksi panik, yang diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Memiliki Pengetahuan Penyebab Serangan Yang Terjadi

Pengetahuan adalah sesuatu yang sangat penting untuk dapat mengatasi gejala dari serangan panik yang anda alami. Belajar tentang bagaimana sistem kerja dari pusat rasa takut di otak dalam memberdayakan orang cukup membantu untuk mengenali serangan panik yang terjadi. Ketahuilah bahwa sebuah kesalahan amigdala berperan dalam menyebabkan lonjakan adrenalin yang dapat meningkatkan resiko anda terkena serangan tersebut.

Sangat penting untuk memahami bahwa gejala panik tidak terkait dengan penyakit yang serius. Meskipun perasaan teror dan rasa seperti malapetaka hendak datang dan seolah-olah ingin menyerang anda, namun serangan tersebut tidak akan menyebabkan kematian. Mengetahui hal ini dapat mengalihkan pikiran-pikiran mengkhawatirkan yang dapat membuat serangan panik anda menjadi lebih buruk.

  • Menarik Napas

Mengambil kendali pernapasan adalah langkah pertama untuk mengendalikan serangan panik. Tujuannya adalah untuk menciptakan aliran udara yang lambat dengan udara yang masuk dan keluar. Ini akan mencegah terjadinya hiperventilasi (meningkatnya laju pernapasan) dan penumpukan karbon dioksida di dalam darah.

Akan sangat berguna bagi anda untuk melatih pernapasan penuh di luar serangan panik. Cara ini bisa membantu orang-orang yang mengalami serangan panik dengan teknik yang dirancang untuk menghentikan perasaan tersebut.

Ada beberapa cara untuk melatih pernapasan yang tenang jika anda tiba-tiba terserang panik, antara lain:

  1. Ambil napas teratur perlahan melalui hidung anda dan kemudian keluarkan melalui bibir yang sedikit berkerut.
  2. Tarik napas dalam lima hitungan, tahan selama 1 detik, lalu hembuskan perlahan-lahan hingga hitungan ke empat.
  3. Jeda selama 2 detik, lalu ulangi.
  4. Ulangi ini untuk beberapa siklus atau sampai anda merasakan tubuh anda mulai tenang.
  • Relaksasi Otot

Strategi lain yang mungkin dapat membantu yang berikutnya adalah belajar menenangkan tubuh. Teknik ini melibatkan tensing dan untensing berbagai kelompok otot. Ini dapat mengurangi ketegangan dan tingkat stres secara keseluruhan yang dapat berkontribusi terhadap serangan panik.

Caranya mudah, anda hanya perlu mengencangkan otot sambil menarik napas dalam-dalam, tahan selama beberapa detik dan kemudian lepaskan ketegangan saat mengeluarkan nafas. Ulangi pada otot bagian tubuh yang lainnya.

  • Mindfulness Dan Terapi Perilaku Kognitif

Mindfulness adalah program untuk melatih kita agar menjadi sadar pada status pikiran dan status emosional. Ini adalah kerangka mental yang dirancang untuk membantu orang-orang untuk tetap berada di dalam kesadarannya tanpa menganalisis secara berlebihan unsur-unsur stres kehidupan.

Mindfulness menggabungkan banyak teknik relaksasi dan meditasi. Serangan panik bisa berasal dari pikiran yang berputar ke dalam kekhawatiran yang mendalam. Terapi perilaku kognitif (CBT) adalah pengobatan yang efektif dan langgeng untuk mengendalikan gejala serangan panik yang anda alami.

CBT (Cognitive Behavioural Theraphy) ini juga menjadi pilihan yang bermanfaat dan tepat bagi orang-orang yang mengalami serangan panik berulang. CBT menantang pikiran yang menakutkan.

Apa hal paling menakutkan yang anda rasa akan terjadi pada anda? Adakah bukti untuk mendukung ketakutan ini? Seorang praktisi yang terlatih dalam CBT dapat melengkapi individu dengan terapi ini untuk berhasil mengontrol dan meredakan serangan panik besar-besaran.

  • Melakukan Olahraga

Olahraga teratur diperlukan untuk menjaga kesehatan tubuh baik secara jasmani maupun rohani dan harus dimasukkan ke dalam daftar aktivitas kehidupan sehari-hari. Menemukan kegiatan olahraga yang menarik dan pas untuk proporsi anda adalah hal yang penting.

Latihan akan membantu anda dalam mengatur rasa stres yang anda hadapi dan mendorong tubuh untuk memproduksi bahan kimia alami yang disebut endorphins, yang penting untuk menghilangkan rasa sakit dan membuat perasaan anda menjadi sehat kembali.

Berlatih secara teratur dalam lingkungan sosial juga dapat membantu meningkatkan kepercayaan diri dan meningkatkan nilai sosial seseorang. Ini dapat meminimalkan pemicu serangan panik dan mendorong jaringan pendukung orang-orang yang dapat membantu jika serangan panik terjadi.

  • Menghentikan Serangan Panik di Masa Mendatang

Cara pertama untuk menghilangkan serangan panik adalah mengalihkan perhatian anda dari hal-hal pemicunya. Anda bisa alihkan dengan cara apa saja yang anda anggap ampuh untuk memulihkan anda dari serangan tersebut. Anda boleh teriak sekerasnya asal tidak ada yang terganggu dengan teriakan anda.

Cara mengatasi menghentikan serangan panik selain dengan mengalihkan perhatian juga bisa anda lakukan dengan bernyanyi atau melakukan aktifitas menyenangkan yang lainnya. Hal ini akan membantu anda untuk mengatasi serangan panik dengan lebih baik.

  • Metode Lainnya

Beberapa orang mengatakan bahwa ada beberapa metode lain yang bisa dilakukan untuk menghadapi serangan panik, diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Selalu membawa air, karena dengan minum air rasa panik akan sedikit berkurang
  2. Internalisasi pernyataan atau mengucapkan mantra yang menenangkan, seperti “Saya aman,” “Saya bisa menangani ini,” atau “Ini pasti akan berlalu.”
  • Mengkonsumsi Makanan Sehat

Makan teratur dapat membantu mempertahankan kadar gula darah dalam keadaan normal. Kadar gula darah yang rendah dapat menyebabkan gejala panik.

Itulah sebabnya mengapa anda perlu mengkonsumsi jenis makanan sehat (memiliki pola makan yang sehat dan teratur). Adapun beberapa pola makanan sehat yang kami maksud adalah meliputi:

  1. Tidak pernah pergi lebih dari 4 jam tanpa makan terlebih dahulu
  2. Memperbaiki asupan makanan sehari-hari
  3. Menghindari makanan yang mengandung kafein dan alkohol, karena dapat memicu atau memperburuk serangan panik
  • Mengesampingkan Penyebab Yang Mendasarinya

Kunjungi dokter untuk melakukan pemeriksaan guna mengatasi potensi masalah medis. Anemia, asma dan beberapa kondisi jantung dapat menyebabkan serangan panik. Jika anda menemui kesulitan untuk mengunjungi dokter, ajak teman atau anggota keluarga untuk mendapatkan dukungan dan pastikan untuk menemukan dokter keluarga yang ramah, profesional dan juga dapat memotivasi anda.

Untuk anda para perokok yang mengalami serangan panik, anda harus berhenti merokok karena itu adalah salah satu penyumbang panik. Mungkin anda merasa bahwa merokok dapat menenangkan perasaan cemas, tetapi ketahuilah bahwa nikotin adalah stimulan yang dapat membuat kecemasan jangka panjang menjadi lebih buruk.

  • Pengobatan Komplementer Atau Alternatif

Ada minat yang meningkat dalam menggunakan intervensi pengobatan alternatif di AS untuk gangguan terkait medis dan kecemasan. Akupunktur, aromaterapi dan beberapa pengobatan herbal diketahui dapat menjadi metode tambahan yang efektif dan membantu dalam mengendalikan kepanikan.

  • Obat

Obat tidak boleh digunakan sebagai manajemen awal untuk gejala serangan panik. Jika semua tindakan lain tidak membantu, barulah anda bisa mengkonsumsi obat. Itupun tetap harus berada di bawah pengawasan dokter.

Beberapa obat diketahui telah berhasil mengendalikan serangan panik. Ini termasuk benzodiazepin daninhibitor penyerapan serotonin selektif (SSRI).

Kesimpulan

Pada dasarnya manusia pasti pernah mengalami yang namanya panik, terutama saat diperhadapkan pada situasi atau masalah yang serius. Akan tetapi, jika panik yang melanda ternyata berlangsung untuk waktu yang lama dan terjadi terus-menerus, maka anda perlu mewaspadainya. Bisa jadi itu adalah bukti atau tanda bahwa anda tengah mengalami gangguan atau serangan kepanikan.

Untuk bisa mengatasi atau meminimalkan hal ini, maka anda perlu mengetahui gejalanya terlebih dahulu. Menenangkan gejala serangan panik sebenarnya berasal dari dalam diri anda sendiri. Selain itu, anda juga membutuhkan dukungan dari orang lain.

Kalau anda sering mengalami serangan panik ini, anda tidak perlu khawatir, karena kondisi psikologis ini bisa disembuhkan dengan beberapa cara seperti yang telah kami sebutkan di atas.

Tapi ingatlah, meski bukan masalah yang terlalu membahayakan, sering mengalami serangan panik juga bisa berdampak buruk pada kesehatan fisik maupun psikis.

Maka dari itu, segera lakukan pengobatan atau konsultasikan kepada psikolog jika serangan panik sudah sangat mengganggu aktivitas anda sehari-hari.

Demikianlah pembahasan untuk kali ini, semoga bermanfaat dan sampai bertemu di artikel kami berikutnya ya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *